Pesona Hot Enemy

Pesona Hot Enemy
Bab 10. Come to Me!


__ADS_3

Malam itu Kyler tidak bisa tidur dengan nyenyak. Entah kesialan apa yang membuatnya begitu tersiksa dengan perasaan bersalah pada dua orang di cafe tadi. Tidak cukup perasaan saja yang terganggu, mata Kyler pun seolah bermasalah karena wajah datar dengan tatapan mata tajam itu terus saja melintas di hadapannya. Waktu setempat menunjukkan pukul 02:46 PM dan Kyler belum mampu terpejam sama sekali.


“Waktu kenapa terasa lambat sekali?”


Pria dengan sejuta rahasia dan misteri itu berharap pagi lekas menjemput agar ia bisa mendatangi kafe itu lagi dan menemui pemiliknya. Seperti yang sudah dia rencanakan tadi bahwa dia ingin membeli cafe itu beserta para pekerjanya. Mungkin dengan begitu tidak akan ada lagi rasa bersalah dan penasaran pada barista aneh di cafe tersebut. Terutama rasa kesal akan tindakan yang dia anggap sebuah penghinaan tidak lagi menekannya.


“Sh*it!”


Kesal terhadap diri sendiri yang tidak mampu menguasai dan mengendalikan suasana, pria tampan itu lalu bangkit meraih kunci mobil dan long coat cukup tebal, kemudian segera melangkah keluar dari unit apartemennya. Begitu keluar dari kamar, Kyler merapatkan coat yang dia kenakan seraya menggosok-gosok telapak tangannya. Sesekali pria itu terlihat meniup telapak tangan yang dirapatkan sekedar mengusir dingin yang terlalu mendominasi.


Ini adalah musim dingin di the Second City. Januari merupakan bulan dengan periode terdingin di Chicago, di mana kebanyakan warga the Windy City tersebut tidak merasa nyaman di luar rumah terutama pada dini hari seperti ini. Jalan-jalan pasti diselimuti salju tebal dalam kondisi berangin yang kadang membuat rambut bisa membeku jika terlalu lama berada di luar ruangan. Ini sebabnya Chicago dijuluki kota angin alias the Windy City.


Kyler mulai menjalankan mobilnya dengan tujuan yang tidak pasti. Beberapa menit setelah berkendara yang tidak jelas, melewati tumpukan salju yang kadang membeku dan sulit mencari, mobil Kyler mulai menjauh dari pusat kota. Terbesit sebuah tempat yang hendak dia datangi untuk mendapatkan minuman hangat. Namun, belum juga mendapatkan tempat tersebut, tuan pengawal itu sudah lebih dulu mengalami kesialan lain.


Mobilnya tiba-tiba mengalami benturan kencang dari arah belakang. Kyler refleks menjalankan mobil dengan pelan sambil sesekali melihat ke arah belakang dari kaca spion. Sepersekian detik, mobil itu sudah menyalip dan kini posisinya bersebelahan dengan mobil Kyler. Baru saja hendak menoleh ke samping sebuah ledakan kecil kembali terdengar dari arah belakang.


Kyler cukup terkejut dengan apa yang barusan terjadi. Tanpa pemberitahuan kedua kalinya, dia sudah bisa menebak bahwa musuh tengah menjebaknya. Benar, dari arah belakang sebuah mobil tiba-tiba muncul entah dari mana, sedangkan mobil yang satunya lagi terus bersisian dengan mobil Kyler.


“Siapa mereka? Mobil itu sepertinya tidak asing. Oh, sh*it!”


Kyler amat terkejut sekaligus menjadi marah saat sebuah timah panas mengenai kaca jendela mobilnya. Kyler pun langsung membanting setir ke kanan membentur mobil di sebelahnya dengan sangat keras. Tidak cukup sampai di situ, Kyler tak mau memberikan jarak sedikitpun. Dia terus merapatkan mobilnya dengan mobil di samping hingga ia melihat pembatas tebing di depan sana.

__ADS_1


Mengetahui apa yang akan dilakukan Kyler, pengemudi mobil sebelahnya itu menginjak pedal rem lalu berhenti sejenak. Alhasil dia terbebas dari himpitan mobil Kyler. Tidak dapat untuk berhenti, Kyler malah semakin melajukan mobilnya. Bukan menghindar, tetapi dia sedang memberi umpan agar dia mobil itu mengejarnya karena berpikir dia hendak kabur.


“Come to me, Sia*lan,” gumam Kyler dengan geram.


Benar saja, kedua mobil tadi tampak melajukan mobil untuk mengejar Kyler. Sebelah tangan Kyler bergerak membuka dashboard dan mengambil sebuah Revolver S&W model 29 yang tersimpan di sana.


Sementara itu, dua mobil di belakang mulai melepaskan beberapa peluru mengenai beberapa bagian mobil Kyler, tetapi ada pula yang meleset. Kyler masih tampak tenang hingga tiba-tiba satu ban belakangnya pecah terkena tembakan mengakibatkan mobil mendadak kehilangan keseimbangan.


Namun, Kyler yang sudah terbiasa berada dalam situasi seperti ini tidak lagi panik. Pria itu tetap tenang mengemudikan mobilnya dengan mempertahankan arah kemudi agar lurus ke depan dan tidak sampai membelok ke kanan ataupun kiri. Dengan cepat Kyler berpindah ke jok belakang setelah dia melepaskan pedal gas begitu saja agar kecepatan mobil turun dengan sendirinya.


Kyler kemudian berkesempatan membalas perbuatan dua mobil di belakang. Aksi baku tembak pun tak bisa dihindarkan. Namun, Kyler yang sudah terbiasa dengan senjata, saat itu melepaskan peluru tepat mengenai ban depan salah satu dari mobil tersebut.


Berbeda dengan kondisi mobil Kyler yang hanya mengalami kelumpuhan pada ban belakang, di mana kendali penuh ada pada ban depan, mobil musuh itu benar-benar hilang keseimbangan karena kendali depannya hancur. Alhasil, mobil pun menabrak pembatas tebing.


Pria tampan itu kembali ke jok pengemudi dan menepikan mobilnya ke kanan setelah kecepatan mobilnya perlahan mulai berkurang. Pada waktu yang bersamaan, satu bannya lagi terkena tembakan. Beruntung mobil Kyler telah lebih dulu berhenti lataran kehabisan momentum.


Cepat-cepat dia pun keluar dan bersembunyi di balik mobilnya menunggu satu mobil musuh yang masih terlihat melaju dari belakang. Pada waktu yang tepat, mobil itu pun melambat demi ingin ngecek kondisi mobil Kyler. Kesempatan itu datang dan dengan gesit Kyler melepaskan satu lagi timah panas yang tepat mengenai tangan sang pengemudi.


“Arrrgghh … sh*it! Pengawal sia*lan!” pekik dia yang berada di mobil. Mendadak pria itu menghentikan mobilnya karena teramat kesakitan.


Pengawal? Bukankah tidak ada orang lain yang tahu tentang ini?

__ADS_1


Mendengar pekikan orang itu Kyler semakin merasa familiar. Dia pun akhirnya keluar dari persembunyian dan langsung masuk di dalam mobil musuh. Begitu dia berada di dalam mobil, keduanya refleks saling menodongkan senjata tepat pada kepala masing-masing.


“Ah, jadi kau rupanya, Tuan Tellez? Apa masalahmu?” tanya Kyler to the point.


“Tinggalkan pekerjaanmu dan Loretta, Sia*lan!” ucap pria yang tengah menahan kesakitan itu.


Kyler tergelak mendengar ucapan pria itu. “Memangnya apa alasannya? Kau begitu takut wanita manja itu jatuh cinta padaku?” Kyler bertanya dengan mimik mengejek. “Tenanglah, Tuan Damian Tellez. Aku tidak tertarik dengan wanita itu. Jadi kuperingatkan untuk jangan sekali-kali mengusik hidupku! Kali ini Revolver ini hanya mengenai lenganmu. Tetapi lain kali aku pastikan benda ini akan meledakkan kepalamu. Kau mengerti?” ancam Kyler tidak main-main.


Damian spontan menurunkan pistol yang ditujukan di kepal Kyler. Klyer pun melakukan hal yang sama.


“Move!” titahnya.


Damian lantas berpindah ke jok belakang dan gantian Kyler yang duduk di kursi pengemudi. Dia kemudian melesatkan mobil tersebut dengan cepat kembali ke pusat kota dengan tujuan membawa Damian ke rumah sakit terdekat. Mereka akhirnya tiba setelah beberapa menit berkendara.


Kyler lalu meminta perawat menangani luka tembak pada lengan Damian, lalu dia sendiri segera berlalu dari sana dengan mengemudikan kembali mobil milik Damian.


Aku tidak akan berhenti, pengawal bodoh. Lihat saja nanti. Kali ini kau yang menang, tetapi tidak pada kesempatan berikutnya.


...🌻🌻🌻...


...Halo, ketemu lagi ….👋...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan komen, juga jangan lupa mampir di karya temanku yang satu ini yah …....



__ADS_2