Persahabatan Karna Allah

Persahabatan Karna Allah
(75) Tidak!!


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu Sahabat-Sahabat


Ira dan ayahnya pun makan bersama dengan lahap Ira buru-buru menyelesaikan makan malamnya karena ia sudah tidak sabar untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi hari ini kenapa ayah dan Bundanya sangat berbeda dari sebelumnya Apakah bunda dan ayah menyembunyikan sesuatu dari aku.


"sekarang Ayah silakan menjelaskan dari a sampai z Ira mau mendengar semua penjelasan dari ayah" ucap Ira


"Silakan duduk dulu di dekat ayah" ucap Ayah Ira


Ira pun segera mendekat di tempat duduk ayahnya Karena pada saat mereka makan mereka duduk berhadapan dan ayahnya ingin Ira duduk di sampingnya.


"Begini Ra sebenarnya tadi ada kejadian yang membuat ayah dan bunda harus mempekerjakan pelayan karena mungkin mulai hari ini kamu harus terbiasa dengan pelayan yang sudah Ayah pekerjakan karena Bunda kamu lagi sakit sekarang bunda kamu ada di rumah sakit,tadi pada saat Ayah dan Bunda ingin ke kantor Entah kenapa Bunda kamu ingin ikut ke kantor dan Pada saat perjalanan ada segerombolan mobil yang mengelilingi mobil ayah dan salah satu orang tersebut ingin menembak ayah tetapi Bunda kamu langsung mencegah dan akhirnya Bunda kamu yang tertembak tetapi ayah tidak mau memberitahu kamu secepatnya karena Ayah tidak mau membuat kamu khawatir dan cemas."


"Apa? jadi bunda ada di rumah sakit Ayah tidak memberitahu Ira setegah itu ayah kepada Ira,Ira itu anak ayah dan bunda bisa-bisanya ayah tidak memberitahu kejadian ini. sekarang Ira mau ke rumah sakit pokoknya Ira tidak mau tahu Malam ini kita harus ke rumah sakit."


" Iya sekarang kita memang harus ke rumah sakit sekarang Ira masuk kamar Panggil Bibi Sari untuk membantu Ira membereskan barang-barang Ira untuk dibawa ke rumah sakit mungkin kita akan bermalam beberapa hari di sana untuk menjaga dan menunggu Bunda kamu sadar Karena sekarang Bunda kamu itu koma dan belum sadarkan diri."


Ira secepat mungkin bergegas naik ke kamarnya ia berlari sambil menangis dan tidak menyangka hal buruk terjadi kepada bundanya.Tak lama kemudian Ira dan ayahnya pun berpamitan kepada Bibi Sari dan tak lupa Ayah Ira berpesan kepada Bibi Sari untuk menjaga rumah mereka. Mungkin mereja akan kembali ke rumah satu kali atau hanya mengirim orang untuk mengambil keperluan kami di rumah sakit.


"jadi bibi jangan kemana-mana dan jika ada kejadian yang terjadi di rumah ini langsung hubungi saya ya bi" Ucap ayah Ira


Sesampai di rumah sakit Ira belum bisa melihat secara langsung atau masuk dalam kamar tempat Bundanya dirawat karena keadaan Bundanya sangat parah jadi keluarganya hanya diizinkan untuk melihat di depan pintu atau di jendela,ia sangat Terpukul dan hanya bisa menangis melihat Bundanya tidak berdaya dan berbaring lemas tidak sadarkan diri di dalam kamar tersebut.


Karena melihat Ira sangat Terpukul, Ayah Ira pun langsung menelpon sahabat-sahabat Ira untuk menghiburnya. selang beberapa waktu kedua sahabat Ira pun datang ke rumah sakit untuk menemani Ira mereka berdua tidak sama sekali menolak permintaan Ayah Ira karena mereka merasa Ira dan keluarganya adalah keluarga mereka juga bahkan ayah dan bunda nya sangat baik kepada mereka seperti layaknya mereka menganggap shasya dan putri adalah anaknya kandung mereka.


"kamu yang sabar ya Ra, kamu tidak usah khawatir bunda kamu orang baik pasti Allah akan menyembuhkan bunda kamu" Ucap Putri

__ADS_1


"Iya ra Putri benar lagi kami juga ada di sini untuk menemani kamu" tambah Shasya


"terimakasih ya Put Sha" Jawab Ira dan mereka bertiga pun berpelukan.


keesokan harinya Ira Putri dan Sasha berangkat sekolah yang diantar oleh sopir dari keluarga. Ayah Ira tidak mau membiarkan Ira berangkat sendiri karena mereka tidak tahu apakah yang menyerangnya tadi pagi juga akan mencelakai Ira. namun kemungkinan besar orang yang menyerangnya itu juga akan menyerang Ira karena hasil selidik dari suruhan Ayah Ira mereka mengatakan bahwa orang yang menyerangnya adalah orang suruhan dari orang yang kalah tender oleh ayah Ira Mungkin orang tersebut tidak menerima kekalahan itu dan ingin menyelakangi keluarga Adam.


sudah seminggu namun Bunda Ira tidak sadarkan kegiatan Ira hanya ke sekolah setelah itu ke rumah sakit tidak ada hal-hal yang dilakukan oleh Ira karena Ira hanya mau menemani Bundanya dan tidak mau kemana-mana ia takut nanti Bundanya bangun namun Ira tidak ada di sampingnya Ira mau pada saat Bundanya bangun orang yang pertama lihat adalah dirinya.


hari ini Ridwan sahabat Adam bersama dengan anaknya datang untuk menjenguk keluarga Adam ,Ridwan baru sempat hadir karena beberapa hari yang lalu Ridwan sibuk dengan pekerjaannya dan hari ini Gibran juga baru datang dari Jepang.


" Assalamualaikum Adam, Maaf ya baru sempat datang untuk menjenguk Hawa karena seminggu yang lalu aku di luar kota untuk menyelesaikan pekerjaanku dan baru hari ini juga anak aku datang dari Jepang Jadi baru sempat datang hari ini tapi kamu tidak usah khawatir mulai sekarang aku akan menemani kamu di sini karena Sengaja aku menyelesaikan semua pekerjaanku untuk menemani kamu sampai sawah sembuh." ucap Ridwan


" Waalaikumsalam Ridwan Iya Nggak apa-apa kok aku sangat paham keadaan kamu ucapan terima kasih karena kamu sudah menyempatkan datang ke sini bersama anakmu, Silakan duduk" ucap jawab Adam.


" Ira,Gibran Ayah ingin keluar dulu bersama Ayah Gibran kalian berdua di sini jaga Bunda. Gibran Om Titip irayah dan Bunda Ira ada pekerja yang harus Om kerjakan bersama ayah kamu."Kata Adam


" Iya Om Gibran akan menjaga Ira dan Bunda Ira di sini ayah dan om hati-hati ya di jalan"Jawab Ghibran


tak kemudian Gibran pun memberanikan diri untuk menyapa terlebih dahulu.


"Ha ira kamu masih kenal aku kan ?aku Gibran orang yang pernah datang pada saat kamu sakit di Jepang"ucap Ghibran


" Iya aku masih kenal kamu kok Kak, senang deh Bisa ketemu lagi dengan Kak Gibran Sudah lama tidak ketemu ya Apakah kuliah Kakak sudah selesai?"


" belum sih sisa satu semester lagi karena target aku di semester 6 aku sudah menyelesaikan S1 ku dan akan fokus pada bisnis aku"


" target yang sangat bagus Kak semoga kuliah Kakak dilancarkan dan bisa cepat-cepat lulus ya Kak"

__ADS_1


"Oh Iya kalau kamu bagaimana sekolah mu ngomong-ngomong kamu sudah kelas berapa?"


" Aku baru kelas 12 SMA Kak semester ganjil, sebentar lagi aku akan seperti kakak menjadi mahasiswa."


" Emangnya kamu mau kuliah di mana dan jurusan apa?"


" Kalau bisa sih aku mau kuliah di sini saja jurusan dokter"


" Wah jurusan yang sangat luar biasa, Kenapa kamu tidak kuliah di luar negeri aja apalagi kedokteran kalau kuliah di luar negeri pasti lebih bagus"


" hmm aku tidak mau Kak aku tidak mau jauh dari ayah dan bunda dan tidak mau jauh dari sahabat-sahabatku aku lebih senang di sini aja bisa bersama keluarga dan sahabat menurut aku di manapun kita belajar dimanapun kita kuliah kalau kita bersungguh-sungguh pasti juga Hasilnya akan baik pula tergantung sih dari orangnya walaupun kuliah di luar tapi kalau tidak bersungguh-sungguh pasti hasilnya juga nggak akan sebagus apa yang orang pikirkan jika kita kuliah di luar negeri Ya kan Kak?"


" Wah pikiran yang sangat luar biasa" ucap Gibran


Bersambung.....


menurut sahabat sahabat, apa nih yang kurang dari novel sahabat karena Allah? author butuh sekali nih masukan dari sahabat sahabat reader


tungguin terus episode selanjutnya 🤗


jangan lupa klik♥️ tambahkan favorit, Like,komen baik berupa saran maupun support yang sangat berarti bagi author dan juga jangan lupa rating (penilaian)⭐⭐⭐⭐⭐


Terimakasih


salam hangat dari author


#saslya_

__ADS_1


#Jangan di skip


karna setia episode saling berhubungan jika ada episode yang di skip maka sahabat tidak akan tahu alur cerita episode selanjutnya 😁


__ADS_2