Pesona Hot Enemy

Pesona Hot Enemy
Bab 6. Testing


__ADS_3

Loretta membuang wajahnya ke tempat lain, sedikit malu dengan ucapan sang ayah yang seolah membuat ia merasa terpojok. Kecanggungan sempat terjadi, tetapi tidak berlangsung lama karena teratasi oleh ucapan Gilmer selanjutnya.


“Sudahlah, daddy tau kau tidak bisa menilai sekarang karena belum melihat kemampuannya, 'kan?” Loretta mengangguk, lalu kembali menatap lelaki di hadapannya dengan sikap yang jauh lebih tenang dan angkuh.


Sedikit mengangkat dagu sambil mengibaskan rambutnya ke belakang, Loretta berucap, “Kalau begitu aku ingin lihat sekarang, apakah pilihan Daddy benar-benar bisa diandalkan ataukah tidak.” Ia melipat kedua tangannya di dada.


Sepasang manik hazel menatap tajam wanita cantik yang tengah berbicara di hadapannya. Banyak rencana yang tiba-tiba saja terlintas di pikirannya dalam bungkam. Entahlah, tetapi lelaki itu bak sebuah robot canggih yang sudah terprogram khusus untuk mendeteksi lawan.


“Of course, Honey! Itu yang terpenting, tetapi lebih penting lagi jika semuanya dimulai dengan perkenalan terlebih dulu. Bukan begitu, Tuan Revas?” Gilmer berucap pada putrinya dan diakhiri dengan pertanyaan pada sang bodyguard.


“Oh, yah. Tentu saja.” Lelaki itu langsung menjulurkan tangannya lebih dulu pada Lore. “Kyler Revas,” ucapnya sembari sedikit menunduk.


Tanpa menerima uluran tangan sang pengawal, Loretta masih tetap melipat tangannya di dada dengan memasang wajah angkuh.


“Aku kira kau sudah tau siapa aku, 'kan? Jadi tidak perlu berbasa-basi. Langsung saja tunjukkan kemampuanmu, Tuan Kyler Revas!” Ucapan Lore begitu tenang tetapi jelas menantang.


Well, dengan tenang Kyler menurunkan tangannya yang masih terjulur, lalu mengangguk pelan. Sementara itu, Gilmer tidak lagi heran melihat sikap angkuh putrinya. Ia pun tidak mempermasalahkan karena pikirnya, biar itu menjadi bagian dari usaha Kyler untuk menjinakkan sang klien.


Mungkin dengan begitu, Loretta tidak akan lagi menganggap ini sebagai sebuah paksaan.


“Baiklah, Kyle. Kau juga perlu berkenalan dengan beberapa bodyguard di sini.” Gilmer pun berjalan keluar meninggalkan ruang kerjanya setelah mengajak Kyler dan Loretta.


Ketiganya berjalan santai dengan Kyle yang setia mengekori ayah dan anak itu menuju sebuah bangunan besar dan luas di bagian belakang. Letaknya cukup jauh dengan jarak 200 meter dari rumah utama. Di sampingnya, terdapat sebuah bangunan berlantai dua dengan puluhan kamar di dalamnya, merupakan kamar para pelayan dan penjaga di mension tersebut.


Kyler menatap sekelilingnya dengan teliti serta kepala yang sesekali mengangguk. Entah sedang kagum ataukah ada hal lain yang terbesit dalam pikirannya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, tidak ada pembicaraan di antara mereka. Hal itu membuat Kyle tampak melamun dan tidak sadar jika mereka sudah tiba di tempat tujuan. Tiba-tiba saja suara pintu tertutup begitu keras, bersamaan dengan sebilah pisau yang melayang dan mengarah tepat pada Kyler. Beruntung lelaki berwajah tampan itu cepat tanggap, lalu menghindar dengan cepat.


Belum selesai keterkejutan, kembali sebuah kayu balok dilayangkan ke arahnya lagi dari samping. Dengan sigap ia memutar tubuh lalu menangkis balok tersebut dengan sebuah tendangan, lalu disusul kepalanya yang ditekuk ke belakang dengan tubuh sedikit melengkung dalam sepersekian detik, menghindari pisau kedua yang kemudian tertancap di balik pintu.


Detik berikutnya pintu kembali terbuka, diikuti riuh tepuk tangan dari sejumlah pria berbadan kekar yang entah tiba-tiba muncul dari mana, juga Gilmer dan Loretta yang baru saja masuk.


Oh, wow! Lumayan uji cobanya.


Kyler membatin sembari merapikan kembali pakaiannya yang sedikit berantakan dengan tetap memasang raut wajah tenang, seolah tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Akan tetapi, manik hazelnya menatap tajam setiap orang yang berada di sana.


“Good job, Kyler. Gerakan yang sangat terlatih sepertinya.” Gilmer tampak puas dengan apa yang disaksikannya tadi. Lelaki paruh baya itu menepuk pundak Kyler beberapa kali, lalu kembali berkata, “Tapi itu saja belum cukup.”


Sehabis berucap demikian, Gilmer pun mundur lalu duduk pada kursi kebesaran yang disediakan anak buahnya, di samping Lore yang sudah duduk lebih dulu.


Sementara itu, Kyler tidak sempat untuk bertanya, tetapi dia pun paham saat tiba-tiba saja lima orang pria dengan tubuh berotot mulai mengitarinya, begitu satu jentikan jari terdengar sebagai sebuah perintah. Mau tidak mau, Kyler kembali meladeni mereka.


Loretta membatin sambil menyilangkan kakinya menindih kaki yang lain, lalu menyeringai angkuh menyaksikan pertarungan sengit 5 lawan 1. Dalam hati, Lore begitu senang karena dia yakin bahwa Kyler tidak akan lulus seleksi menjadi pengawal pribadinya. Ia akan jauh merasa tenang dan terima, jika hanya diberikan pengawalan dari para bodyguard ayahnya.


Loretta berpikir dengan begitu, ia bisa sedikit leluasa karena mudah baginya membodohi anak buah sang ayah. Tentu ini sudah lumrah bagi seorang Loretta Collins. Namun, tidak sampai lima menit, wajah Loretta yang tadinya dihiasi senyum sinis, mendadak diliputi kaget dan panik.


I-ini ti-tidak mungkin! Tidak mungkin!


Loretta tidak menyangka bahwa keempat anak buah ayahnya begitu dengan mudah dikalahkan oleh satu orang anggota dari Noco Miles. Belum habis kepanikan, Loretta dibuat mati kutu karena bodyguard satu-satunya yang tersisa, pun berhasil ditumbangkan oleh Kyler.


Ayah dan anak itu kompak bangkit dari duduknya, tetapi dengan ekspresi yang berbeda. Gilmer jelas saja tersenyum senang dan puas melihat kemapuan Kyler yang begitu memukau, sedangkan Loretta terbelalak tak percaya.

__ADS_1


Sh*it! Apa-apaan ini? Tidak, tidak, tidak …!


“Kau sangat luar biasa, Kyler. Aku tidak salah memilih pengawal untuk putriku,” ucap Gilmer dengan bangga. Ia pun menjulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Kyler. “Selamat bergabung bersama kami dan selamat bekerja mulai detik ini juga!” tandasnya dengan tegas. Keduanya saling berjabat tangan, tanda awal dimulainya peran Kyler sebagai seorang pengawal Nona Muda keluarga Collins.


“Bagaimana, Darla? Kau sudah lihat sendiri, 'kan?” Gilmer berbalik, lalu bertanya pada putrinya.


“Ehm! Lumayan, Dad," jawab Lore berusaha tenang.


Seperti biasa, ia selalu memasang wajah angkuh yang seolah telah menjadi bawaan sejak lahir. Wanita itu sedikit mengangguk-anggukan kepalanya, seakan turut mengakui kebolehan Kyler. Namun, dalam hati, tak henti-hentinya ia mengutuk.


Gilmer tergelak begitu membaca raut wajah sang putri yang sudah sangat sering ia jumpai.


“Sudahlah, Darla. Mulai sekarang, dia akan ikut kemana pun kau pergi. Daddy harap kau bisa sedikit menjaga sikapmu,” ucap Gilmer mengingatkan putrinya.


Ia kemudian segera berlalu dari sana meninggalkan Lore bersama Kyler dan para bodyguard lainnya. Disaat Kyler berkenalan dengan semua anak buah Gilmer, Loretta sibuk memikirkan cara agar bisa melepaskan diri dari pengawal barunya.


Aku yang akan menyingkirkanmu, pengawal bodoh. Kita lihat saja nanti.


“Sudah cukup perkenalannya? Sekarang ikut aku!” titah Lore tiba-tiba.


...🍁🍁🍁...


...Kira-kira Lore ngajak Kyler ke mana yah 🤷...


...Nantikan episode selanjutnya, yah 😍...

__ADS_1


...Jangan lupa ritualnya 🖤...



__ADS_2