Perjuangan Pemuda Kembali Pada Kejayaan

Perjuangan Pemuda Kembali Pada Kejayaan
Bab 22. Nominal yang tidak terhingga


__ADS_3

Pelayan itu mengambil kartu tersebut dengan kesal,lalu memanggil gadis lain yang juga pelayan toko tersebut untuk menggesek kartu itu.


Pelayan itu tidak yakin tentang uang tersebut jadi hanya membuang buang waktu melayani orang seperti Bryan,dan menyuruh pelayan lain untuk menemaninya karena status yang dimiliki gadis itu adalah kepala pelayan di toko tersebut.


Pelayan baru yang datang itu begitu ramah,dan segera mengambil kartu tersebut dan menggesekkannya untuk pembayaran.


Namun hal tidak terduga,tanda baca pada mesin ATM toko tertulis Failed berwarna merah.


Bryan terkejut dengan yang terjadi dan tidak menyangka hal tersebut akan terjadi padanya.


Dibelakang Pemuda itu empat dari lima rombongan tadi tertawa terbahak bahak saat melihat apa yang terjadi.


"Hei pecundang,bagaimana mungkin kau begitu percaya diri dengan Kartu ATM kosong?" Fred yang tidak bisa menahan tawanya tersebut mulai melontarkan kata kata.


"Yah aku sering melihat orang seperti itu! Jadi silahkan pergi dan jangan kembali lagi!" Kepala pelayan itu mulai marah pada Bryan.


Setelah beberapa saat Bryan mulai tersadar,bagaimanapun itu adalah kartu ATM Gold Prime batas minimum untuk mengaktifkan pengambilan nya adalah 20 juta dolar.


"Maaf,harga yang tertera di barcode nya berapa ya?" Bryan bertanya kembali pada pelayan itu.


"8 juta dolar,bukan 8 dolar!! Jadi menyingkirlah dan segera pergi" Kepala pelayan tersebut kembali berkata kasar.


Bryan menghampiri pelayan yang baru itu untuk meminta bantuan kembali.


" Tolong registrasikan dua buah tas ini dan menambahkan tas yang berwarna hitam itu satu" Bryan berkata dan menunjuk beberapa tas yang ingin dibelinya tersebut.


Saat itu pelayan baru ingin segera melakukannya namun kepala pelayan melarang gadis tersebut.


"Tunggu,lelucon apalagi yang akan kau lakukan?" Kepala pelayan mulai membentak nya.


Empat orang yang berada dibelakang Bryan tengah asik menikmati pemandangan tersebut dengan penuh tawa.


Berbeda dengan gadis yang satu nya yang merasa kasihan pada Bryan diperlakukan seperti itu.

__ADS_1


"Baiklah aku akan menelpon pemilik toko ini dan menyuruh mengusirmu!" Kepala pelayan yang jengkel mengambil handphone nya segera memencet beberapa nomor dan menaruh tepat pada kupingnya.


"Halloo" Terdengar suara di seberang telpon tersebut.


"Tuan! Bisakan Anda datang ketoko sebentar ada masalah yang terjadi disini!!" Jawab kepala pelayan itu.


Mendengar itu Bryan hanya tersenyum dan bediri dengan santai sambil menunggu pemilik toko datang.


Begitu juga dengan yang lain ,mereka tidak sabar melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.


Setelah sekian lama menunggu tiba tiba seorang Pria dengan pakaian yang begitu rapi yang terlihat mewah dan menawan masuk kedalam toko tersebut.


"Apa yang terjadi Lolita Gilen?" Pria tersebut langsung bertanya dengan wajah yang panik.


"Maaf Tuan,pemuda ini menghabiskan banyak waktu kami untuk bekerja!! Pecundang ini menyuruh untuk menggesekkan ATM nya yang kosong beberapa kali kedalam mesin Registrasi demi membayar tas Hermes Phoenix Unlimited Edition" Kepala pelayan tersebut menjelaskan sambil menunjuk tas Hermes Phoenix tersebut dan memberikan kartu ATM Gold Prime yang dipegangnya itu.


Melihat kartu ATM Gold Prime tersebut Manager toko langsung berkeringat dingin,bagaimana mungkin kartu itu tidak sembarangan hanya diperuntukan bagi mereka yang punya kekayaan dan kekuasaan saja.


Manager toko melihat orang sekelilingnya,dan pandangan nya tertuju pada Fred dengan memakai pakaian yang terlihat mewah Manager itu berasumsi bahwa Pemuda itu pemilik kartu ATM Gold Prime tersebut.


"Bukan Tuan,pemilik kartu ini adalah Pecundang itu!!" Jawab Fred yang takut pemilik toko tersebut akan marah padanya.


Manager toko kemudian memalingkan kepalanya melihat arah seseorang yang ditunjuk Fred tersebut.


Disana berdiri Bryan yang terlihat sangat santai.


Manager toko tersebut mengerutkan keningnya,dan bergumam dalam hati apakah benar seseorang berpenampilan seperti itu pemilik kartu ATM Gold Prime ini?


Namun Manager toko menghampirinya dan bertanya "apakah Tuan pemilik kartu ATM ini?"


"Benar!" Jawab Bryan singkat.


"Boleh saya bertanya Tuan? Dari mana Anda mendapatkan kartu ini?" Manager toko tidak yakin apakah kartu itu asli atau tidak dengan melihat penampilan pemilik kartu tersebut.

__ADS_1


"Gesek saja kartu nya dan ambilkan dua tas Hermes Phoenix ini dan tas warna hitam itu!" Jawab Bryan sedikit kesal dengan pertanyaan Manager toko tersebut sambil menunjuk barang barang yang ingin dibelinya tersebut dan menambahkan beberapa tas lagi agar minimal registrasi dari kartu ATM Gold Prime miliknya tercapai.


Mendengar itu Manager toko sedikit ragu namun Pria tersebut tidak ingin mengambil resiko dan menyuruh pelayan toko yang baru untuk menggeseknya kembali.


Disisi lain,kepala pelayan toko dan empat orang yang lainnya mencoba menahan tawa dengan apa yang selanjutnya akan terjadi.


Berbeda dengan pelayan toko baru itu dan seorang gadis yang juga merupakan sahabat dari empat orang tersebut terlihat takut jika ATM itu tidak bisa digunakan,Manager akan sangat marah pada Pemuda malang itu.


Saat gesekan kartu yang dilakukan pelayan baru toko selesai kemudian warna dipapan iklan nya muncul sebuah kata Succes berwarna hijau,dan juga memperlihatkan beberapa digit angka dari sisa uang yang tertinggal didalamnya.


Saat melihat itu empat orang yang menahan tawa tersebut terkejut,ekspresi yang sangat buruk muncul diwajah setiap orang dari mereka,mata yang terbuka lebar dan juga mulut yang ternganga itu sangat kebingungan dengan apa yang terjadi.


Begitu juga dengan kepala pelayan toko,dagunya seakan menyentuh lantai saat ini dengan begitu lebarnya mulut gadis itu terbuka.


Manager toko yang awalnya terlihat ragu dan memberikan beberapa pertanyaan tentang keaslian kartu tersebutpun seakan ingin tersungkur dengan seberapa lemas kakinya saat ini.


Ditambah dengan nominal angka dari berapa jumlah uang yang tersisa didalam kartu tersebut,sebelum mereka dapat menghitung keseluruhan berapa banyaknya angka yang begitu banyak tersebut kemudian jumlah digit saldo tersebut menghilang.


Bagaimana mereka akan memulai pembicaraan saat ini? Bahkan angka yang tersusun didalam kartu tersebut tidak bisa mereka hitung.


Dalam keheningan dari keterkejutan mereka saat itu,tiba tiba Bryan berkata pada pelayan baru toko yang menggesekkan kartu tersebut "segera ambilkan barangnya sekarang,aku ingin cepat!"


Pelayan baru itu tersentak dari lamunannya dan memberikan kartu ATM Gold Prime tersebut kemudian bergerak dengan cepat mengambil barang barang yang telah terbayar itu.


Setelah dua tas Hermes Phoenix dan tas Hitam yang menjadi tambahan agar angka minimal penarikan saldo ATM Gold Prime tersebut telah tersusun diatas meja kasir,dengan cepat Bryan menjangkau kantong plastik warna hitam disamping nya dan memasukkan satu buah tas Hermes Phoenix tersebut.


Melihat itu Pelayan baru tersebut berkata "Maaf Tuan,biar saya bungkuskan dengan plastik ini saja"


Pelayan itu segera mengambil sebuah Plastik mahal dan Khusus untuk pembelian barang barang unggulan.


"Tidak perlu saya ingin cepat!" Jawab Bryan pada gadis itu sambil tersenyum.


"Tas ini ketinggalan Tuan!" Kemudian gadis itu berkata kembali karna Bryan hanya membawa satu tas saja.

__ADS_1


Kemudian Bryan menoleh kebelakang kembali mengambil tas Hermes yang satunya lagi dan meninggalkan tas warna hitam diatas meja tersebut sambil berkata "ambil saja tas ini untuk mu sebagai bentuk pelayanan yang baik!"


__ADS_2