
Mereka yang berada di acara pesta pun bertanya tanya,siapa lagi teman kita yang membeli mobil mewah? Saat ini hanya Rayden yang memiliki mobil sport paling mewah,apakah masih ada orang dikelas kita yang lebih kaya dari nya? Begitulah percakapan mereka antara satu dengan yang lainnya.
Semua yang berada ditempat itu tidak sabar menunggu seseorang yang akan keluar dari kendaraan tersebut,bagaimanapun hal seperti itu seperti sebuah kebanggaan untuk dipertontonkan bagi mereka yang berkelas.
Dari pintu sebelah kiri,satu kaki yang putih dan mulus mulai keluar menginjak tanah.
Pada saat itu semua mata sudah tidak sabar menunggu orang itu keluar sepenuhnya.
Dan hal yang tidak di duga,kaki itu adalah milik seorang gadis yang paling cantik dikampus.
Melihat dari keseluruhannya gadis itu adalah Elsa,yang mana baru saja keluar dari mobil yang begitu mewah mengalahkan milik Rayden.
Hal yang membuat semua orang tertegun ketika kaca pintu sopir mulai turun secara perlahan,terlihat seorang Pemuda memakai kaca mata hitam dan rambut panjang kekuningan lurus menjuntai.
Memberikan sebuah lambaian tangan pada Elsa saat gadis itu telah berjalan perlahan menjauhi mobil tersebut.
Dan kemudian Pemuda itu menjalankan mobilnya kembali untuk segera pergi.
Disaat bersamaan Bryan yang berjalan ingin menuju dimana Willy berada terhenti sejenak dengan pemandangan tersebut.
Pemuda itu terbuai sebuah lamunan kala melihat Elsa yang turun dari mobil mewah itu.
Saat bersamaan Elsa yang juga berjalan menuju ruangan berpapasa dengan Bryan.
Pandangan mereka bertemu satu sama lain,saat itu Bryan tampak begitu lemas dengan sebuah keadaan tersebut.
Namun Elsa hanya melanjutkan perjalanannya menuju pintu masuk.
Bryan yang tidak mengerti dengan suasana saat ini pun perlahan mulai berjalan menuju Willy kembali.
Ketika Bryan telah sampai pada ruangan dimana Willy berada,pemuda dan gadis itu mulai saling menyapa.
"Kamu telat lagi Bryan?" Willy menyindir dengan candaan.
"Aah tadi aku ada pekerjaan sampingan,saat perjalanan ada beberapa masalah tapi secepatnya ku selesaikan dan datang kesini" Bryan menjawab sambil tersenyum.
"Aku selalu percaya padamu Bryan!" Kemudian Willy membalas perkataan Pemuda itu.
__ADS_1
Bryan tidak berbohong,karena pagi tadi Pemuda itu pergi bekerja dikantor miliknya dan siangnya sebelum sampai di acara ini Bryan mendapatkan masalah saat perjalanan nya membelikan tas sebagai hadiah yang dipegangnya menggunakan kantong plastik hitam ditangan nya itu.
"Baiklah ayo sini aku perkenalakan pada temanku!!" Willy begitu semangat dengan ucapannya itu sambil mengajak Bryan berjalan menuju salah satu gadis yang begitu cantik duduk di kursi bagian dalam sebuah ruangan dan berharap mereka serasi.
"Willy,mana temanmu yang akan diperkenalkan dengan ratu yang cantik ini!!" Ivoni yang juga merupakan teman dekat Willy tersebut bertanya sambil tersenyum pada salah satu gadis baru yang akan bergabung dikampus mereka tersebut.
"Bryan,perkenalkan ini adalah Yelsi Carlzon" Willy datang bersama Bryan dan langsung memperkenalkan Gadis baru tersebut padanya.
"Hay,Yelsi" Bryan mengangkat tangan kanan nya sebagai sapaan pertama pada gadis itu dan terlihat kantong plastik hitam di tangan kirinya yang berada disamping pinggang Pemuda tersebut.
Gadis yang baru saja di sapa oleh Bryan tersebut hanya membalas dengan senyum yang sangat dipaksakan ,saat itu matanya terlihat memandang kantong plastik yang berada ditangan kiri Bryan tersebut.
Perlahan gadis itu berdiri dan mendekatkan mulutnya pada telinga Willy dan berbisik "apa kau yakin Pemuda ini yang cocok untuk ku?"
Willy yang begitu semangat langsung membalas perkataan Gadis itu "tepat sekali,apa kau menyukainya?"
"Willy,aku harap kita bisa bicara kembali setelah ini!!" Jawab gadis itu dengan raut yang tidak suka.
"Ada apa? Apa kamu tidak suka dengan Bryan?" Willy kemudian bertanya karena Yelsi tiba tiba tidak merasa senang.
Bagaimanapun Yelsi termasuk dari kalangan keluarga kaya dan juga berwajah cantik dan memiliki tubuh yang disukai lelaki manapun,jadi tidak pernah sekalipun gadis itu mendapatkan kado berbungkus plastik dari siapapun yang mendekatinya.
Hari ini Bryan ingin memberikan hal yang tidak pernah dibayangkannya itu.
"Jangan khawatir Yelsi,Bryan adalah pemuda yang baik!! Dia adalah teman dekat ku,aku percaya padanya" Willy mencoba menjelaskan niatnya yang masih ingin membuat gadis itu menyukai Bryan.
"Aku tidak berjanji dengan semua ini" Yelsi menjawab dengan raut wajah yang sedikit mencibir.
Melihat kedua gadis itu berbisik ,Bryan sudah menduga bahwa semua ini akan terjadi.
Hanya saja Pemuda itu ingin menepati janji pada Willy yang merupakan sahabat terbaik baginya selama dikampus, dan tidak ingin mengecewakan gadis itu.
Itulah sebabnya Bryan datang untuk acara ini.
Saat itu juga didepan pintu ruangan masuk sekelompok gadis lagi,mereka adalah Ristia dan teman temannya yang lain.
Dibelakang mereka juga di ikuti oleh Presiden kampus Clarissa dan teman temannya.
__ADS_1
Bryan yang masih terlihat santai saja meskipun Pemuda itu tau bahwa dia akan ditolak oleh Yelsi,namun kali ini sedikit merasa cemas.
Pemuda itu melihat gadis yang berada paling belakang bersama Clarissa.
Gadis itu adalah Elsa yang juga menatapnya saat ini.
Perasaan itu terasa begitu aneh bagi Bryan,tapi pemuda itu tidak mengerti dengan apa yang saat ini terjadi padanya.
Yang bisa Bryan ketahui bahwa Elsa tidak terlihat nyaman dalam posisi seperti ini.
Saat semua orang diruangan itu sedikit tenang tiba tiba "pecundang!! Apa yang kamu lakukan disini?"
Ristia yang melihat Bryan langsung memulai perkataan yang biasa gadis itu lakukan pada pemuda tersebut.
"Apa kau membawa kado dengan bungkus plastik? Dasar pecundang!" Nelda yang berada disamping Ristia juga ikut berkomentar.
Gadis yang lain juga ikut memberikan komentarnya tentang pemuda itu.
Saat itu Bryan tidak menanggapi apapun tentang komentar mereka saat ini,yang ada dalam pikirannya adalah Willy dan Elsa.
Bryan tidak ingin Willy kecewa padanya.
Disisi lain,Bryan juga tidak ingin semua yang dilakukannya ini dilihat oleh Elsa.
Saat ini pandangan Pemuda itu tertuju pada Willy yang memegangi keningnya dengan senyum yang dipaksakan.
Melihat yang terjadi akhirnya Bryan memberanikan diri untuk bicara "Yelsi,ini..."
"Tidak!! Aku tidak mau kantong plastik itu!" Jawab gadis cantik tersebut memotong perkataan Bryan sebelum pemuda itu menyelesaikan kalimatnya.
"Baiklah ,kalau begitu akan kuberikan pada Willy saja!" Jawab Bryan sambil mengulurkan benda tersebut pada Willy.
"Bryan!! Maafkan aku tentang semua ini" Willy merasa tidak enak melihat Bryan yang menurutnya sudah bersemangat untuk datang demi perkenalannya dengan Yelsi.
Disisi lain Bryan sangat senang dengan keadaan seperti ini,karna baginya yang memang pantas mendapatkan kado itu adalah sahabatnya tersebut.
Tidak hanya itu Bryan sama sekali tidak tertarik dengan acara perkenalan ini,jika bukan karena sahabatnya tersebut Pemuda itu tidak akan repot repot untuk datang menepati janji.
__ADS_1