Pesona Hot Enemy

Pesona Hot Enemy
Bab 18. Tuan Arogan dan Gadis Bisu


__ADS_3

“Kau?”


Ekspresi Kyler saat itu cukup kaget. Dia kaget mendapati seorang gadis kini berdiri tegak di hadapannya. Bukan apa-apa sebenarnya. Hanya saja pemilik cafe yang dia pikir adalah seorang pria sukses atau paling tidak seorang wanita matang, justru merupakan seorang gadis.


Gadis cantik dengan tampilan sederhana dan apa adanya. Namun, kesederhanaan itu tampak misterius dengan balutan busana hitam yang dia kenakan. Celana jeans berwarna gelap, turtleneck lengan panjang berwarna hitam press body, dan jangan lupa sebuah masker hitam turut serta menutupi sebagian wajah cantiknya.


Namun, percayalah, semua yang tampak sederhana itu tidaklah sama dengan yang dipikirkan Kyler maupun siapa saja yang akan melihat. Semua material yang menempel pada tubuh gadis itu adalah barang-barang dengan merek ternama dunia bahkan harganya fantastis. Akan tetapi, dari ujung rambut sampai kaki yang membuatnya tampak sedikit terlihat dewasa hanyalah sepasang heels bermerek Christian Louboutin, juga rambut yang dicepol asal.


Kyler menatap gadis itu dari atas sampai bawah dengan wajah yang masih didominasi kebingungan ataukah keheranan. Entahlah, hanya dia dan dewa yang tahu.


“Ya, ini saya pemilik cafe ini. Apa keperluan Anda sebenarnya hingga begitu ingin bertemu dengan saya malam ini, Tuan?” tanya gadis itu masih dengan masker yang belum dilepas.


Bukannya menjawab pertanyaan itu, tetapi Kyler malah tampak terpaku. Beberapa detik kemudian ia mengernyitkan keningnya seperti tidak asing dengan suara itu. Bukan hanya soal ketidakasingan, tetapi lebih dari itu ada hal berbeda yang dia rasakan.


Kyler yang sedari tadi tidak begitu ingin menatap wajah gadis itu, kini tatapannya malah terkunci di sana, tepat pada manik sang gadis. Lagi-lagi hal tidak asing kembali dia temui di sana. Bola mata berwarna biru dengan tatapan tajam itu bagaikan pedang bermata dua yang siap menyerangnya dari dua arah. Ya, tatapan itu sangat dia kenal. Tatapan yang semalam penuh membuatnya begitu penasaran sekaligus membuat dia teramat marah.


“Kau?” tanya Kyler sekali lagi dengan pertanyaan yang sama.


Tidak cukup hanya dengan bertanya, pria itu mengedarkan pandangan menjelajah seisi ruangan di sana, mencoba mencari seseorang yang mungkin saja bisa menjawab rasa penasarannya tetapi nihil. Siapa orang yang dia maksud pun tidaklah ada.

__ADS_1


Kyler kembali menatap wajah misterius dengan sorot tajam di depannya dan betapa dia terkejut di saat yang bersamaan, sang gadis melepaskan maskernya.


“What? Jadi kau ….” Kyler seolah tidak mampu untuk berucap. “Kau gadis bisu kemarin yang jadi pemilik tempat ini? Hei, ini … ini lucu sekali, Nona.” Kyler tergelak karena merasa hal itu seperti lelucon. “Panggilkan pemilik cafe ini sekarang juga!” titah Kyler dengan suara tegas dan wajah datar setelah menyudahi tawanya.


Gadis cantik itu tidak memberikan respon apapun pada Kyler selain diam dengan tatapan tajam seperti biasanya.


“Apa selain bisu kau juga tuli?” tanya Kyler dengan geram. “Aku bilang panggilkan–”


“Saya sudah di sini,” ucap gadis itu santai tetapi tegas. “Tidak perlu kaget seperti itu, Tuan arogan. Kenapa? Anda tidak terima jika seorang gadis yang kemarin menjadi barista kini naik jabatan menjadi seorang pemilik cafe?” cecar sang gadis.


Kali ini bukan lagi tatapan tajam melainkan senyum sinis yang gadis itu perlihatkan.


Kyler terbungkam tidak percaya dengan kebenaran yang dia dengar saat itu. Gadis itu benar-benar membuat Kyler semakin jatuh dalam lumpur penasaran. Siapa sosok gadis di hadapannya saat ini? Begitu yang terbesit dalam hati Kyler.


“Tentu kau sudah tau apa maksud kedatanganku. Aku tidak harus mengatakannya lagi, bukan?” jawab Kyler yang sekaligus memberikan pertanyaan.


“Oh, ya–”


“Tapi jika kau lupa, biar kuulangi sekali lagi.” Kyler langsung memotong perkataan gadis itu. Dia sengaja agar sang gadis tidak dapat berbicara apapun. “Berapa harga tempatmu ini? Aku ingin membelinya dengan semua pekerja yang ada di dalamnya,” imbuh Kyler dengan suara tegas.

__ADS_1


“Dan Anda tidak akan pernah mendapatkannya, Tuan arogan. Maaf, tawaran Anda ditolak!” seru gadis itu tak kalah tegas.


Andrew bersama waiters pria yang berada di sana bisa melihat dan merasakan aura ketegangan yang tercipta dalam ruangan cukup besar itu.


Kyler tertawa keras mendengar penolakan gadis itu. “Aku tidak menerima penolakan atau sedang melakukan penawaran di sini. Anggap aku datang memberitahu agar segera kau bergegas dari tempat ini atau kau bisa tetap tinggal jika kau mau.”


“Dan untuk ketahuan Anda, saya tidak menerima ancaman. Siapapun Anda, tidak akan pernah bisa memaksa atau menyuruhku untuk pergi dari sini,” sergah gadis itu.


“Baiklah, jika kau menolak. Ini bukan ancaman tetapi kau akan menyaksikan sendiri bagaimana tempat ini akan menjadi milikku!” ucap Kyler dengan suara tegas seperti sejak awal.


“Lakukan apa yang kau bisa, Tuan arogan. Aku menantikan hari itu tiba,” tantang sang gadis.


...🌻🌻🌻...


...TBC...


...Jangan lupa like, komen, dan rate ⭐⭐⭐⭐⭐...


...Sambil menunggu bab selanjutnya, mampir dulu di karya teman AG yang satu ini yah .......

__ADS_1


...Makasih 😘...



__ADS_2