Pesona Hot Enemy

Pesona Hot Enemy
Bab 8. Barista Aneh


__ADS_3

Matahari di pura the Windy City, mulai condong ke barat. Lore bergegas keluar dari ruang kerja Damian dan ia kaget mendapati Kyler masih setia berdiri di sana menunggu dirinya. Tidak hanya Lore, Damian pun kaget bercampur kesal.


“Kenapa kau masih di sini?” Itu bukan suara Lore melainkan Damian sendiri. Ya, Damian ikut mengantarkan Lore keluar dari ruangannya. Mungkin saja dia juga berniat mengantarkan Lore hingga ke mension Collins.


Terhitung sudah 3 hingga 4 jam yang lalu Lore menyuruh pengawalnya itu untuk pulang. Namun, ia tidak pernah menduga jika pria menyebalkan itu masih saja stay cool di sana.


Tidak menggubris pertanyaan dari Damian, Kyler langsung mempersilahkan Lore untuk berjalan lebih dulu. Sama sekali ia tidak peduli dengan tatapan Damian yang seolah ingin mengintimidasi dirinya.


“Jangan mengaturku! Sudah kubilang untuk kau pulang saja atau kerjakan hal lain dan tidak perlu menungguku!” Lore berbicara ketus dan penuh penekanan.


Kyler menatapnya sekilas tanpa suara, lalu kembali menunduk seraya sebelah tangannya mempersilahkan Lore untuk segera melangkah. Tentu hal ini membuat wanita cantik yang terkenal angkuh ini naik pitam.


“Pengawal sia*lan! Pergi kau sana!” Loretta dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Kyler. Namun, bukannya Kyler yang bergeser, tubuhnya sendiri yang malah tidak seimbang dan pada akhirnya terjatuh. “Aaaaakh, Pengawal kurang ajar!” pekik Lore begitu malu. Untung tidak ada orang lain di sana yang melihat kejadian itu selain mereka bertiga.


Melihat Kyler yang tetap memasang wajah datarnya dan tampak tak acuh, Loretta bangkit lalu memukul pria itu membabi buta menggunakan tas yang dia pegang.


“Mati saja kau, Pengawal sialan tidak berguna. Untuk apa kau bersikeras mengawalku ke sana kemari kalau pada akhirnya kau biarkan aku terjatuh begitu saja? Di mana otakmu, Pengawal bodoh?” Lore terus memaki dan memukul Kyler yang tampak tidak ingin menghindar sedikitpun.


“Saya pikir itu jauh lebih baik untuk Anda, Nona, daripada harus ditolong sama saya,” ucap Kyler tegas dan apa adanya.


Lore tersadar dan menghentikan aksinya. “Itu bukan alasan tapi kamu memang sengaja karena kesal padaku, iya, 'kan?” Puas memaki sang pengawal, kini ia menghampiri Damian.


“Kau tidak–”


“Apa? Kau mau bertanya apa aku baik-baik saja? Hentikan kekonyolanmu, Damian. Kau sama saja dengan pengawal bodoh itu. Aku mau pulang dan jangan ada yang berani mengikutiku!” ancam Loretta dengan telunjuk berada tepat di wajah Damian. Setelah itu, ia pun melangkah meninggalkan dua pria di sana.

__ADS_1


“Lore, tunggu aku!” teriak Damian dan hendak menyusul Loretta. Namun, ia lebih dulu berbicara kepada Kyler. “Kau tidak perlu mengikuti kami. Urus saja urusanmu. Lore akan aman bersamaku,” ucap Damian percaya diri.


Kyler seperti biasa, tampak tidak peduli. Pria itu terlihat mengedikan bahu seolah bersikap masa bodoh. Ia pun membiarkan Damian menyusul putri majikannya. Setelah keduanya menghilang dari pandangan Kyler, pria itu pun segera melangkah keluar dari sana.


Kali ini ia benar-benar tidak mengikuti Loretta lagi. Bukan hanya karena permintaan sang majikan, tetapi Kyler memang sengaja melakukannya karena ada hal lain yang ingin ia selesaikan.


Tiba di mobil, pria dengan wajah datar itu merogoh ponsel lalu menghubungi seseorang. Panggilan yang dilakukan tidak begitu lama diakhiri juga dan ia segera menjalankan mobilnya keluar dari gedung perkantoran milik Damian.


Menempuh jarak yang tidak terlalu jauh dan hanya memakan waktu 25 menit, Kyler akhirnya tiba di sebuah cafe yang lumayan besar, tetapi tidak begitu ramai. Cafe tersebut letaknya di tengah kota Chicago, dekat dengan millenium park. Sebuah taman di loop tengah, tempat berkumpulnya warga setempat dan wisatawan untuk menonton konser, bersepeda, dan joging, serta mengagumi patung yang bertebaran di taman.


Setelah memarkirkan mobilnya di halaman parkir, Kyler melangkah masuk dan langsung memesan secangkir black cat classic espresso, salah satu menu andalan cafe tersebut. Namun, sejurus kemudian Kyler kembali membatalkannya karena melihat barista tersebut adalah seorang gadis.


“Ehm, maaf. Tidak jadi,” ucap Kyler datar seperti biasa.


Barista cantik yang kala itu sudah siap dengan peralatan di tangannya, mendadak terhenti lalu menatap dingin wajah pria di hadapan yang hanya terhalang meja. Tajamnya tatapan itu membuat Kyler sedikit tak nyaman, apalagi cara gadis itu meletakkan kembali barang-barang yang ia pegang tadi dengan sedikit kasar.


“Black cat classic espresso satu dan organic jasmine peach satu.” Perkataan Kyler terhenti mendadak saat pengunjung lain datang memesan kopi dan juga teh.


Tanpa memperdulikan Kyler yang masih berdiri di sana, gadis itu melanjutkan pekerjaannya dengan gerakan cepat dan tetap fokus. Tidak pernah Kyler mendengar sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Setiap pengunjung yang datang memesan minuman, dia hanya akan menatap lalu mengangguk dan melakukan seperti yang mereka minta tanpa suara.


Apa dia bisu? Sangat disayangkan gadis secantik ini tidak bisa berbicara.


Mengabaikan si barista cantik tetapi bisu, Kyler lalu mencari tempat duduk. Namun, setelah beberapa menit terlewati ia merasa aneh sendiri. Melihat orang-orang yang mampir di sana semua memesan minuman, hanya dia saja yang tidak membuat Kyler merasa aneh.


Apa racikannya seenak itu?

__ADS_1


Ah, rupanya ini yang menjadi alasan Kyler membatalkan pesanannya tadi. Ia berpikir bahwa racikan barista wanita tidak akan senikmat racikan barista pria. Ia pun merasa tertantang dan ingin mencoba. Matanya tidak pernah lepas memperhatikan barista cantik tetapi bisu itu.


Mendapati si gadis tidak lagi begitu sibuk, Kyler pun bangkit dan kembali mendekat ke arah meja barista.


“Nona, berikan aku secangkir black cat classic espresso,” ucap Kyler.


Sejenak gadis itu menatap Kyler dengan datar. Setelah beberapa detik, dia baru bergerak membuatkan pesanan Kyler dengan gerakan lambat dan terkesan malas. Tidak ingin menunggu dan hanya terkesan mengganggu gadis itu, Kyler pun kembali ke tempat duduknya dan memilih menunggu di sana.


Tidak butuh waktu lama, seorang waiters datang menyajikannya di atas meja. Bukannya berterima kasih pada waiters tersebut, Kyler justru menoleh dan memandangi barista cantik yang setia berdiri di balik meja besar di sana.


Saat yang bersamaan, gadis itu juga tengah menatap Kyler tetapi ia buru-buru menoleh ke tempat lain dan pura-pura melanjutkan pekerjaannya.


“Gadis aneh,” gumam Kyler seraya menyeruput kopinya. Sejurus kemudian ia terkesiap dengan mata sedikit membola begitu merasakan nikmatnya kopi yang baru saja ia sesap.


“Sungguh nikmat. Hm, pantas saja orang-orang itu tanpa ragu memesannya. Sudah terbiasa kemari ternyata.” Ia pun menatap para pengunjung lain yang sedang menikmati minuman yang sama dengannya.


Tidak lama setelah itu, seseorang datang menghampiri Kyler dengan penampilan serba hitam dan sulit untuk dikenali.


“Halo, Tuan Revas. Sudah lama menunggu?”


...✨✨✨...


...Halo, epribadeeeh 👋 Jangan lupa like dan komen yah!!!...


...Sambil menunggu episode selanjutnya, mampir dulu di cerita temanku yang satu ini yah …....

__ADS_1


...Makasih ❤️...



__ADS_2