Perjuangan Pemuda Kembali Pada Kejayaan

Perjuangan Pemuda Kembali Pada Kejayaan
Perjuangan Pemuda kembali pada kejayaan


__ADS_3

Setelah perkataan Bryan tersebut selesai beberapa pengawal yang mempunyai badan lebih kekar segera masuk memenuhi bagian depan ruangan itu.


Kemudian Reon mengeluarkan sebuah kata berbentuk perintah " Lakukan!"


Setelah itu gerombolan pengawal menyerbu datang kearah kedua pemuda tersebut dengan niat seperti ingin membunuh.


Melihat itu Nett dan Bryan segera siap siaga menyambut segerombolan pengawal tersebut.


"Nett,lakukan sekarang! Tentang apapun yang terjadi tidak perlu cemas, Franky akan segera datang bersama Floyd" Bryan memberikan instruksi untuk bertarung sambil menunggu strategi selanjutnya.


Setelah perkataan Bryan selesai ,pertarungan tersebut pun juga dimulai.


Beberapa gerombolan pengawal itupun mulai menerjang kearah kedua pemuda tersebut


Namun dengan latar belakang yang dimiliki Nett yang merupakan Tuan Muda kedua dari keluarga Robbins itu pun tidak semudah itu untuk di kalahkan.


Begitu juga Bryan yang juga merupakan seorang petarung terbaik sekaligus pemuda berpengalaman sebagai komando perang saat berada di militer saat itu membuat nya begitu mudah untuk menjatuhkan segerombolan pengawal tersebut.


Satu persatu para pengawal pun mulai tumbang,namun saat itu Reon memerintahkan para pengawal untuk fokus menjatuhkan Nett Robbins.


Setelah perintah selesai Reon berdiri dan menerjang kearah Bryan.


Kemudian satu pukulan dari Reon meluncur begitu cepat kearah Pemuda tersebut.


Saat itu Bryan dapat menghindarinya dengan mudah.


Pukulan kedua ketiga dan ke empat mulai bergantian mengarah pada Bryan yang berasal dari serangan Reon.


Namun Bryan masih terlihat biasa saja menghindari pukulan yang mengarah padanya itu.


Disaat sebuah celah terlihat,sekilas kaki kanan Reon yang masih berada di atas saat menendang tersebut membuat Bryan menertawakan nya sebelum memulai serangan.


Kemudian Bryan dengan cepat mengarahkan serangan nya pada kaki kiri Reon yang bertumpu hanya satu kaki tersebut.


Braaaak...


Reon terlempar dengan satu serangan tersebut,dan ketika Bryan ingin melancarkan serangan yang kedua tiba tiba satu suara terdengar berteriak.


"Hentikan!!" Seorang Pria botak berteriak dari sebuah pintu masuk ruangan tersebut.


Semua yang berada di ruangan itupun terhenti dan memandangi Pria tersebut.


Tidak salah lagi,Pria tersebut adalah Floyd dan seorang petarung hebat berada dibelakangnya yaitu Franky.

__ADS_1


Namun saat ini Nett telah terjatuh oleh serangan para pengawal yang begitu banyak,membuatnya tidak lagi bisa bergerak dan menjadi sandra bagi sekelompok pengawal itu.


Disaat kesunyian yang disebabkan teriakan Floyd tersebut tiba tiba terdengar satu suara.


"Bryan,prediksi mu sangat akurat! Franky datang bersama orang itu" Nett mengeluarkan kalimat yang saat itu telah direncanakan Bryan,namun tubuhnya tidak lagi dapat bergerak akibat segerombolan pengawal yang berhasil melumpuhkan nya.


Namun hal tidak terduga terjadi, Franky yang saat itu diharapkan oleh Nett menerjang kearah Bryan.


Nett yang melihat itu begitu terkejut dan berpikir apakah semua ini telah diluar kendali Bryan?


Franky tidak mengeluarkan sepatah katapun ,dirinya hanya menerjang dan terus menerus melakukan pukulan pada Bryan yang masih berusaha menghindar.


Melihat itu Nett kehilangan harapan bahwa dirinya telah berakhir di tempat ini.


Reon yang saat itu mencoba berdiri setelah terjatuh akibat serangan dari Bryan mencoba perlahan bangkit.


Setelah Reon sepenuh nya berdiri,pemuda itu dengan cepat melangkah kearah Nett.


"Ikat orang ini!" Reon memberikan perintah kembali pada gerombolan pengawal tersebut.


Seketika Bryan melirik kearah Nett yang tidak lagi berdaya sambil menghindari pukulan Franky.


Ketika itu juga Reon mengarahkan sebuah pisau pada leher Nett yang telah pasrah dengan kematian nya.


"Tunggu" Bryan mencoba berteriak menghentikan hal itu agar tidak berlanjut.


Saat itu juga Bryan mencoba untuk menyerah dan mengangkat tangan nya membuktikan bahwa perlawanan nya tidak akan dilanjutkan.


"Baiklah,lepaskan Teman ku!! Lakukan saja yang ingin kalian lakukan itu padaku" Bryan mencoba untuk bernegosiasi pada semua orang di ruangan itu.


"Ide menarik,baiklah berlutut segera!" Floyd membalas perkataan Bryan dengan tepuk tangan nya dan melangkah maju secara pelan pelan.


Bryan segera menjatuhkan lututnya pada lantai ruangan tersebut setelah Floyd menyelesaikan kalimat nya itu.


"Ikat pemuda ini,aku ingin sebuah permainan yang menarik untuk di tonton!" Floyd kembali berkata sambil tersenyum dingin.


Ketika itu seluruh pengawal mencoba mengikat bagian tangan Bryan kearah belakang.


Setelah itu Reon yang perlahan mendekati Floyd mulai bertanya dengan penasaran "permainan apa yang akan kita gunakan Tuan Wanter?"


"Baiklah,kita akan segera melihat nya tanpa perlu dijelaskan lagi!" Floyd membalas perkataan dari Reon tersebut sambil tersenyum.


"Baik Tuan,kami akan menyaksikan permainan ini!" Reon yang tersenyum lebar sudah tidak tahan lagi ingin melihat hal apa yang akan terjadi.

__ADS_1


Saat itu Floyd mengambil sebuah pisau yang berada di atas meja makan yang di hidangkan untuk Bryan dan Nett tadi.


Setelah itu Floyd melemparkan nya ditengah tengah antara Nett dan Bryan.


"Baiklah,permainan segera dimulai!! Silahkan ambil pisau itu dan membuka pengikat tali ditangan kalian tersebut,dan yang berhasil memenangkan nya akan keluar hidup hidup dari tempat ini" Floyd memberikan instruksi dan penjelasan tentang permainan yang telah di buatnya tersebut kepada kedua pemuda yang sedang terikat tali itu.


Nett melihat dengan tajam kearah pisau itu namun pemuda tersebut tidak bergerak sedikitpun.


Bryan terlihat tidak peduli dengan instruksi Floyd tersebut,dirinya hanya memandang dengan senyuman pahit kearah Reon dan Pria Botak itu.


Kembali dengan Nett, Pemuda tersebut terlihat begitu ragu untuk melakukan nya.


"Baiklah,untuk pertama bunuh saja aku terlebih dahulu!!" Nett membuka pembicaraan ditengah tengah sunyi nya keheningan itu.


Mendengar hal tersebut Floyd tertawa dengan tanggapan yang di katakan Nett barusan.


"Hahaha baik, kalian tidak ingin mengikuti permainan ini!! Jadi kita rubah saja" Jawab Floyd dengan kesenangan.


"Apa rencana selanjut nya untuk permainan ini Tuan Wanter?" Reon kembali penasaran dengan apa yang akan terjadi ke depan nya.


Saat itu Floyd melirik kearah Franky,dan menganggukkan kepalanya seakan memerintah kan sesuatu.


Melihat itu Franky melangkahkan kaki nya untuk maju dan mengambil pisau yang tergeletak di lantai yang tadinya harus diperebutkan oleh dua pemuda yang terikat itu.


"Franky,silahkan kau pilih siapa yang akan kau potong terlebih dahulu!" Floyd memberikan perintah pada Franky.


Semua orang yang berada di ruangan itu terlihat senang dengan permainan ini.


Mereka menunjuk kearah Bryan dan sebagian lagi kearah Nett.


Saat itu semua pengawal telah menjauh dari kedua pemuda yang terikat tersebut karena tidak ingin terkena percikan darah akibat pemotongan yang akan di laksanakan itu.


Kemudian Franky melangkahkan kaki kearah Bryan yang seakan masih tersenyum kearah Floyd.


Melihat yang terjadi Nett berteriak "Franky,apa kau telah lupa tentang rencana kita?"


Franky tidak memperdulikan perkataan Nett tersebut,dirinya terus melangkahkan kaki kearah Bryan.


Disaat Pemuda tersebut telah berada dibelakang Bryan.


Franky mengangkat tangan dan mengayunkan nya kearah Pemuda yang masih terikat itu.


Melihat apa yang dilakukan Franky tersebut, Nett memejamkan matanya yang tidak sanggup dengan apa yang akan terlihat oleh mata nya itu.

__ADS_1


Sssssssseet....


Sebuah goresan pisau terdengar dan Nett kembali membuka matanya.


__ADS_2