
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu Sahabat-Sahabat
" nak Bunda sangat ingin melihat kamu menikah dengan pilihan yang telah ayah dan bunda pilihkan untukmu pilihan Kami Insya Allah tidak akan membuat kamu menderita" ucap Bunda Hawa
" Tapi Bunda Ira masih sekolah Ira masih ingin kuliah mengejar cita-cita Ira menjadi perempuan yang sukses dalam karir Bunda tahu kan kalau Ira sangat ingin menjadi seorang dokter ingin menolong orang-orang yang membutuhkan pertolonganku" ucap Ira
" Iya nak Bunda sangat tahu tetapi Bunda sangat ingin melihat kamu menikah mungkin dengan kamu menikah bunda akan senang akan bahagia di rumah baru Bunda" ucap Bunda Hawa lagi
" Bunda tolong jangan mengatakan hal itu Ira sangat mencintai Bunda Ira tidak mau membuat Bunda sedih Aku sangat ingin melihat Bunda bahagia di sana" jawab Irah menangis
" kalau memang Ira ingin melihat Bunda bahagia tolong lakukan apa yang bunda inginkan" ucap Bunda Hawa lalu bayangannya mulai menghilang dari penglihatan Ira
" bunda bunda jangan pergi Ira masih ingin bicara dengan Bunda Ira Si rindu dengan Bunda....Bunda....."
"BUNDAAAAA" TERIAK IRA
Tak lama kemudian Ayah Ira dan Bibi Sari datang menghampiri kamar Ira karena mendengar sebuah teriakan kencang yang membuat mereka terbangun dan menghampiri Ira yang sedang menangis lalu mencari-cari bundanya.
" Ayah tadi Bunda datang tapi entah kenapa Bunda menghilang padahal Ira masih ingin berbicara dengan" ucap lalu memeluk ayahnya
" Nak kamu istighfar ya itu hanya mimpi Mungkin Bunda kamu rindu dengan kamu jadi bunda menghampiri kamu dalam mimpi kamu tidak perlu menangis bunda kamu sudah bahagia di" jawab ayah Adam untuk menenangkan anaknya
" tapi Tadi Bunda bilang dia tidak akan bahagia kalau Ira belum menikah dengan pilihan ayah dan bunda emangnya dulu ayah dan bunda ingin menjodohkan aku ya ayah?" tanya kepada ayahnya
" besok saja ya kita bahas ini, sekarang kamu tidur lagi kamu tidak perlu memikirkan hal ini Besok aja kita bahasnya karena besok kamu harus sekolah jadi harus bangun pagi-pagi" jawab ayah
" Iya Ayah maaf ya sudah membuat ayah dan Bibi Sari terganggu dengan teriakan Ira" jawab Ira
" Iya Nggak apa-apa kok Nak sekarang kamu tidur ya Jangan lupa membaca doa Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam Ayah,Ayah juga tidur yang nyenyak ya"
Ayah Adam dan Bibi Sari telah keluar dari kamar Ira namun Ira tidak bisa tidur ia Masih memikirkan mimpi nya tadi di mana bundanya mendatangi mimpinya lalu mengatakan hal yang sama yang dikatakan Bundanya pada saat Bundanya menghembuskan nafas terakhirnya. ia takut kalau yang Bundanya katakan itu benar, apa yang harus Ira lakukan apa harus mengorbankan semuanya demi kebahagiaan Bunda ?ataukah aku abaikan permintaan terakhir Bunda, tapi semua pilihan itu membuat Ira bingung dan tidak bisa memilih salah satunya .
karena lelah bergulat dengan pikirannya sendiri ,Ira pun tertidur dan bangun diesokan harinya dengan pikiran yang sama pada saat ia didatangi oleh Bundanya di mimpi. namun Ira tidak mau memikirkan hal tersebut karena pagi hari ini ia harus ceria di depan sahabat-sahabatnya ia tidak mau membuat sahabat-sahabatnya kepikiran terus dengannya.
__ADS_1
setelah sarapan pagi Ira pun berangkat sekolah diantar oleh sopir tak lupa Ira menjemput shasya dan Putri untuk berangkat bersama ke sekolah. di dalam mobil mereka berbincang serius mengenai mimpi Ira semalam, tak tahan jika tidak menceritakannya kepada kedua sahabatnya itu.
" Kalian tahu nggak semalam Bunda mendatangi mimpiku Bunda mengatakan bahwa ia mau melihat aku menikah dengan pilihannya tapi pada saat aku bertanya kepada Ayah, Ayah tidak mau menceritakannya Ayah bilang nanti saja kita bahasnya tapi tadi pagi aku tunggu ayah membahas hal tersebut .Namun Ayah tidak membahasnya bahkan tidak pernah menyinggung hal tersebut jadi aku juga takut menanyakannya ini kepada ayah" kata Ira
" Maksud kamu ayah dan Bunda kamu sudah ada calon untukmu?" tanya Putri
" apa calon maksud kamu? kamu sudah dijodohkan oleh kedua orang tuamu? Tambah shasya
" Aku juga belum paham sih apa maksud bunda tapi aku masih menunggu penjelasan dari ayah. aku yakin Ayah pasti tahu semua jawaban. kalau memang aku sudah dijodohkan Siapa tapi siapa laki-laki itu? "kata Ira
" iya yah siapa laki-laki itu, apakah om om atau laki-laki berumur "ucap Shasya
" ih kamu sha jangan ngomong sembarangan, kita tidak boleh membuat Ira takut dan khawatir "kata Putri
" tapi kalau itu benar, aku harus bagaimana aku tidak mau menikah sama om om apalagi akukan masih di bawa umur "jawab Ira ketakutan dan menayangkan omongan sahabat itu
" sudah sudah dari pada kita menebak asal-asalan yang bisa membuat Ira khawatir mending kamu tanyakan langsung deh sama ayah kamu Ra karena jawaban nya ada di ayah kamu"kata Putri
Tak lama kemudian handphone Putri bunyi
pesan whatsapp
Ayah : assalamu'alaikum nak, nanti setelah pulang sekolah kamu langsung ke restoran A*** yah ayah tunggu kamu di sana, bawa juga sahabat sahabat kamu
Ira : waalaikumsalam iya ayah
" ini Ayah aku baru saja menghubungiku Ayah bilang nanti setelah sekolah kita bertiga diajak ayah ke sebuah restoran" kata Ira
"okedeh"
sesampai di sekolah teman-teman Ira langsung memberikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Bunda Ira banyak yang menyayangi Ira bahkan guru-gurunya juga mengucapkan hal demikian Ira sangat terharu melihat teman-teman dan semua gurunya memberikan semangat untuknya.
sekarang mereka sudah kelas 12 semester ganjil sebentar lagi mereka akan naik ke semester genap dan tak lama lagi mereka akan kuliah sebelum itu mereka harus mempersiapkan diri untuk ujian sekolah ujian akhir dari masa-masa sma-nya.
seperti biasa Putri berpisah dengan Ira dan Sasha karena memang mereka sudah pisah kelas.
jam pulang Sekolah pun telah tiba putri yang lebih dahulu keluar dari kelas menunggu Ira dan Shasya di parkiran karena kata Ira mereka akan pergi ke sebuah restoran bertemu dengan ayah Adam.
__ADS_1
berapa menit kemudian Ira dan Shasya pun muncul dan menghampiri Putri diperkiraan dan di dekat parkiran sudah ada mobil yang akan menjemput mereka bertiga
" Ayo nyonya Silakan masuk, sekarang saya antar Nyonya ke restoran di sana sudah ada Ayah menunggu" kata Pak sopir yang menjemput mereka
" iya pak terima kasih" jawab Ira lalu mereka bertiga masuk ke dalam mobil
Sesampainya di sana Ira mencari ayahnya karena restoran tersebut lumayan ramai dan tiba-tiba ada sebuah pelayang yang menjemput Kami membawa kami ke sebuah ruangan khusus di mana Di sana ada banyak orang dan Hal itu membuat ialah kaget begitu pula dengan sahabat-sahabatnya di sana ada Ayah Adam ada keluarga Fajar dan ada keluarga kak gibran dan bahkan Gibran juga ada di sana.
mereka bertiga pun melangkah menuju ke arah mereka dan akhirnya Ayah Adapun melihat kedatangan putri-putrinya
" sini nak akhirnya Kalian bertiga pun datang kalian duduk di sini" kata ayah Adam lalu menyuruh mereka bertiga duduk di kursi yang telah disediakan untuk mereka bertiga
" Selamat sore Tante Om Kak Gibran Maaf ya sudah membuat kalian menunggu soalnya Kami bertiga baru keluar dari sekolah" ucap Ira lalu salam kepada sahabat-sahabat ayahnya dan juga salam kepada Gibran.
" karena semuanya sudah lengkap Saya rasa pertemuan ini bisa dimulai" kata Ridwan sahabat Ayah Adam
" baik karena kita semua sudah tahu bahwa Bunda Ira ingin melihat anaknya menikah dan bahkan semalam Hawa mendatangi mimpi anaknya benarkan Ira?" tanya Adam kepada anaknya
"iya ayah" jawab Ira
Bersambung.....
menurut sahabat sahabat, apa nih yang kurang dari novel sahabat karena Allah? author butuh sekali nih masukan dari sahabat sahabat reader
tungguin terus episode selanjutnya 🤗
jangan lupa klik♥️ tambahkan favorit, Like,komen baik berupa saran maupun support yang sangat berarti bagi author dan juga jangan lupa rating (penilaian)⭐⭐⭐⭐⭐
Terimakasih
salam hangat dari author
#saslya_
#Jangan di skip
karna setia episode saling berhubungan jika ada episode yang di skip maka sahabat tidak akan tahu alur cerita episode selanjutnya 😁
__ADS_1