Pesona Hot Enemy

Pesona Hot Enemy
Bab 19. Terlalu Merindukan


__ADS_3

Malam semakin larut dan di belahan negara bagian Illinois lain, tepatnya di kota Naperville, seorang wanita paruh baya tidak dapat memejamkan matanya. Kegelisahan dan kerinduan membuat wanita itu berulang kali mendial beberapa angka yang telah tersusun rapi membentuk sebuah nama.


“Sedang apa dia sekarang? Kenapa tidak mengangkat telepon?” tanya wanita itu entah pada siapa.


Dia berjalan mondar-mandir di dalam kamar seperti setrika rusak karena kegelisahan yang semakin mendominasi. Sudah hampir seminggu tidak ada kabar dari seseorang yang ia harapkan. Mungkin saja perasaan rindu yang besar turut menghadirkan gundah.


“Ada apa, Nola? Kau terlihat begitu gelisah.”


Seseorang tiba-tiba membuka pintu dan masuk, lalu berjalan ke arah wanita itu. Seorang pria setengah abad yang terlihat masih sangat tampan dan gagah, suami dari wanita tadi.


“Bagaimana kabarnya? Apa dia baik-baik saja?” tanya wanita itu pada suaminya.


“Ah, jadi itu masalahnya?” Suaminya tersenyum lalu menuntun wanita itu untuk duduk di sofa yang tersedia di dalam kamar. “Jangan khawatir, Nola! Tentu dia baik-baik saja. Kau tahu bahwa dia anak yang hebat,” imbuh pria itu.


“Dia mengabarimu? Kenapa tidak denganku? Kecurangan macam apa ini, Miguel?” Wanita itu tidak terima dan langsung bangkit berdiri, lalu mendial nomor yang sama sekali lagi.


Pria yang menjadi suaminya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. Dia mengerti dengan baik kegelisahan sang istri. Di samping sikap tenang itu dia pun sebenarnya menyimpan rindu yang tidak ingin dia tunjukkan saja. Oleh karena itu, dia pura-pura terlihat tidak peduli dengan membaca buku sembari memasang telinga dengan baik.


Sepertinya nasib baik sedang menghampiri pasangan suami-istri yang tak lagi muda itu. Tidak sampai satu menit seseorang di seberang sana menerima teleponnya. Wanita paruh baya itu seketika terlihat bahagia.


📲 “Astaga … hei, Boy! Apa saja yang kau lakukan? Tidak bisakah kau memberiku kabar sebentar saja? Tega sekali kau.”


Wanita itu langsung menyerocos dengan omelan khas rindu. Terdengar kekehan kecil dari ujung telepon membuat wanita itu mau tak mau tersenyum damai meskipun matanya terlihat berkaca-kaca.


📲 “Maafkan hamba, Yang Mulia. Hamba terlalu sibuk, tetapi ketahuilah Yang Mulia bahwa hamba senantiasa merindukanmu dan istana.”


Seketika ruangan kamar tidur itu dipenuhi gelak tawa dari pasangan yang tak lagi muda tersebut. Mendengar suara di seberang sana saja mereka sudah cukup senang, apalagi dibumbui candaan manis seperti ini.

__ADS_1


Kegelisahan seketika menguap tanpa jejak.


📲 “Anda sepertinya bahagia sekali Yang Mulia. Apa hamba sudah dimaafkan?”


📲 “Hmm … belum. Maaf itu akan kau dapatkan jika kau kembali ke istana.”


📲 “Baiklah. Hamba menganggap ini adalah tantangan agar hamba segera menyelesaikan tugas hamba dan kembali ke istana secepatnya.”


Pembicaraan itu masih diwarnai tawa hingga mengusik seseorang yang kebetulan lewat di depan pintu kamar pasangan paruh baya tersebut, lalu memilih masuk dan ikut bergabung. Ternyata, dia adalah anak gadis mereka.


Gadis itu penasaran dengan apa yang membuat kedua orang tuanya begitu bahagia malam ini. Dia tidak langsung menghampiri mereka dan hanya memantau dari depan pintu.


Oh, sedang telponan. Sama siapa? Apa itu ….


Gadis manis itu melangkah perlahan sembari memasang pendengarannya dengan baik agar mengetahui suara siapa yang di seberang sana. Tiba-tiba saja dia berjingkrak kegirangan begitu telinganya menangkap suara yang sangat familiar.


Gadis itu refleks berlari mendekat ke arah orang tuanya sambil berteriak kesenangan yang berhasil mengagetkan mereka. Tanpa permisi dia pun langsung merebut ponsel dari tangan ibunya.


Wanita paruh baya itu langsung menutup mulut sang putri menggunakan kedua tangan, sedangkan suaminya hanya menggelengkan kepala. Sementara itu, dia yang berada di seberang sana tengah meringis sembari menjauhkan ponsel dari telinga, tidak tahan dengan celoteh panjang sang gadis yang merupakan adiknya.


“Pelan-pelan saja, Sayang. Captain-mu itu pusing dengan pertanyaan dan ocehanmu. Dia bingung mau menjawab ataukah mendengar,” tegur wanita paruh baya.


“Sorry,” cicit sang gadis dengan cengiran.


📲 “Aku hanya terlalu merindukanmu, captain.”


📲 “Apa yang ingin kau ceritakan, tunggulah aku kembali dan ceritakan semuanya. Jaga diri baik-baik dan jangan ke club atau aku akan–”

__ADS_1


📲 “Ok, captain. Aku akan menaati semua perintahmu, tapi jangan bawa-bawa temanmu itu maupun Rex Falcon! Okay?”


📲 “Ok. Ini sudah larut malam, dear. Tidurlah! Nanti aku hubungi lagi besok.”


📲 “Baiklah, tapi kau belum mengatakan sesuatu padaku, captain.”


📲 “I love you and i miss you, dear. Good night.”


Setelah mengucapkan itu, panggilan telepon tersebut pun dimatikan. Di tempat yang berbeda, seorang pria yang tidak lain adalah Kyler, tampak berdiri di balkon kamarnya dengan ponsel di tangan dan wajah penuh senyuman.


Pria tampan itu tampak lega dan bahagia. Setelah puas mendengar suara-suara yang dia rindukan, dia pun hendak masuk ke kamar. Namun, saat dia berbalik, dia lantas terkejut bukan main saat mendapati seorang wanita cantik yang berani masuk ke kamar dan berdiri di hadapannya.


“Kau?” tanya Kyler setelah menggeser kekagetannya.


“Kenapa kau terkejut seperti itu, Tuan pengawal? Sepertinya … aku datang di waktu yang tidak tepat. Apa itu kekasihmu?”


Kyler memalingkan wajahnya menatap ke sembarang arah karena enggan menatap wanita dengan penampilan yang tidak pantas menurutnya.


“Bukan urusanmu!”


...🌻🌻🌻...


...TBC....


...Hai semuanya 👋 Maap baru muncul lagi karena masalah yang otor alami hingga gak bisa up seminggu ini....


...Tetap setia nungguin episode berikutnya yah gesss. Dan jangan lupa untuk ritualnya ❤️...

__ADS_1


...Oh yah, gessss. Mampir juga di karya temanku ini sambil menunggu episode selanjutnya …....



__ADS_2