
Saat ini Bryan telah berada di depan gerbang Gedung Utama Rockstone Group,pemuda itu berjalan dipinggiran jalananan dan terus melangkah dengan santai.
Setelah sekian lama akhir nya Pemuda itu sampai pada sebuah tempat yaitu taman kota.
Saat ini hari hampir gelap,Pemuda itu pergi ke sebuah toko yang didepannya terdapat lemari minuman kaleng dengan memasukkan uang koin maka pembeli akan mendapatkan minumannya.
Setelah berada didepan lemari minuman itu,disana ada seorang Gadis yang juga sedang memasukkan uang koin nya untuk mendapatkan sebuah minuman yang ada didalam lemari tersebut.
Tidak beberapa lama Gadis itu mendapatkan minuman yang diinginkan nya dan segera mengambil nya.
Disaat Gadis itu memalingkan tubuh nya dengan semangat sambil melangkahkan kaki,tiba tiba menabrak Bryan yang berada tepat dibelangnya waktu itu.
Setelah bertabrakan ,Gadis itu kehilangan keseimbangan tubuhnya dan hampir terjatuh namun Bryan yang mempunyai reflek luar biasa dengan cepat menangkap Gadis itu.
Tidak sengaja saat ini Gadis tersebut sudah berada dipangkuan nya.
Keduanya saling bertatapan seakan hal itu terasa sesuatu yang kembali terjadi.
Yaa,Gadis tersebut adalah Elsa.
Mereka pernah melakukan hal yang sama saat bersiap didepan kampus Universitas Juana City untuk pergi ke Commodore Street Rockstone bersama rombongan Rayden waktu lalu.
Dan hari ini mereka kembali melakukan hal yang sama,itu sebabnya mereka berpikir hal itu terasa seperti tidak asing.
Kedua nya menikmati masa itu,dan saat mereka tersadar perlahan Elsa mulai berdiri tegak kembali sambil mengibaskan tangan nya kebagian baju yang sedikit terangkat dibagian pinggang.
Mereka terlihat lebih canggung dari biasanya dan tidak ada yang berani berbicara lebih dulu,kedua orang itu terdiam dengan kesibukan nya masing masing dan tanpa tahu apa yang ingin dilakukan.
Setelah sekian lama tiba tiba kedua nya berbicara secara serentak dengan perkataan yang sama " MAAF!"
Kemudian mereka kembali terdiam dan tidak lama tersenyum bersama dengan kejadian itu.
Saat itu mereka mendapatkan ketenangan setelah beberapa saat tertawa bersama dengan apa yang terjadi.
Dan kemudian Bryan sebagai laki laki mencoba bertanya lebih dulu " Elsa,sedang apa kamu di taman ini? Mana teman teman mu?"
__ADS_1
"Aah mereka berada di pinggiran dipohon besar itu,kamu bersama siapa Bryan?" Elsa mencoba memberi tahunya sambil menunjuk tempat teman teman nya duduk saat itu dan bertanya kembali.
"Aku sendirian saja,hanya mencoba menikmati ketenangan sebelum ujian nanti!! Kamu sudah punya persiapan untuk itu Elsa?" Bryan juga menjelaskan diri nya kemudian bertanya lagi.
"Soal ujian itu,aku rasa sudah siap dengan semua nya!! Oh iya apa kamu mau beli minuman juga?" Elsa bertanya lagi yang terlihat lebih akrab dengan pemuda itu.
"Ya aku pikir begitu,soal minuman juga aku ingin membelinya agar bisa bersantai ditaman seperti kalian" Jawab Bryan tersenyum dan menggoda.
Setelah itu Elsa terlihat malu malu dengan sikap Bryan tersebut pipi nya mulai memerah dan menambah kecantikan di wajahnya saat itu.
"Baiklah,aku pergi dulu Bryan!! Terimakasih atas sikapmu tadi" Elsa yang saat itu sedikit canggung mencoba mengalihkan perhatian dan juga mengucapkan sesuatu atas perlakuan Bryan yang membuatnya tidak terjatuh saat pertama bertemu tadi.
Bryan tersenyum bahagia dengan itu!! Entah apa yang saat ini yang dirasakan Pemuda itu,dirinya tersenyum sendiri dengan kesenangan yang mendalam dalam hatinya dan berkata " Soal yang tadi ,aku juga minta maaf sudah memegang mu"
"Tidak masalah,aku yang salah!! Sampai bertemu lagi Bryan" Elsa menjawab nya dengan senyum lebar dan melangkah pergi meninggalkan Pemuda tersebut.
Kemudian Bryan hanya menatap bagian belakang Gadis itu dan dengan senyum tipis kebahagiaan nya kembali melangkahkan kaki menuju kearah lemari minuman sambil merogoh koin nya untuk mengambil satu kaleng minuman didalamnya.
Setelah selesai Bryan berjalan menuju bagian taman lagi dan mencari tempat bersantai yang cocok untuk nya.
"Vinny,aku tidak seperti yang kau kira!! Aku tidak pernah menggoda gadis lain" Seorang pemuda berkata pada Gadis cantik saat itu.
Bryan yang tidak sengaja mendengar itu kemudian melirik kearah suara tersebut.
Melihat yang terjadi Pemuda itu dapat menyimpulkan bahwa keduanya terlibat dalam pertengkaran asmara.
Seperti biasa,Bryan kembali dengan ketenangan nya lagi dan menikmati masa bersantainya itu sambil merebahkan tubuhnya dibawah pohon besar kemudian perlahan menutup matanya.
Tidak berapa lama,suara dari kebisingan itu semakin dekat dan tiba tiba berhenti.
Dan kemudian terdengar suara lembut "Tuan!!"
Mendengar itu Bryan yang saat itu menutup mata,kembali perlahan membukanya lagi.
Tanpa disadari Pemuda itu terkejut,didepannya berdiri lima orang dan menundukkan badannya dengan gerakan hormat.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan?" Bryan bertanya dengan heran.
Namun matanya tertuju pada seorang gadis dibagian belakang yang menyandang Tas Hermes Phoenix.
Pikirannya mencoba mengingat sesuatu tentang itu kemudian berkata " Bukankah kalian adalah orang orang yang berada ditoko hari itu?"
"Benar Tuan,terimakasih masih mengingat kami" Jawab Vinny yang terlihat senang dengan ucapan Bryan tersebut.
Benar saja dua orang yang adu mulut itu adalah Vinny dan Fred bersama yang lainnya,kemudian yang menyandang Tas Hermes Phoenix itu adalah gadis pendiam saat itu.
"Maaf Tuan,perkanalkan nama saya Reni dari keluarga Climb!!" Reni yang merasa dirinya tidak sopan tanpa mengucapkan terimakasih saat Pemuda tersebut memberinya Tas itu mencoba memperkenalkan diri.
"Oh iyaa,aku Bryan Rockstone!!" Bryan menanggapinya dengan senyuman tipis.
"Maaf Tuan ,terimakasih atas pemberian Tas ini Tuan!!" Reni kembali berkata dengan kaku pada Pemuda itu.
"Sudahlah tidak apa apa!! Apa yang kalian lakukan disini?" Bryan menanggapinya dengan santai dan bertanya tujuan mereka menghampirinya.
"Tuan,kami hanya bermain dan kebetulan melihat Tuan disini!! Jadi kami hanya memberikan salam hormat pada Tuan" Jawab Fred yang menyadari jika sikap hormat itu bisa membuat Bryan sebagai orang kaya tersebut bisa menjadi temannya suatu hari nanti,hal itu menjadi cita cita nya karena dengan begitu sebagai pewaris keluarga Kohler akan mudah baginya untuk berinvestasi nanti.
Melihat itu Bryan hanya menggelengkan kepalanya dengan sikap rombongan itu.
"Baiklah tidak masalah,jika kalian mau duduk dan bersantailah disini" Jawab Bryan kembali.
Kemudian rombongan itu berebut mencari posisi duduk mereka,namun Reni yang terlihat canggung tidak tau apa yang harus dilakukan nya.
Kemudian Bryan memanggil nya "Reni duduklah disini!!"
Bryan melihat gadis itu begitu polos dan tidak mengerti tentang hal seperti itu.
Bagaimanapun,Bryan adalah orang yang mempunya segudang pengalaman dan sudah mengetahui niat dari rombongan itu!! Namun dirinya tetap tenang dan tidak menanggapinya.
Medengar itu Reni dengan canggung nya melangkah kearah yang ditunjuk Bryan.
Reni yang saat itu duduk disamping Bryan membuat Vinny dan gadis yang satunya lagi menjadi iri.
__ADS_1