
Melihat itu,Bryan telah menangkap bahwa mereka adalah target selanjutnya.
" Nett ,bersiaplah giliran kita akan segera dimulai!!" Bryan berkata pada pemuda tersebut.
Mendengar itu Nett hanya menghela napas panjang untuk menghadapi apa yang akan terjadi selanjutnya.
Tidak berapa lama beberapa orang dengan tampilan baju ketat berwarna hitam dengan masing masing diantaranya memegang sebuah alat yang terlihat seperti pemukul bola kasti.
"Bryan,apa kita akan melakukan semua ini?" Jawab Nett yang telah melihat orang tersebut menuju kearahnya.
"Tidak,jangan lakukan apapun!! Kita hanya perlu mengulur waktu untuk sampai pada Floyd yang berada di ruang kaca bagian atas itu" Bryan mencoba menjelaskan rencananya pada Nett sambil memandang kembali pada sebuah ruang kaca yang saat itu berada satu tingkat di atas mereka.
Untuk pertama kalinya Nett mengerti dengan sebuah nama Floyd,dan berpikir bahwa orang itu adalah penguasa tempat ini.
Tujuan mereka sekarang adalah bertemu dengan nya kemudian menyelesaikan semua itu disini.
Terlepas apa yang akan terjadi selanjutnya ,mereka harus selalu siap dengan semua kondisi kedepannya dan tetap berhati hati.
"Tuan,apakah kalian kesini bersama Franky?" Salah satu pemuda dari kelompok itu bertanya.
" Benar!" Jawab Bryan singkat.
"Oh kalau begitu silahkan ikut bersama kami,ada sesuatu hal yang harus kami kerjakan dan untuk itu mohon kerja samanya!!" Pemuda itu kemudian membalas jawaban Bryan tersebut.
"Baiklah,tidak masalah" Bryan mengikuti nya tanpa pertanyaan lagi.
Nett yang saat itu terlihat diam dan hanya mengikuti Bryan tentang rencana selanjutnya.
Kemudian kedua pemuda tersebut segera berjalan dituntun oleh sekelompok pemuda tersebut yang mengelilingi mereka.
Bryan saat itu berharap kelompok tersebut membawanya pada ruang kaca itu dan bertemu dengan Floyd,namun mereka diarahkan ketempat lain dengan ruangan yang berada sedikit terpisah dari ruang kaca tersebut.
__ADS_1
Ketika berjalan saat berbelok ke sebuah ruangan yang dituju mata Bryan saat itu menatap pada Floyd,dan di samping orang itu terlihat pemuda yang tidak asing baginya duduk bersebelahan bersama Pria tersebut.
Dengan kejadian itu,Bryan semakin tertarik dengan keadaan ini.
Perlahan Bryan mengeluarkan sebuah senyum dingin yang di tatap oleh Floyd dan juga Pemuda yang berada di samping nya itu.
Dan kemudian terus melangkah maju mengikuti kelompok Pemuda yang mengelilingi mereka sambil menuntun keruangan yang telah disiapkan itu.
"Bryan,apa kau melihat sesuatu?" Nett perlahan mendekat dan berbisik pada Bryan.
"Ya,semua yang kita butuhkan ada disini! Jadi ini adalah satu kesempatan besar,jangan sampai semua ini sia sia" Jawab Bryan kembali.
"Apa kau yakin dengan semua rencana ini?" Kemudian Nett kembali bertanya dengan perasaan yang masih takut dan juga penasaran.
"Jalan kan saja dan tetaplah fokus!" Bryan kembali menjawab pertanyaan dari pemuda itu lagi.
Setelah sekian lama akhirnya mereka telah sampai pada sebuah ruangan yang di tuju.
Di Sana terlihat sebuah meja dan juga kursi lengkap dengan menu makanan lezat juga tersedia beberapa gelas teh hangat.
Kemudian kedua pemuda tersebut diizinkan untuk duduk dan menikmati semua itu sampai seseorang datang menemui mereka.
Bryan yang sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu dengan santai menikmati menu gratis yang tersedia didepan nya, namun Nett yang masih dalam keadaan takut hanya melihat Pemuda tersebut menikmati hidangan itu.
"Bryan,apa yang ada dalam dirimu? Bagaimana kau masih bisa menikmati semua itu dalam keadaan seperti ini?" Nett berusaha bertanya dengan sikap yang ditunjukkan Bryan tersebut.
"Makan saja semua,ada saatnya dimana kita tidak mendapatkan makanan meskipun memiliki uang yang banyak! Jadi nikmati saja semua yang masih bisa kita rasakan itu!" Bryan menjelaskan semua yang ada dalam pikiran nya dengan mulut penuh dengan makanan.
Bagaimanapun semua yang Bryan katakan ada benarnya,ketika di medan perang pemuda tersebut sangat sulit untuk mendapatkan makanan meskipun Bryan adalah Tuan muda keluarga Rockstone sekaligus penerus tahta pemimpin utama dalam keluarga ini yang mempunyai kekayaan dan kekuasaan sebagai dewa!! Apapun yang di inginkan nya saat itu dapat dipenuhi,namun ketika berada pada situasi perang tersebut mereka seperti orang yang sudah tidak lagi hidup karena mereka tidak lagi bisa bebas seperti manusia pada umum nya bahkan hanya memakan apa yang terlihat dan bisa di nikmati meskipun itu tidak lah enak.
Itu sebab nya Bryan tidak pernah meninggalkan apapun yang berhubungan dengan makanan.
__ADS_1
"Mungkin aku tidak mengerti dengan yang kau ucapkan ,tapi bisa saja itu telah terjadi padamu bukan? Sehingga kau dapat menikmati apapun yang terjadi dalam keadaan seperti ini?" Nett berusaha untuk tetap memahami yang dikatakan Bryan itu.
"Ya, mungkin saja!" Bryan menjawab perkataan Nett dengan mengangkat kedua bahunya.
Nett juga mencoba meniru apa yang dilakukan Bryan,satu persatu hidangan tersebut telah dinikmatinya.
Didepan kedua pemuda tersebut masih berdiri beberapa orang yang mengawal mereka ketika berjalan memasuki ruangan saat ini.
Terlihat dari semua tatapan mereka begitu ingin menikmati makanan yang telah di santap kedua pemuda tersebut.
Saat pikiran para pengawal itu terlena,tiba tiba sebuah pintu terbuka.
Barisan pengawal itu kembali bersikap dengan tegak menunjukkan bahwa semua nya telah hormat sebagai bentuk penyambutan dengan kedatangan orang yang baru masuk tersebut.
Orang itu perlahan melangkah maju menuju kedua pemuda yang masih asik memakan semua hidangan tersebut.
Setelah orang itu berada didepan kedua pemuda tersebut,kemudian orang tersebut duduk dan menatap kedua pemuda yang ada didepan nya tersebut.
"Tidak butuh waktu lama,kita kembali bertemu!" Orang tersebut memulai pembicaraan.
Tidak salah lagi,orang tersebut adalah Reon Coverdale yang baru saja mereka jumpai saat makan di sebuah cafe ketika akan pergi ke Ring Bawah ini siang tadi.
"Ya, aku yakin hal ini tidak kebetulan!" Jawab Bryan yang masih mengunyah makanan nya.
"Baiklah,kali ini tidak perlu berbasa-basi basi lagi!!" Apa tujuan kalian datang kesini?" Reon memulai pertanyaan.
"Hanya ingin melihat kondisi bagian dalam gedung ini?" Jawab Bryan santai sambil menghentikan makan nya dan mencuci tangan pada sebuah mangkuk air.
"Sungguh sebuah keberanian!!" Reon berkata dengan cibiran.
"Aku merasa itu tidak masalah bukan?" Bryan kembali membalas perkataan pemuda itu.
__ADS_1
"Floyd mengatakan bahwa Franky seorang petarung kesayangan nya telah lama tidak hadir ke tempat ini,apakah semua itu ada hubungan nya dengan kalian berdua?" Reon terus melontarkan pertanyaan yang menyudutkan.
"Aku tidak keberatan mengatakan tidak,tapi Franky ada di sana!! Silahkan tanya saja padanya langsung" Bryan yang masih punya cara untuk menepis setiap perkataan pemuda tersebut berusaha menghindar dari tuduhan.