
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu Sahabat-Sahabat
sepulang sekolah Ira Sasha dan Putri dijemput oleh Afran. Ayah Ira langsung yang meminta afran untuk menjemput Ira dan sahabatnya, Sudah beberapa hari ini memang Afranlah yang menjemput dan mengantar mereka untuk ke sekolah karena Ira sangat bosan jika diantar oleh sopirnya Jadi kalau diantar oleh Afran mereka bisa lebih rileks karena afran juga bisa menghibur Ira dan Apalagi afranpun juga selalu menemani keluarga Ira di rumah sakit.
sore ini Daniel Ginanjar datang bersama istrinya Haniyah untuk menjenguk Hawa istri sahabat mereka. mereka hanya datang berdua saja karena Fajar sedang berada di California untuk menjalankan kuliahnya sebagai mahasiswa baru atau lebih tepatnya baru semester 1 Jadi Fajar tidak bisa pulang apalagi baru-baru aja Fajar ke sana.
Adam,Daniel,Hania dan Ridwan sedang berbicara di kursi tepat di depan ruang di mana Hawa sedang dirawat dan di kursi sebelahnya ada Ira Gibran Afran dan sahabat-sahabat Ira.
di dalam ruangan tersebut Seorang Dokter berteriak bahwa Hawa sudah sadarkan diri mereka pun berhamburan kaget sedih campur dengan senang karena Hawa sudah sadarkan diri tanpa aba-aba mereka pun semuanya langsung masuk dan melihat keadaan Hawa, Ira orang pertama yang sampai di dekat bundanya ia menangis mencium dan memeluk Bundanya Dia sangat senang karena Bundanya sudah sadar.
" Bunda bagian mana yang sakit coba tanya Ira Ira sangat kangen sama Bunda kenapa Bunda sangat tega membuat Ira khawatir?" ucap Ira
" Iya maafkan bunda ya nak ibu sekarang baik-baik saja kamu lihat kan Ibu sudah sadar dan bisa melihat anak kesayangan bunda"jawab Hawa
hanya beberapa menit saja kesenangan yang mereka rasakan karena tiba-tiba Hawa menjadi sesak nafas dan semuanya pun kaget dan Irah menangis sekeras-kerasnya namun tiba-tiba Hawa mengatakan Aku ingin melihat anakku menikah dengan orang yang bisa menjaganya dan sebelum aku pergi Aku sangat ingin melihat anak satu-satu ku menikah. semua orang pun kaget karena permintaan Hawa terlebih ira sangat kaget mendengar ucapan yang keluar dari mulut bundanya.
" Bunda tidak boleh mengatakan itu bunda pasti sembuh bunda pasti akan melihat aku menikah setelah aku sukses dan telah menyelesaikan kuliahku Cepatlah sembuh bunda supaya Bunda bisa melihat Irah menikah dengan orang yang Irah sayangi dan cintai" kata Ira sambil menangis
Namun Allah berkata lain Bunda Ira pun menghembuskan nafas terakhirnya dan itu membuat semua orang yang ada di ruangan itu merasa kehilangan hampa sedih dan tidak tahu apakah Kejadian ini nyata atau tidak karena Kejadian ini seperti mimpi bagi mereka. Ira dan ayah Ira menangis memeluk Bunda Hawa mereka belum bisa menerima kenyataan bahwa Bunda sudah tidak ada sudah tidak ada lagi yang melayani mereka berdua sudah tidak ada lagi yang menyambut mereka berdua jika Ira pulang sekolah dan ayah pulang dari kerja setelah ini pasti kehidupan mereka akan menjadi hampa karena sumber kehidupan yang ada di rumah dan sumber kehidupan mereka hanya dihidupkan oleh ibu bagi Ira dan istri bagi Adam.
"Tidak ini pasti mimpi bunda pasti hanya tidur, bunda hanya kecapean bukan bukan meninggal tapi istrahat.. bunda bangun jangan tinggalkan Ira, Ira tidak bisa hidup tanpa Bunda" ucap Ira sambil memeluk tubuh bundanya
__ADS_1
sahabat sahabat Ira pun membantu ayah adam menenangkan Ira karena jenazah Bunda hawa akan di bawa ke rumah mereka.
sepanjang perjalanan Ira hanya terdiam menangis di pelukan sahabat nya, afran yang menyetir ikut menangis melihat sahabat kecil nya itu terpukul dengan kepergian bundanya apalagi bunda Ira sangat baik kepada nya, Afran sudah menganggap bunda hawa seperti orang tuanya sendiri.
hari ini juga bunda Hawa di kuburkan karena menurut mereka tidak baik untuk menunda pemakaman orang yang sudah meninggal Mereka ingin Bunda Hawa cepat tenang dan tidak tersiksa dengan menunda pemakaman nya.
semua orang sudah pulang dari pemakaman sisa keluarga Ginanjar keluarga Ridwan dan sahabat-sahabat Ira yang menemani Irah di pemakaman. Ayah Ira berusaha menenangkan anaknya dia tidak mau Ira terus-terusan menangis seperti ini Adam khawatir jika nanti Ira akan ikut sakit Karena dari semalam Ira belum makan hanya menangis dan melamun sepanjang hari.
" nak kita pulang ya Kamu harus istirahat dan makan kamu belum pernah makan perut kamu perlu makanan nanti kamu sakit Bunda kamu akan sedih loh di sana, sekarang kita pulang mandi,sholat dan mendoakan Bunda kamu agar Bunda kamu bahagia di sana dan bisa masuk surga bersama kita nanti dan kita nanti akan berkumpul di surga jadi tugas kamu sekarang mendoakan Bunda kamu bukan menangisinya kalau kamu selalu begini nanti bunda kamu akan khawatir sedih di sana Dan tidak bahagia karena anaknya di sini menangisi dan menatapi kepergiannya." ucap Adam
Ira pun menuruti permintaan ayahnya, mereka pulang dan sahabat-sahabat Adam pun pulang begitu pula sahabat-sahabat Ira juga pulang karena dari semalam mereka menginap di rumah Ira dan belum pulang.
Sesampai di rumah Ira dan Adam langsung masuk di kamarnya masing-masing Setelah itu mereka mandi lalu sholat Maghrib berjamaah dan turun makan malam yang telah disiapkan oleh Bibi Sari setelah itu barulah mereka istirahat setelah salat Isya berjamaah untuk mendoakan Hawa supaya Bunda Hawa bisa tenang dan bahagia di alam sana.
" sekarang kami sudah tidak khawatir lagi Ra Kamu tahu nggak dari tadi sepulang dari pemakaman Aku tuh sangat khawatir sama kamu Ra Apa perlu aku ke rumah kamu bermalam" ucap Shasya khawatir
" iya Ra Apa kami berdua ke rumah kamu aja apalagi kami juga tidak ada pekerjaan dan bahkan kami di sini khawatir dan tidak bisa tidur memikirkan kamu" tambah Putri
" nggak perlu kok aku baik-baik saja mungkin tadi aku memang tidak baik-baik saja tetapi setelah aku salat dan mendengar nasehat ayah aku sekarang sudah baik-baik aja kok aku sadar aku tidak boleh menjadi perempuan yang cengeng dan lemah" jawab Ira
" Nah itu baru Ira yang aku kenal Ira yang semangat Ira yang baik dan Ira yang ceria Apapun yang terjadi Ra kami berdua pasti ada di belakang kamu jadi jangan pernah merasa kesepian dan sendiri Jika ada masalah Jangan pernah menyembunyikan itu segeralah berbicara dan curhat kepada kami ya" kata Putri
" iya Ra Putri benar kami akan selalu ada di samping kamu jadi kamu tidak perlu sedih"Ucap Shasya.
__ADS_1
" Terima kasih banyak ya sahabat-sahabatku sekarang kita sebaiknya istirahat besok kan kita akan berangkat sekolah dan aku akan menjemput kalian berdua Oke jadi besok kita berangkat bertiga" kata Ira
"Pasti Ra" jawab mereka berdua bersamaan
" Assalamualaikum sha put"
"Waalaikumsalam Ra"
Bersambung.....
menurut sahabat sahabat, apa nih yang kurang dari novel sahabat karena Allah? author butuh sekali nih masukan dari sahabat sahabat reader
tungguin terus episode selanjutnya 🤗
jangan lupa klik♥️ tambahkan favorit, Like,komen baik berupa saran maupun support yang sangat berarti bagi author dan juga jangan lupa rating (penilaian)⭐⭐⭐⭐⭐
Terimakasih
salam hangat dari author
#saslya_
#Jangan di skip
__ADS_1
karna setia episode saling berhubungan jika ada episode yang di skip maka sahabat tidak akan tahu alur cerita episode selanjutnya 😁