Persahabatan Karna Allah

Persahabatan Karna Allah
(74) Memborong Buku Motivasi dan Novel


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu Sahabat-Sahabat


Setelah makan mereka melanjutkan perjalanan ke toko buku, mereka ingin membeli beberapa buku untuk mereka pelajari sebenarnya mereka sudah memiliki banyak buku tetapi hanya buku untuk di sekolah. sekarang mereka ingin membeli buku tentang motivasi motivasi dan buku novel yang islami.


Sesampainya di toko buku mereka bingung harus ngambil yang mana banyak sekali dan judul bukunya bagus bagus.


"Aku mau baca buku ini judulnya IKHLAS PALING SERIUS" kata Shasya


"Iya itu bagus banget" jawab Putri


Mereka semua berkeliling di area toko tersebut mencari buku yang cocok untuk mereka baca


Selang beberapa waktu mereka sudah mendapatkan buku mereka masing-masing seperti biasanya Ira selalu saja mengagetkan kedua sahabat nya karna kelakuan nya atau kebiasaan nya memborong apapun itu jika sedang belanja.


"Seperti biasanya nyonya Ira hampir mengambil semua buku yang ada di toko" Ucap Shasya


"Entah kenapa tapi tadi aku kepikiran untuk buat perpustakaan mini di sebelah kamar aku, kebetulan ada kamar kosong di situ nanti tinggal renovasi kecil kecil dan menambahkan rak rak bukunya." Jawab Ira tersenyum


"Wah bakalan seru nih, nanti kita bisa baca buku sepuasnya" Tambah Putri


Buku buku mereka di antar ke rumah Ira menggunakan mobil dari pihak toko karena tidak muat jika mereka yang harus bawa, secara Ira hampir membeli semua buku yang ada di toko tersebut.


Tak sampai di situ saja mereka masih ke toko lain karena Ora merasa bukunya belum cukup memenuhi ruang perpustakaan nya nanti.


"Perasaan yang mau beli buku itu aku bukan kamu Ra tapi kok yang lebih membeli buku itu kamu Ra"Kata Shasya


" Sekali kali Sha supaya kita tidak susah lagi ke toko buku kalau sudah ada di rumah aku, nanti juga kalian bisa sepuasnya membaca buku jika menginap atau lagi main ke rumah "Ucap Ira


" Setuju"jawab Putri dan Shasya bersamaan lalu mereka bertiga ketewa lepas


Afran melihat tingkah mereka hanya tersenyum dan tetap fokus menyetir. Setelah membawa mereka ke beberapa toko buku, akhirnya buku yang mereka ingin beli sudah terbeli semua Afran terlebih dahulu mengantar putri pulang lalu tak lupa mengantar Ira pulang juga


"Terimakasih ya kak afran, Sha... kalian tidak mau singgah dulu minum atau apa gitu" Tawar Ira


"ngak usah deh Ra, Besok aja aku ke rumah kamu sekalian lihat perpustakaan baru kamu, aku sangat gerah ingin cepat cepat sampai rumah lalu berendam" Jawab Shasya, padahal Afran sangat ingin singgah di rumah Ira supaya bisa selalu melihat Ira.

__ADS_1


"Yaudah aku masuk dulu ya assalamu'alaikum Kak afran, Sha" Ucap Ira


waalaikumsalam Ra


"Selamat datang Nyonya muda" Ucap seorang perempuan yang seperti nya umur nya lebih tua dari Bunda


"Assalamu'alaikum bu, ibu siapa ya dan tumbeng bukan bunda atau ayah yang nyambut Ira" Tanyak Ira kepada ibu tersebut


"Waalaikumsalam nyonya muda, saya pelayan baru di sini nama saya bibi Sari


" Bunda sama Ayah mana Bi? " Tanyak Ira kembali karena masih bingung kenapa ada pelayanan baru, bukannya bunda tidak mau ada pelayan di rumah bukannya bunda mau mengurus rumah sendiy, apa bunda lagi sakit?


"Tidak ada orang di rumah nyonya hanya ada Bibi, silahkan masuk nyonya bibi sudah masak setelah nyonya mandi langsung makan ya nyonya" Ucap Bibi Sari


"Iya bi terimakasih saya masuk dulu ya" Jawab Ira


Sepanjang perjalanan Ira Masih kepikiran dengan pelayan baru itu kok bisa ya mempekerjakan pelayan apalagi Ira tidak ditanya dulu dan setahu aku Bunda tidak suka ada pelayan tapi kok sekarang ada pelayan. Sesampai kamar Ira bukannya langsung mandi tetapi langsung membuka HP dan menelpon Bunda dan ayahnya.


Namun sudah beberapa jam ayah dan Bundanya tidak ada satupun yang mengangkat teleponnya Ira merasa cemas karena baru kali ini telepon Ira diabaikan oleh ayah dan Bundanya. Apakah ada hal atau sesuatu yang terjadi pada ayah dan Bundanya, Ira sangat cemas dan membuatnya gelisah dan tidak bisa berpikir secara jernih. pikiran sudah ke mana-mana dia sudah tidak tahu harus bagaimana dan dia sangat khawatir kepada ayah dan bundanya.


karena merasa nyonya mudahnya sudah lama sekali di kamar dan tidak turun-turun ke meja makan Bibi pun menghampirinya di kamar lalu Sesampai di sana ia langsung mengetuk pintu kamar namun tidak ada jawaban dari dalam Ira.


ternyata Ira ketiduran di dalam kamar mungkin Ira capek karena habis belanja di toko ditambah lagi Ira khawatir kepada ayah dan Bundanya dan membuatnya ketiduran di dalam kamar sehingga ia tidak mendengar ketukan dan panggilan dari Bibi Sari.


Didapur Bibi Sari sangat khawatir kepada Nyonya mudanya dia takut terjadi sesuatu hal yang buruk kepada Ira karena sepulang sekolah ia belum melihat Nyonya mudanya keluar dari kamar apalagi ini sudah malam tetapi sampai sekarang belum keluar kamar di tambah dia juga belum makan


tiba-tiba telepon rumah berdering Bibi Sari pun bergegas untuk mengangkat telepon tersebut dan ternyata yang menelpon itu adalah pemilik rumah ya Ayah Ira


"Assalamualaikum Bi Aku ingin menanyakan kabar Ira Apakah Ira baik-baik saja?"


"Waalaikumsalam tuan mohon maaf sebelumnya tuan, tapi dari tadi siang sepulang sekolah nyonya muda belum keluar kamar tuan dan bahkan Nyonya muda belum makan sampai sekarang Bibi sangat khawatir terjadi apa-apa di dalam kamar Nyonya muda tapi Nyonya muda tidak mau membuka pintu dan tidak mau menjawab Bibi"


" Ya udah Bibi tidak usah khawatir aku segera pulang silakan siapkan kembali makanan yang sudah Bibi buat nanti aku dan Ira ingin makan bersama"


"Baik tuan"


sudah jam 08.00 malam Ira baru tersadar dan baru bangun dari tidurnya Iya terbangun bukannya langsung mandi atau membuka seragamnya Tetapi dia langsung melihat handphonenya Apakah ayah Bundanya menelponnya namun tidak ada sama sekali panggilan Yang Terlewatkan.

__ADS_1


Setelah beberapa jam bergulat dengan pikirannya Ira pun memutuskan untuk mandi dan mengganti seragamnya karena ia sudah merasa sangat lengket dan bau. Tak lama kemudian pintu kamar Ira pun terdengar ada yang mengetuknya.


" Assalamualaikum ra kamu baik-baik saja di dalam kamar ini Ayah Ayo buka pintunya"


" ayah" Ira bergegas membuka pintu kamarnya lalu memeluk ayahnya dengan erat-erat. Ira menangis dalam pelukan ayahnya Ia tidak menyangka bahwa ayah dan bundanya mengabaikannya karena dari kecil tidak pernah diabaikan oleh kedua orang tuanya Bahkan dia selalu mendapatkan kasih sayang yang sangat lebih dari kedua orang tuanya yang membuatnya tidak menyangka bahwa tadi ayah dan Bundanya tidak ada yang mengangkat teleponnya bahkan tidak ada yang memberi kabar kepadanya.


"Ayah Dari mana saja ?Kenapa tidak mengangkat teleponku ?Bunda ke mana? kenapa Bunda juga tidak mengangkat teleponku? Apakah kalian sudah tidak menyayangiku lagi ?Apakah kalian sudah mau sibuk dengan pekerjaan bunda dan ayah masing-masing! Apakah sudah tidak mau menjaga Ira?Apakah bunda dan ayah sudah lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan anak ayah? Irah sangat khawatir kepada ayah dan bunda dari tadi Ira menelpon ayah dan bunda Tetapi kalian tidak ada yang ingin memberi kabar dan tidak ingin mengangkat teleponku padahal telepon kalian berdua berdering tetapi kenapa ayah dan bunda tidak mau mengangkat nya?.


" Apakah Bunda kamu juga tidak mengangkat telepon kamu? maaf tadi ayah sedang meeting dengan klien dari luar negeri jadi tidak sempat mengangkat teleponmu karena HP Ayah ada di ruang kerja."


" Sebenarnya apa yang terjadi yah Mana Bunda kok Bunda tidak ikut dengan ayah dan sampai sekarang Bunda belum ada kabar?"


" nanti ayah Jelaskan tetapi sekarang kita makan malam dulu Kata Bibi kamu belum makan, nanti kamu sakit"


" Biarin aja Ira sakit toh ayah dan bunda sudah tidak menyayangiku lagi dan sudah tidak mempedulikan Ira lagi"


" kamu tidak boleh bilang begitu ayah dan bunda sangat menyayangi kamu Kamu adalah anak satu-satunya dan anak kesayangan ayah dan bunda."


" Ya udah habis makan Ayah harus menjelaskan semuanya, ada banyak pertanyaan yang ingin ira tanyakan kepada ayah mulai dari tadi siang, kenapa ada pelayan? kenapa Bunda tidak mengangkat teleponku? kenapa Bunda belum pulang?kenapa Ayah baru pulang? Pokoknya Ayah harus menjelaskan nantinya janji ya ayah?


" Iya Ayah janji"


Bersambung.....


menurut sahabat sahabat, apa nih yang kurang dari novel sahabat karena Allah? author butuh sekali nih masukan dari sahabat sahabat reader


tungguin terus episode selanjutnya 🤗


jangan lupa klik♥️ tambahkan favorit, Like,komen baik berupa saran maupun support yang sangat berarti bagi author dan juga jangan lupa rating (penilaian)⭐⭐⭐⭐⭐


Terimakasih


salam hangat dari author


#saslya_


#Jangan di skip

__ADS_1


karna setia episode saling berhubungan jika ada episode yang di skip maka sahabat tidak akan tahu alur cerita episode selanjutnya 😁


__ADS_2