
Gadis itu tersenyum dan berkata "terimakasih Tuan!"
Bryan hanya membalasnya dengan anggukan dan segera berjalan menuju gadis pendiam yang juga merupakan rombongan dari Fred tersebut.
Saat berdiri didepannya Bryan memberikan satu tas Hermes Phoenix itu padanya dan berkata "ini untukmu,dan pakailah!"
Gadis itu terkejut seakan tidak percaya,bahwa saat ini tangannya memegang sebuah tas yang bahkan tidak pernah hadir dalam mimpinya tersebut.
"Ap apakah ini sungguhan,Tuan?" Jawab gadis itu masih dalam keterkejutan.
"Yaa" Balas Bryan singkat dan berjalan menuju Manager toko sambil melihat Kepala pelayan yang mulutnya masih terbuka lebar tersebut.
Kemudian Bryan berdiri tepat didepan Manager toko yang masih ketakutan tersebut.
"Aku rasa kau harus mempertimbangkan kepala toko selanjutnya untuk kemajuan bisnis ini" Bryan berkata pada Manager toko tersebut dan melirik Pelayan baru saat kalimat dari perkataannya itu berakhir.
Saat ucapannya selesai Bryan berjalan dengan santai menuju pintu keluar tanpa memperdulikan siapapun lagi.
Semua orang yang berada didalam toko hanya bisa melihat punggung Pemuda itu berjalan yang perlahan menjauh.
Saat itu mereka masih belum bisa mengendalikan dirinya masing masing,tubuh mereka terasa kaku dengan kejadian tersebut.
Setelah Bryan benar benar hilang saat itu terdengar suara seseorang yang marah,manager toko tersebut tiba tiba bersuara mengarah pada Kepala pelayan toko itu "Lolita,kau baru saja merusak citra toko ini!!"
"Maaf Tuan,saya tidak tahu bahwa Pemuda itu adalah seorang yang begitu kaya" Jawab kepala pelayan toko tersebut.
"Aku tidak dapat menyalahkan mu,tapi pesan dari seseorang yang hebat adalah saran yang bagus untuk perkembangan bisnis ini" Kemudian Manager toko kembali berkata.
Melihat kejadian itu empat orang yang merupakan satu rombongan itu perlahan berjalan keluar dari dalam toko tersebut.
Seorang gadis yang mendapatkan sebuah barang yang tidak disangka sangkanya itu masih terbawa suasana yang belum bisa dipahaminya.
"Reni,apa yang kau lakukan disana? Ayo segera keluar!" Teriakan Vinny yang merupakan teman satu rombongan nya itu.
Gadis pendiam bernama Reni dari keluarga Climb yang mendapatkan tas Hermes dari Bryan tersebut tersentak dan segera berjalan menuju arah teman temannya tersebut.
__ADS_1
Didalam ruangan manager toko masih dalam keadaan tidak baik,pemilik toko tersebut kehilangan kesempatan untuk lebih dekat dengan orang orang berpengaruh seperti Bryan yang merupakan Pemuda kaya.
"Aku memberikan jabatan Kepala Pelayan pada Yossie Longer untuk saat ini,aku tidak mau mengambil resiko lebih banyak jika Pemuda itu kembali datang nantinya" Manager toko kemudian memberikan penjelasan pada Lolita sebagai Kepala Pelayan Toko saat ini dan menggantikan posisinya itu dengan Pelayan Baru tersebut.
Gadis Pelayan Baru yang mendapatkan tas berwarna hitam dari Bryan tersebut bernama Yossie,dan Pelayan tersebut secara tidak langsung telah direkomendasikan oleh Bryan untuk menggantikan jabatan yang dipegang Lolita karna tata cara melayani tamu yang ditunjukkannya sangat berbeda!! Yossie jauh lebih baik dalam penilaian Pemuda kaya yang merupakan orang berpengaruh menurut Manager toko tersebut.
Mendengar yang dikatakan Manager toko itu Lolita tidak bisa berbuat apa apa lagi,karna itu adalah kesalahannya.
"Baik Tuan!" Jawab Lolita pasrah.
Saat itu Yossie mendengar percakapan mereka dan berkata "maaf Tuan,mungkin sebaiknya hal ini tidak segera dilakukan!! Berikan kesempatan pada Nona Lolita untuk membuat toko ini lebih maju dari sebelumnya!! Mungkin itu adalah yang terbaik saat ini"
Ketika itu juga Lolita yang sudah pasrah dengan keadaan mengarahkan pandangan nya pada Yossie yang masih peduli dengannya meskipun kesalahan yang diperbuat gadis itu adalah hal yang cukup besar dalam kemajuan Toko tersebut. Namun Yossie masih percaya padanya dan membuatnya begitu terharu.
"Baiklah! Aku berikan satu kali kesempatan padamu,layani tamu dengan baik" Jawab manager toko itu lagi dan segera pergi dari ruangan tersebut.
Ketika Manager toko telah jauh kemudian Lolita berjalan menuju Yossie dan berterima kasih atas kepercayaan gadis itu padanya.
Disisi lain rombongan yang terdiri dari lima orang tadi tengah membicarakan tentang tas pemberian dari Bryan sang Pemuda Kaya.
"Vinny,tas itu mahal sekali!! Tapi aku berjanji untuk membelikan mu tas itu nanti,percaya padaku" Jawab Fred meyakinkan pacarnya itu.
"Aku tidak menyangka Pemuda itu begitu kaya dan mempesona!!" Seketika Vinny teringat dengan Bryan yang terlihat gagah dalam pikirannya membuat pipi pada wajahnya memerah.
"Vinny,apa kau jatuh cinta padanya?" Fred kemudian merasa perkataan gadis itu tidak baik.
"Kau bodoh,gadis mana yang tidak suka dengan Pemuda tampan dan kaya seperti orang itu?" Vinny yang tengah asik dengan lamunannya membayangkan Bryan tiba tiba memasang raut yang tidak enak sambil menatap Fred.
"Iyaa sayang,aku juga akan seperti Pemuda itu untuk dan mencintaimu selamanya" Fred kemudian berkata lembut agar Vinny tidak marah padanya.
Pada akhirnya mereka bercerita tentang kejadian kejadian yang terjadi ditoko tersebut dan berlalu pergi...
Saat ini Bryan berjalan dengan memegangi kantong kresek berwarna hitam yang berisikan tas Hermes Phoenix.
Pemuda itu berjalan dengan santai menuju sebuah undangan dari temannya Willy.
__ADS_1
Sahabatnya itu ingin menjodohkan Bryan dengan seorang gadis yang baru saja pindah kekampus mereka saat ini.
Sebenarnya Bryan tidak tertarik tapi demi menghargai Willy ,pemuda itu menyempatkan diri untuk datang.
Setelah jauh berjalan dari kejauhan terlihat sebuah rumah yang penuh dengan anak kuliahan ,beberapa orang disana tidak asing baginya melainkan teman satu kampus dengan Pemuda itu juga.
Bagaimanapun pesta yang berlangsung tersebut bertujuan untuk memperkenalkan gadis itu pada teman teman satu kampus nya juga.
Begitu Bryan sampai digerbang taman rumah itu,pandangannya tertuju pada ketiga sahabat satu kos nya yang telah lebih dulu hadir.
"Bryan!! Akhirnya kau datang juga" Pider yang juga melihat Bryan langsung menyambutnya.
"Ini acara teman kampus kita!! Jadi aku akan hadir" Jawab Bryan pada teman nya itu dengan candaan.
"Kemana saja kau tadi Bryan?" Rega juga ikut bertanya.
"Aku membeli kado untuk teman Willy!!" Bryan menjawab sambil tersenyum.
"Ternyata teman kita sudah jatuh cinta lebih dulu" Alben yang mendengar perkataan Bryan ikut bicara sambil mengejek Pemuda itu seperti biasa.
Kemudian mereka hanya tertawa bersama.
Dari dalam ruangan terlihat Willy yang melihat kekiri dan kekanan seakan menunggu seseorang,saat itu pandangan nya tertuju pada Bryan dan segera gadis itu memanggilnya "Bryan,sini!"
Bryan yang sedang asik bersama temannya bercanda sambil memegang kantong plastik yang berisi tas Hermes itu pun melihat kearah Willy.
Setelah itu Bryan berkata pada teman teman nya " Aku ketempat Willy dulu sebentar"
"Baiklah" Jawab teman teman nya serentak.
Saat Bryan berjalan menuju kearah Willy,tiba tiba sebuah mobil sport mewah berhenti didepan gerbang taman rumah tempat mereka mengadakan acara tersebut.
Semua mata tertuju pada Kendaraan yang telah terparkir itu.
Bagaimanapun mereka baru pertama kali melihat mobil sport seperti yang saat ini mereka pandangi.
__ADS_1