Perjuangan Pemuda Kembali Pada Kejayaan

Perjuangan Pemuda Kembali Pada Kejayaan
Bab 25. Kedatangan Rayden


__ADS_3

"Willy,aku baik baik saja!! Jangan khawatir" Bryan menjawab perkataan gadis itu dengan senyuman lepas.


Setelah itu Bryan berjalan perlahan menjauh dan mencari tempat duduk di sudut ruangan.


Ketika itu Elsa melirik pada Bryan saat pemuda itu berjalan menuju tempat duduk tersebut.


Disaat Bryan telah duduk dengan santainya hal pertama yang dilakukannya adalah memandang pada Elsa,ketika pandangan mereka bertemu gadis itu terlihat canggung dan memalingkan wajahnya pada Willy yang memegang kantong plastik pemberian Bryan tersebut.


Kemudia terdengar suara dari Ristia " Willy, apa kau mau memperlihatkan apa yang dibawa pecundang itu?"


Dengan nada yang terdengar mengejek,Ristia mencoba memprovokasi gadis tersebut supaya mereka mengetahui tentang isi didalam kantong plastik hitam itu.


"Boleh saja,aku merasa senang dengan pemberian Bryan!! Dia adalah pemuda yang baik" Jawab Willy senyum memandang pada Bryan.


Bryan juga membalas senyuman ketika mendengan perkataan gadis itu.


Saat itu juga Willy membuka kantong plastik yang dibawa oleh Bryan,dan mengeluarkan isi dari dalam kantong tersebut.


Melihat apa yang terjadi semua orang diruangan tersebut terkejut setengah mati.


Semua pasang mata didalam ruangan tersebut terbuka lebar dan juga diikuti oleh mulut yang menganga.


Orang pertama yang berbicara adalah Yelsi " Aa ap apakah itu tas Hermes Phoenix Unlimited Edition?"


Tidak ada yang benar benar menjawab pertanyaan dari gadis tersebut,semua orang masih dalam keadaan yang sama saat melihat benda itu dikeluarkan.


Saat ini Bryan berniat ingin mengungkapkan identitasnya mengingat apa yang pemuda itu lihat ketika Elsa turun dari kendaraan mewah bersama seorang laki laki yang tampak kaya itu.


Pikiran pemuda itu telah berubah,baginya semua gadis sama saja!! mereka hanya selalu mengutamakan seorang Pria yang banyak uang.


Namun saat ini Elsa juga terkejut dengan pemandangan yang gadis itu lihat,kado kantong plastik itu benar benar berisi tas Hermes Phoenix yang semua gadis inginkan saat ini.


Melihat apa yang terjadi Elsa yang saat itu terkejut mengembalikan kesadarannya dan menatap Bryan.


Gadis cantik itu tiba tiba memasang wajah yang tidak baik saat memandang Bryan.

__ADS_1


Ketika itu juga Bryan yang juga melirik kearah gadis tersebutpun merasa tidak enak.


Elsa yang biasa nya selalu mencuri pandang pada pemuda itu tidak lagi tertarik untuk menatapnya,gadis cantik yang begitu mulus itu memalingkan badannya membelakangi Bryan setelah kejadian ini dan tidak lagi memperlihatkan wajahnya pada pemuda itu.


Bryan merasa hal ada hal yang salah saat ini,pemuda itu bertanya pada pikirannya.


Apakah gadis itu cemburu pada Willy? Tapi Elsa tidak pernah melakukan tindakan seperti ini setiap Bryan berjumpa dengan nya dikampus saat bersama Willy.


Apa sebenarnya yang terjadi? Bryan merasa ada hal aneh yang dirasakannya.


Disaat Bryan berpikir dengan keras tiba tiba satu suara wanita memecah keheningan.


"Aku pernah melihat tas Hermes Phoenix yang asli!! Harganya tidak masuk akal,jadi apakah benar Bryan dapat membeli tas itu?" Ristia memberikan komentar pertamanya.


"Bryan!! Dimana kau membeli tas itu?" Nelda mencoba bertanya dengan lembut pada Bryan,jika itu asli maka gadis tersebut tidak akan segan segan untuk merayu pemuda tersebut demi mendapatkan tas Hermes Phoenix tersebut.


"Ooh aku hanya membeli tas itu saat berjalan menuju acara ini tadi,kebetulan aku melihatnya dan menyempatkan untuk membeli barang itu!" Jawab Bryan menjelaskan.


"Hahaha ternyata dugaan ku benar,itu hanya tas Hermes Phoenix palsu yang berada dijalanan,hampir saja aku tertipu" Ristia yang saat itu tertawa kembali memberikan komentarnya.


"Apa? Itu barang palsu,pecundang ini benar benar sudah keterlaluan dengan membawakan tas seperti itu untuk acara temannya" Nelda yang saat itu berkata mempercayai Ristia,walaupun hal tersebut tidak begitu masuk akal baginya namun itu lebih baik dari pada jika Bryan benar benar membeli yang asli dan mereka akan terlihat seperti orang bodoh dimata pemuda tersebut.


Mendengar penjelasan itu,semua gadis yang awalnya terkejut dengan semua itu akhirnya menertawakan Bryan kembali.


Namun hal berbeda yang ditunjukkan Elsa,gadis itu kembali menatap Bryan dengan wajah yang sedikit berubah lebih baik saat pandangan mereka bertemu.


Saat itu Bryan mulai berpikir lagi tentang gadis tersebut.


Elsa tidak punya masalah ataupun hubungan dengan nya tapi kenapa gadis tersebut terlihat begitu tidak baik saat tahu bahwa Bryan membeli barang tersebut adalah asli dan setelah dia mengetahui bahwa tas itu palsu wajahnya kembali bersahabat kembali?


Apakah gadis tersebut tidak menyukai pemuda yang terlihat kaya atau semacamnya? Pemuda itu kembali melakukan tanya jawab dengan isi kepalanya sendiri.


Memikirkan itu Bryan mencoba untuk tenang dan mengurungkan niat nya untuk membuka identitas aslinya tersebut.


Saat bersamaan ejekan dan cemooh telah banyak dilemparkan pada pemuda tersebut,namun Bryan tidak memperdulikan tentang itu.

__ADS_1


Pemuda tersebut masih terlihat duduk dengan santai seperti biasanya tanpa terprovokasi oleh orang disekitarnya itu.


Mendengar perkataan semua orang Willy tidak lagi tahan untuk membela Bryan.


"Aku sangat menyukai tas ini Bryan" Willy yang tiba tiba berbicara ketika semua orang mengejek pemuda tersebut.


Gadis gadis yang mencemooh pemuda itupun terdiam.


Mereka tidak lagi bisa memprovokasi Bryan karena Willy telah menerima hadiah tersebut dengan senang hati.


Meskipun Willy sedikit kecewa dengan pemberian Bryan bahwa tas itu palsu,namun gadis itu tetap berterimakasih.


Menurut Willy akan lebih bahagia jika gadis tersebut dibelikan tas murah dipinggir jalan oleh Bryan dengan jelas dari pada memberikannya tas mahal tapi palsu demi menyenangkan orang lain.


Namun Bryan tetaplah sahabat nya,jadi apapun yang terjadi untuk membantu pemuda itu akan dilakukannya.


Mendengar apa yang dikatakan Willy kemudian Bryan membalasnya dengan berkata sambil tersenyum "terimakasih Willy!!"


Disaat bersamaan Elsa terlihat begitu lega dengan apa yang dikatakan Bryan,bahwa pemuda itu tidak menyangkal tentang keaslian tas tersebut.


Hal itu menguatkan pikiran Bryan bahwa semua yang ada dikepalanya adalah kebenaran tentang ketidaksukaan gadis tersebut pada pemuda yang selalu pamer harta,tapi siapakah pemuda kaya yang membawa mobil sport yang cukup mencolok jika dibandingkan dengan pemuda kaya dikampus mereka yang telah mengantarnya itu? Bryan kembali mencoba untuk menanyakan hal tersebut pada dirinya.


Ketika kepalanya berpikir dengan keras tiba tiba Rayden dan rombongan nya memasuki ruangan itu.


"Haii semua" Rayden menyapa dengan hangat.


Semua gadis diruangan tersebut begitu semangat membalas sapaan dari Pemuda itu.


"Haii juga Rayden" Jawab semua gadis serentak.


Dimanapun Pemuda itu berada,Rayden merasa panggung untuk nya berdiri demi perhatian sudah disiapkan.


Hal tersebut sangat menyenangkan baginya.


Disaat senyum kebahagiaan nya begitu lebar tiba tiba menghilang saat melihat seseorang yang duduk di bangku bagian ujung.

__ADS_1


__ADS_2