Persahabatan Karna Allah

Persahabatan Karna Allah
(62) Di Rumah Duka


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu Sahabat-Sahabat


Tibalah mereka di rumah duka dimana di rumah tersebut sudah ada beberapa kerabat dan tetangga yang sudah berdatangan, persiapan untuk jenazah pun sudah di urus oleh kerabat nya dan tinggal menunggu jenazah datang.


Jenazah mamanya pun di angkat lalu di bawa ke dalam rumah untuk di mandikan dan lain sebagainya


Shasha sangat terpukul dengan kepergian mamanya, Afran yang melihat adiknya seperti itu dia pun menghampiri nya dan mencoba untuk memberikan kekuatan untuk adiknya walaupun dia juga ingin menangis sekencang-kencangnya namun di tahan demi adik nya itu


"Jangan menangis masih ada Kaka dan ayah, kamu tidak boleh menangis seperti itu nanti mama tidak tenang di alam sana emangnya adek mau mama tidak tenang di sana"ujar Afran kepada adiknya lalu Shasya pun menggeleng kan kepala nya dan berusaha untuk tidak menangis berlebihan


Di lain tempat di mana sosok Ira yang memaksa ayah dan bunda untuk kembali ke Indonesia karna dia merasa sahabat nya sangat membutuhkan dia


"Pokoknya kita harus pulang hiks hiks...Ira tidak mau tau sekarang juga kita pulang"pinta Ira kepada kedua orang tuanya beserta dokter yang ada di kamarnya


"Tapi kamu belum sembuh total nak"jawab bundanya


Walaupun kedua orang tuanya dan dokter melarang Ira untuk pulang dia tetap bersikeras, tiba-tiba Ira membuka selang Infus dari tangan nya lalu turun dari ranjangnya dia ingin pulang sendiri jika orang tuanya masih ingin tetap berada di sana


"Okeh kita pulang sekarang tapi kami harus tenang sayang"ujar Adam yang mengizinkan anaknya untuk pulang


"Tapikan" ujar bundanya


"Sudah Bun biyarkan anak kita pulang, bunda Taukan jika kemauan nya tidak kita turutin"lanjut Adam


Hanya selang beberapa jam mereka pun sampai di Indonesia karna mereka menggunakan jet pribadi, mereka tidak mau terlambat datang ke pemakaman mama sahabat nya


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu Shasya"Salam Ira yang sudah menangis di depan pintu lalu semua orang menoleh ke arah suara tersebut


"Iraaaa"Teriak Shasya lalu berlari memeluk sahabatnya itu


"Kenapa kamu pulang kamukan belum sembuh"Tanya Shasya walaupun sebenarnya dia sangat bahagia Ira berada di samping nya dan bisa di bilang dia sangat membutuhkan dukungan dari sahabat nya namun Shasya juga khawatir dengan keadaan Sahabat nya itu


"Kamu tidak perlu khawatir kamu lihat sendiri kan aku sudah sehat"jawab Ira


"Nak kamu yang sabar ya masih ada bunda dan ayah kok"ujar bunda hawa


"Bundaaa hiks hiks "ucap Shasya lalu memeluk bunda hawa yang selama ini dia anggap sebagai mama kandung nya


mereka semua pun masuk dan Ira heran melihat sahabatnya yang di Amerika juga datang padahal shasya dan juga kak Afran tidak terlalu akrab malahan mereka ketemu baru satu kali itupun sudah lama.


"Hay Ra kamu sudah sembuh maafkan Kaka karena tidak sempat untuk menjenguk kamu di rumah sakit"ujar Afran yang berada di samping Ira


"Iyya kak Ira sudah sehat kok.... ngomong-ngomong Kaka kok bisa di sini?"Tanya Ira


"Cerita nya panjang lain kali aja ya Kaka ceritain semuanya"jawab Afran


"Baiklah kak"

__ADS_1


jenazah mamanya Shasya pun sudah selesai di sholat kan tinggal di makan kan, semua orang ikut mengantar jenazah sampai di tempat pemakaman termasuk keluarga Ira setelah itu mereka semua pulang di rumah Shasya.


Pada saat itu Shasya sudah tidak menagis lagi karna dia sudah berusaha mengikhlaskan kepergian mamanya itu semua berkat dukungan dari keluarga, sahabat dan kerabat nya.


Mereka semua berkumpul di ruangan tamu Ayah Shasya menjelaskan semua masa lalu dia bersama mamanya shasya kepada keluarga Ira, karna shasya tidak keberatan jika keluarga Ira tau soal ayah dan kakanya Termasuk identitas dirinya dan Kaka shasya. Awalnya Ira tidak percaya namun di lihat dari mukanya memang mereka sangat mirip. Ayah shasya juga memperkenalkan istri pengganti mama shasya atau ibu tiri Shasya dan Afran.


"Oh gitu ya selamat ya Sha kamu sudah bertemu dengan orang yang selama ini kamu rindukan"ujar Ira


"Iya Ra, Shasya Sangat bahagia bisa bertemu dengan mereka walaupun sekarang mama sudah tidak ada"jawab Shasya


Ira sangat kaget dengan kebenaran yang keluarga Shasya katakan apalagi Sahabat nya sejak kecil adalah Kaka dari sahabat nya yang sekarang. Karna sudah larut malam dan keluarga shasya pun sudah menceritakan semuanya kepada sahabat anak anaknya keluarga Ira pun berpamitan untuk pulang ke rumahnya


"Sudah malam kami permisi dulu Apalagi Ira baru saja keluar dari rumah sakit jadi Ira harus banyak istirahat" Ucap bunda hawa sekaligus berpamitan kepada keluarga Shasha


"Bunda tidak nginap di sini?"tanyak Shasya


"Lain kali aja ya nak tapi bunda janji besok bunda akan ke sini lagi "jawab bunda hawa


"Terimakasih ya Bun sudah datang" ucap Afran kepada bunda Ira, mereka memang sudah kenal karna Afran sudah beberapa kali berkunjung di kediaman keluarga Ira bahkan Afran sudah di anggap sebagai anaknya sendiri.


Namun di sisi lain Afran memperhatikan Ira yang kelihatan pucat dan berkeringat, Afran sangat khawatir dengan keadaan Ira apalagi Ira barusan keluar dari rumah sakit.


"Ra kamu tidak papakan?" tanya Afran tiba-tiba


Semua orang menoleh ke arah Ira namun Tanpa mereka sadari Ira langsung pingsan dan di tangkap oleh Afran yang Memang sudah sedari tadi siap siaga. Jika tidak mungkin kepala Ira akan terbentur di meja dan akan membuat bekas operasi nya terbuka


"Iraaaa" Teriak semua orang yang ada di ruangan itu


"Ira bangun nak, ini bunda "ucap Hawa yang sangat khawatir dengan kondisi putrinya


Shasha langsung menghubungi dokter keluarga nya lalu berlari menuju dapur untuk megambil air putih dan beberapa obat seperti minyak kayu putih untuk Ira


Tidak perlu menunggu lama dokter keluarga shasya pun datang dan langsung memeriksa keadaan Ira


"Bagaimana Dok keadaan Ira?" Tanya Afran yang kelihatan sangat Khawatir di bandingkan kedua orang tua Ira sendiri. Karna baru saja kata itu akan di lontarkan oleh bunda Ira namun terhenti karna Afran lebih duluan menanyakan keadaan Ira Kepada dokter .


"Dia tidak papa Cuma karna kecapean dan kelihatannya masih ada perban di kepalanya yang menunjukkan dia baru saja keluar dari rumah sakit" ujar dokter itu


"Iya dok anak saya memang baru pulang dari rumah sakit dia baru saja habis kecelakaan dan harus berobat di luar negri"jawab Bunda Hawa


"Saya tidak akan memberikan obat kepada nya karna ibu baru saja mengatakan bahwa dia baru saja keluar dari rumah sakit jadi otomatis dia mempunyai obat tersendiri dari rumah sakit itu, saran saya ibu memberikan obat itu jika anak ibu sudah sadar"tutur dokter itu


"Baik dok" jawab Bunda Hawa


setelah memeriksa keadaan Ira, dokter itu pun berpamitan untuk pulang....


"Bunda dan ayah bermalam aja di sini kasihan Ira jika harus pulang dengan keadaan seperti ini" ucap Shasya


"Shasya Benar Bun sebaiknya kita bermalm untuk malam ini demi kesehatan anak kita"ujar Ayah Adam

__ADS_1


"yasudah kita bermalm" Jawab Bunda Hawa


Shasha keluar untuk menyiapkan kamar untuk kedua orang tua Ira taklupa shasya mengajak putri untuk bermalam juga untuk menemani nya, mereka berdua akan tidur di kamar milik Shasya namun karna Ira sakit jadi mereka memutuskan untuk menemani Ira di kamar tamu


"Bunda dan ayah istirahat saja, shasya sudah menyiapkan kamar untuk bunda dan ayah urusan Ira biyar shasya aja yang menemani Ira di sini bersama Putri"


"Iyya Bun biyar kami berdua aja lagian kami rindu dengan Ira" Tamba Putri


"Tidak usah nak biayr bunda dan ayah saja yang menemani Ira kalian pasti capek" ujar Bunda Hawa


"Tidak kok Bun pliss ya Bun biyar kami aja yang menemani Ira"pinta Shasya


"Yaudah kalau itu memang keinginan kalian sebelumnya bunda berterima kasih kepada kalian karna sudah repot-repot untuk menjaga Ira, bunda dan ayah ke kamar dulu kami titip Ira ya nak" Ujar Bunda hawa lalu berjalan keluar menuju kamar yang sudah di siapkan oleh shasya dan di ekori oleh ayah Adam.


"Siap Bun"


Mereka berdua sudah mengganti baju dan membersihkan diri di kamar Shasya dan saat itu Ira di jaga oleh Afran.


"Kaka sudah bisa keluar kami sudah selesai versi bersih nya"kata Shasya


"hmm Kaka masih ingin di sini"jawabnya singkat


"kayanya aku mencium aroma aroma lain nih" lanjut shasya yang menggoda kakanya


"maksud adek apa?"tanyak Afran pura pura tidak tau maksud dari perkataan adiknya.


"Tidak perlu pura pura, Kaka suka kan sama Ira lagian pertama kali aku bertemu Kaka pas di parkiran Kaka selalu memperhatikan Ira dan kelihatannya Kaka sangat sayang kepada Ira. Shasya senang sih kalau Kaka bisa jadian dengan sahabat shasya lagian Ira adalah wanita sempurna menurut shasya dan sengat cocok dengan Kaka yang tampan ini"puji Shasya


"Jadi Kaka tampan nih "


"jika Kaka bukan saudara kandung Shasya pasti aku akan menyukai Kaka layaknya sepasang kekasih hehehe"jawab shasya yang tertawa lepas bukan karna dia sudah tidak berduka namun dia memang orangnya ceriah dan cerewet jadi sudah jika tidak terbawa kapan pun....


"Tetaplah tersenyum seperti ini dek, Kaka tidak mau melihat kamu menangis seperti tadi kamu mau berjanji kan kepada Kaka"


"Iyya kak shasya janji tidak akan menangis lagi dan akan berusaha mengiklankan kepergian mama dan membiasakan menerima keberadaan ayah, Kaka dan mama tiri kita" jawab Shasya tersenyum


"kamu memang adik yang pintar"


Bersambung......


tungguin terus episode selanjutnya 🤗


jangan lupa klik♥️ tambahkan favorit, Like,komen baik berupa saran maupun support yang sangat berarti bagi author dan juga jangan lupa rating (penilaian)⭐⭐⭐⭐⭐


Terimakasih


salam hangat dari author


#saslya_

__ADS_1


#Jangan di skip


karna setia episode saling berhubungan jika ada episode yang di skip maka sahabat tidak akan tahu alur cerita episode selanjutnya 😁


__ADS_2