
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu sahabat-sahabat
Sementara orang tua yang berada di dalam kamar tersebut sedang membicarakan banyak hal seperti 1 abad baru ketemu...fajar, shasya dan Putri lebih memilih duduk di samping ranjang Ira
"kok Ira bisa kecelakaan?"tanyak fajar tiba-tiba kepada shasya dan Putri
"kita berdua juga belum tau penyebabnya tapi kata ayah sedang di proses nanti juga kita tau apa penyebabnya sampai Ira bisa seperti sekarang ini"jawab putri
"kasihan sekali Ira"kata fajar
"hmm Iyya mukanya sangat pucat kami tidak tega melihat nya seperti ini"kata shasya yang terlihat sedih
"kalian tidak sekolah?"tanyk fajar
"kami minta cuti"jawab shasya dengan enteng
"kakak sendiri tidak sekolah...kok ke sini?"tanyak putri
"aku juga cuti"jawabnya
"wah mentang mentang anak dari pemilik sekolah jadi seenaknya minta cuti padahal kamu tidak mempunyai kesibukan yang mendesak tidak seperti dengan kami berdua harus menemani Ira berobat luar negeri"jelas shasya panjang kali lebar
"hmm ini juga ayah yang suru aku ikut ke sini"jawab fajar
"oh gitu yah...wajar sih karna ayah Adam dengan ayah kamukan bersahabat"kata putri
"nah itu tau"jawab fajar
pukul 22.00 Ira mulai menggerakkan tangannya dan membuat semua orang yang ada di dalam ruangan bahagia dan segera memanggil dokter.
"bagaimana dok keadaan putri saya apakah Ira akan segera siuman dari komanya?"tanyk hawa yang sudah tdk sabar menunggu anaknya siuman
"Alhamdulillah udah ada kemajuan tapi belum ada tanda-tanda kalau putri ibu akan siuman..."jawab dokter
"tapi kok tangan nya bergerak dok"tanya fajar tiba-tiba
"oh itu hanya refleks dari pasien namun semonga dengan itu pasien bisa siuman"ucap dokter
"amin ya Allah"jawab semua orang yang ada di dalam ruangan
"saya permisi dulu"pamit dokter
"kami juga pamit ya Dan soalnya udah tengah malam kalian pasti ingin istirahat besok kita ke sini lagi"ucap Danil
"kalian belum mau kembali ke Indonesia"tanya Adam
"belum kami masih ingin ke sini,atau kamu udah bosan lihat aku"tangan Danil
"ngak gitu bro heheh"jawab Adam dan seluruh ruangan ketawa namun pelan karena sekarang mereka sedang di rumah sakit
"besok juga Ridwan ke sini jadi itu kenapa aku belum pulang"ucap Danil sambil menuju pintu
"om Tante kami pamit dulu assalamualaikum"pamit fajar lalu mencium tangan kedua orang tua Ira lalu berjalan menuju rajangan di mana Ira terbaring dan fajar pun mengelus kepala Ira lalu berkata cepat sembuh namun hanya dia yang dapat mendengar nya
"kami pamit dulu ya"ucap bunda fajar
"Iyya kalian hati hati ya terimakasih udah kesini"jawab bunda hawa
sekarang sudah sepi tinggal mereka ber 5 di ruangan termasuk Ira yang sedang terbaring
"nak kalian tidur ya biyar bunda yang jaga Ira"ucap hawa
__ADS_1
"bunda aja yang tidur shasya belum ngantuk"
"putri juga belum ngantuk Bun"
"sebaiknya ayah dan bunda tidur duluan"ucap shasya
"tapi ngak ngerepotin shasya sama putri"kata bunda hawa
"ngak kok Bun "jawab mereka berdua
"terimakasih ya nak bunda dan ayah tidur duluan kalau ada sesuatu bangunkan ayah sama bunda "kata bunda hawa
"siap Bun"
sepanjang malam shasya dan Putri melangtungkan ayat-ayat suci Al-Qur'an mereka berharap Ira akan segera siuman dan bisa kembali ke Indonesia mereka juga melaksanakan shalat malam.
tidak terasa mereka berdua tertidur di samping Ira sambil memegang tangan sahabatnya....
bunda hawa terbangun dan melihat shasya dan Putri tertidur pulas di samping putrinya...bunda hawa pun menyelimuti ke tiga anaknya dia merasa sangat bersyukur memiliki tiga anak yang sangat Sholehah....
ππππ
keesokan paginya pintu kamar Ira sudah di ketuk dari luar...
"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu om Tante, shasya putri"salam fajar
"wah sepagi ini nak fajar udah ke sini"sambut hawa
"Iyya Tante ini fajar bawa serapan untuk semua orang di sini, ini dari bunda "ucap fajar
"terimakasih nak sudah repot-repot tapi bunda sama ayah kamu kemana kok ngak ikut"tanyk Adam kepada fajar
"oh ayah sama bunda kembali ke Indonesia dulu sebentar tapi sebentar siang udah ke sini lagi kok"jawab fajar
"bunda sama ayah aja dulu sarapan setelah itu baru kami berdua serapan"jawab putri
"kalian bertiga dulu biyar bunda aja yang jagain Ira"ucap bunda hawa
"kalian makanlah biyar fajar aja yang jagain Ira"kata fajar tiba-tiba
"apa tidak ngerepotin nak fajar"tanyk Adam
"tidak kok om, fajar juga tidak mempunyai kesibukan di sini"jawab nya
"yaudah terimakasih ya nak"ucap hawa
mereka berempat pun serapan bersama dan Ira di jagain oleh fajar
"kamu yang kuat ya dan kamu harus secepatnya siuman"ucap fajar pelan agar tidak ada yang mendengar ucapan nya
tanpa mereka sadari Ira pun bergerak dan matanya indah nya mulai kembali terpancar...fajar pun segera memberi tau ayah dan bunda Ira dan memanggil dokter
"om Tante.....Ira sudah siuman"teriak fajar lalu berlari untuk memanggil dokter
mereka pun menghentikan kegiatan serapan nya lalu menuju ke ranjang Ira
"nak kamu tidak papa kan...bagian mana yang sakit sayang"tanyak hawa kepada putri nya namun Ira hanya diam membisu
dokter pun datang bersama Fajar dan langsung memeriksa keadaan Ira
"Alhamdulillah Ira sudah melewati masa kritis nya"ucap dokter
"Alhamdulillah"
__ADS_1
"tapi kok putri saya hanya diam dan tidak mengatakan apapun"tanayk hawa khawatir kepada dokter
"mungkin putri ibu masih dalam pengaruh obat nanti dia akan seperti biasanya kok ...ibu tidak usah khawatir, sekarang saya pamit dulu kalau ada apa-apa langsung panggil saya"ucap dokter itu
"baik dok terimakasih"
"nak ini bunda "ucap hawa kepada Ira
"bun....da"panggil Ira
"Iyya nak ini bunda"jawabnya lalu memeluk putri kesayangannya
"iraaaa"panggil shasya dan Putri
"shasya putri"ucap Ira dan mereka bertiga berpelukan
"hmm hmm ayah tidak di peluk nih"ucap ayah Adam
"ayah...."ucap Ira lalu memeluk ayahnya
"cepat sembuh ya nak ayah sangat sayang dengan kamu"
Ira melihat sekeliling nya seperti asing banyak pertanyaan di benaknya...
di mana dia sekarang?
kenapa dia bisa ada di sini?
apa yang terjadi?
pertanyaan pertanyaan itu semua muncul di pikiran Ira , dia lupa kalau beberapa waktu yang lalu dia mengalami kecelakaan
"aduhh"ngeluh Ira
"ada apa nak...bagian mana yang sakit"tanyak hawa kepada anaknya
"kepala Ira sangat sakit bunda sambil menangis"ucap Ira yang membuat semua orang panik
"aku panggil dokter dulu"kata fajar
setelah di periksa kembali, Ira kembali tertidur karna efek obat yang di berikan oleh dokter...obat itu adalah obat yang bisa menahan sakit kepala.
"sepertinya kita harus melakukan CT SCAN agar bisa melihat apa penyebab dari sakit kepala yang di alami oleh putri ibu... kemungkinan karna benturan keras pada saat kecelakaan"
"Iyya dok lakuin itu dan berikan obat yang bisa menghilangkan rasa sakit di bagian kepala nya"ucap ayah ira
ayah dan bunda Ira sedang ke ruangan dokter membahas perkembangan putri nya sedangkan shasya dan Putri sedang mandi ....
lalu fajar yang menjaga Ira yang masih tertidur pulas di kasur
tungguin terus episode selanjutnya π€
jangan lupa klikβ₯οΈ tambahkan favorit, Like,komen baik berupa saran maupun support yang sangat berarti bagi author dan juga jangan lupa rating (penilaian)βββββ
Terimakasih
salam hangat dari author
#saslya_
#Jangan di skip
karna setia episode saling berhubungan jika ada episode yang di skip maka sahabat tidak akan tahu alur cerita episode selanjutnya π
__ADS_1