Pernikahan Kita

Pernikahan Kita
Gosip


__ADS_3

Luna dan Shin kembali berdamai sejak hari itu. Keduanya tidak lagi mengungkit pertengkaran yang terjadi. Meskipun awalnya canggung, keduanya bisa kembali berbincang dengan baik. Semuanya kembali normal walaupun sebenarnya tidak ada kata normal di dalam pernikahan mereka. Hingga satu hari, berita buruk datang tanpa disadari.


“Bagaimana ini bisa terjadi?!!” Anna langsung menghampiri ruangan Luna dengan marah. Ia melempar tablet digital ke meja putrinya. Wanita itu hanya bisa terdiam. Ia juga tidak tahu.


“Kau ingin mempermalukan ibu sekarang?!!”


“Apa Ibu sedang menyalahkanku?!” Luna menatap Anna penuh heran.


Pagi ini sebuah artikel internet dimuat. Di dalamnya terdapat foto Shin sedang berpelukan dengan wanita lain. Pria itu diterpa skandal perselingkuhan.


“Apa menurutmu Shin akan meninggalkanmu jika kau menjadi wanita yang sempurna untuknya?! Kau tidak berusaha keras untuk menjadi istri yang baik! Dan pada akhirnya inilah yang terjadi!!” Anna menarik kerah baju Luna lalu mendorongnya kembali. Ia benar-benar marah dan frustasi.


“Ibu sudah membantumu sejauh ini dan kau malah merusaknya?! Aku kira aku tidak melewatkan apapun, tapi pada akhirnya inilah terjadi!” Anna tampak menggila. “Apa kau ingin mencoba membunuhku dua kali?!” Anna kembali menarik pakaian Luna dan menatap matanya tajam.


“Apa maksud ibu?” Luna benar-benar tidak memahami kegilaan Anna. Ia merasa saat ini, wanita di hadapannya itu bukan lagi ibunya.


“Kau menghancurkan segalanya!!!” Anna kembali mendorong Luna. Wanita itu hampir terjungkal. “Kenapa kau melakukan ini kepadaku?!! Jika saja kau berusaha dengan keras!!” Anna mulai mengobrak-abrik meja kerja Luna. Ia membanting semua barang di meja sambil berteriak.


“Kenapa ibu seperti ini?” Luna yang kebingungan mencoba mendekati ibunya perlahan.


“Itu karena kau!! Bukankah ibu sudah bilang kepadamu untuk memperlakukan Shin dengan baik?! Lalu apa yang kau lakukan?!! Kau membuat dia berpaling kepada wanita lain?!! Kau membuat semua orang tahu bahwa suamimu berpaling kepada wanita lain?!! Sudah aku bilang untuk tidak mengacaukan pernikahanmu!! Tapi apa sekarang?!! Kau mempermalukan Ibu!!” Untuk pertama kalinya Anna menjambak rambut putrinya sendiri. wanita itu tampak tidak stabil secara mental. Luna mengeram kesakitan.


Tak berselang lama, seorang pria berjaket hitam masuk ke ruangan itu dan segera menghampiri keduanya. Ia melepaskan tangan Anna dari Luna dan menarik wanita itu ke belakang punggungnya.


“Apa yang sedang Anda lakukan?! Bukankah Anda sudah keterlaluan?!” Pria itu terlihat sangat marah.


“Apa?!” Anna terkejut melihat kedatangan Shin. Ia tidak bisa berkata apa-apa.


“Jika anda ingin menyalahkan seseorang, maka orang itu adalah saya! Jangan pernah memperlakukan Luna dengan kasar seperti ini! Saya tidak akan pernah membiarkan hal ini terulang lagi!” Shin menggenggam tangan Luna erat-erat dan membawanya pergi. Sementara itu, Anna hanya bisa mematung. Entah mengapa ia merasa begitu buruk di hadapan menantunya.


“Apa kau baik-baik saja?” Shin menengok dan menanyai Luna yang menghentikan langkahnya setelah keluar dari ruangan kantor. Beberapa pegawai memperhatikan. Mungkin mereka juga mendengar kemarahan Anna sebelumnya. Semua orang maencuri pandang dan hanya bisa diam seolah tidak mendengar apapun sebelumnya.


“Aku tidak sanggup berjalan dan ingin menangis.” Luna berkata lirih. Ia tampak menahan emosinya sekuat tenaga.

__ADS_1


Shin mengerti. Ia menatap sekitar dan menyadari seluruh pegawai di ruangan itu memperhatikan. Mereka juga tampak khawatir melihat Luna, tapi Shin tidak ingin membuat kehebohan di gedung itu.


“Kalian sebaiknya tidak bertanya-tanya atau membuat gosip tentang hal ini. Apa yang terjadi hari ini, aku harap kalian melupakannya seakan tidak pernah melihat apapun. Kalian mengerti?!” Shin memberi peringatan kepada orang-orang itu. semua orang kembali menyibukkan diri dengan pekerjaannya masing-masing.


“Jangan khawatir aku akan menggendongmu. Naiklah ke punggungku dan sembunyikan wajahmu.” Shin berjongkok memunggungi Luna. Ia tampak bersugguh-sungguh.


“Apa yang kau lakukan? Kau membuatku malu!” Luna berbisik.


“Kau bilang tidak sanggup berjalan.” Shin protes.


“Aku bisa melakukannya!” Luna kembali berjalan. Ia mempercepat langkahnya hingga memasuki lift.


Begitu lift menutup, Luna terduduk lemas. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Air matanya tak mampu lagi dibendung. Sebelum akhirnya pintu lift terbuka, Shin dengan cekatan melepas jaketnya dan menutupi kepala Luna dengan itu. Dan begitu pintu terbuka, Shin menarik tangan Luna dan menggendong wanita itu di punggungnya lalu dengan segera keluar dari gedung.


^^^^


Shin memutuskan untuk pergi ke tepi pantai yang jauh dari tengah kota hingga ia yakin tidak akan ada yang mengenali mereka berdua di tempat itu dan dapat membuat Luna lebih tenang. Keduanya kemudian duduk di salah satu bangku yang ada di sana.


“Apa itu tentang berita tadi pagi? Kenapa tidak memberitahuku?” Shin mencoba bertanya kepada Luna setelah ia mulai tenang. Ia baru tahu sesaat sebelum datang ke kantor Luna.


“Kau memang aneh.” Shin tersenyum. Kenapa juga Luna tidak mau mengatakannya? “Apa kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka?” Shin kembali bertanya sambil mengecek jika ada luka di tubuh wanita itu.


“Aku tidak terluka tapi juga tidak baik-baik saja.” Luna menatap Shin. Ia mengatakan yang sejujurnya.


“Butuh pelukan?” Shin menawarkan diri. Wanita itu mengangguk. Perlahan Shin mendekat dan memeluk Luna lembut.


“Apa berita itu benar?” Luna bertanya dalam pelukan Shin.


“Jika itu benar, apakah kau akan marah?” Shin balik bertanya.


“Kau ingin aku marah?”


“Hmm..”

__ADS_1


“Itu mungkin wanita yang membuatmu melakukan pernikahan kontrak ini. Aku hanya marah karena kau tidak memberitahuku sebelumnya.”


“Jadi kau tidak marah karena aku bersama wanita lain?” Shin melepaskan pelukannya dan menatap Luna. Ia sedikit kesal.


“Apa kau benar-benar ingin aku marah?” Luna kembali bertanya dengan polos.


“Kau anggap aku ini apa?” Shin benar-benar melepaskan pelukannya. “Saat kau tahu suamimu berselingkuh bukankah seharusnya kau marah? Kau sangat aneh!”


“Kenapa kau kesal? Itu karena aku sadar kalau kau hanya suami kontrakku.” Luna kembali berkata polos. “Itu adalah masalah percintaanmu, bagaimana bisa aku ikut campur?”


“Aku minta maaf karena berita itu. Aku juga minta maaf karena pernikahan kontrak ini.” Shin merasa menyesal dan bersalah. “Sebenarnya Aku minta maaf untuk segalanya.”


“Aku bersyukur kok menikah denganmu. Jadi jangan terlalu merasa bersalah walaupun aku tahu kau memang memiliki kesalahan.” Luna tersenyum simpul.


“Ibuku bercerai dengan ayah saat aku berumur lima tahun. Semuanya berubah dalam sekejap. Ibu menjadi dingin dan begitu protektif juga posesif. Malam itu, aku menangis ketakutan di tengah pecahan-pecahan kaca. Ibu terkapar di hadapanku dan tidak sadarkan diri. Aku menunggunya membuka mata sampai tidak sadar aku sendiri terluka. Saat aku bangun keesokan harinya aku sudah ada di rumah sakit. Untuk beberapa saat ibu tidak mengenaliku. Ia hanya diam di ranjang pasien. Untuk ukuran anak lima tahun, aku sudah mulai mengerti luka ibu karena perceraian. aku takut membayangkan ibu akan terkapar lagi dan mungkin tidak pernah bangun. Itu sangat menakutkan. Jadi aku mulai berusaha menjadi anak yang penurut dan menahan diri. Meskipun aku tidak menyukainya, aku sebisa mungkin menahan diri dan tersenyum di hadapannya. Aku pikir hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menyembuhkan luka ibu. Setelah kejadian hari ini, aku tahu semua yang aku lakukan tidak ada artinya bagi ibu. Ia hanya terobsesi pada kehidupanku. Ibu ingin hidupku sempurna sesuai dengan ekspektasinya. Ia mencoba menghidupkan Luna sesuai dengan keinginannya. Ibu tidak pernah sekali pun peduli pada perasaanku sebagai putrinya.” Luna mulai bercerita tanpa diminta. Ia membuka kotak rahasianya sendiri.


“Itu pasti menyakitkan.” Shin menggenggam tangan Luna dan mencoba memahami wanita itu. “Mulai sekarang jangan pernah menahannya sendiri.” Ia melanjutkan.


“Bagaimana bisa aku melakukannya jika jelas aku tahu kau akan melepaskan genggamanmu?” Luna memandangi tangan Shin yang menggenggamnya. Wanita itu paham betul kalau perlakuan baik Shin kepadanya hanya akan bertahan genap tiga bulan.


“Apa sekarang Kau sedang membujukku untuk membatalkan kontrak?” Shin menaruh curiga. Ia tersenyum mendengar perkataan Luna. Wanita itu seolah menyukai Shin sebagai suaminya dan ingin terus hidup bersama.


“Aku ingin menyelamatkanmu dari menjadi seorang brengsek.” Luna tersenyum. Ia benar-benar ingin Shin mempertimbangkannya.


“Bagaimana caranya? Semua orang sudah tahu bahwa aku brengsek karena artikel itu.” Shin menanggapi Luna dengan santai.


“Jika kau setuju, aku akan membantumu menyelesaikannya.” Luna kembali memberi tawaran.


“Aku akui Kau sangat pintar membuat penawaran. Bukankah seharusnya kau tidak boleh mengatakan hal itu? Jelas kita sudah menandatangani kontrak. Kau ingin membuatku goyah? Kau pikir aku akan menyukainya?” Shin berkomentar dengan santai.


“Kalau begitu mungkin aku harus membuatmu menyukainya dulu....” Luna menanggapi dengan polos.


“Jawaban yang bagus. Semoga berhasil.” Shin tertawa geli sambil memandangi wanita di sampingnya. Pria itu lalu mengusap rambut Luna lembut. Sepertinya ia mulai menyayangi wanita itu dengan tulus.

__ADS_1


^^^^


__ADS_2