Pesona Hot Enemy

Pesona Hot Enemy
Bab 15. Keanehan Loretta


__ADS_3

“Terima kasih atas pertolongannya, Tuan. Saya benar-benar merasa berhutang nyawa terhadap Tuan,” ucap Lynette dengan sungguh.


Pasca kedatangan Kyler yang menolong dirinya dan Loretta dari ancaman bahaya tunangan aktor Olsen Carter, Lynette merasa sangat bersyukur. Dia sempat begitu sangat ketakutan saat tunangan Olsen mencoba melukai Lore dengan belati yang masih berada di tangannya, tetapi beruntung Kyler bisa mengatasi meskipun dirinya sendiri yang terluka.


Kyler tak mengatakan apapun hanya anggukan kepala sebagai respon atas ucapan terima kasih dari Lynette. Loretta pun demikian, tidak banyak bicara karena masih sedikit syok dengan aksi brutal sang tunangan dari kekasihnya. Kyler kemudian meminta dua pengawal mengantarkan Lynette, sedangkan dia sendiri mengantarkan Loretta dengan pengawal lainnya yang mengikut dari belakang.


Dalam perjalanan kembali ke mansion, Lore masih tampak diam hingga beberapa menit kemudian dia membuka suara dengan satu kalimat pendek yang kedengarannya cukup aneh. Ya, aneh karena mungkin kalimat itu baru pernah terucap dari bibirnya seumur hidup.


Kyler mendengar itu meskipun suara Lore begitu pelan. Pria berwajah datar itu pun tak berniat menanggapinya. Pikirnya, kepala gadis itu mungkin saja sempat terbentur tadi ataukah dia masih dalam keadaan syok dan tidak sadar sehingga berucap demikian.


“Kau tidak mendengarku?” tanya Lore yang merasa diabaikan.


Wanita itu mengubah posisi duduknya agar bisa melihat ke arah spion dan bisa menatap sang pengawal yang tampak serius dengan kemudi. Kyler masih tak menyahut tetapi sempat melirik ke arah spion dan mata mereka sempat bertemu. Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena Kyler yang terlalu Cepat memutuskan untuk mengalihkan pandangannya.


Merasa kesal dengan sikap pengawalnya yang terlalu acuh, Loretta bergerak berpindah tempat duduk dari jok belakang ke jok depan samping pengemudi. Melihat itu Kyler refleks menahan sebelah tangan Lore membantunya berpindah dengan aman.


“Kenapa kau begitu acuh tak acuh padaku?” tanya Lore begitu sudah duduk dengan benar. “Hei, aku berbicara padamu, Sia*lan!” Dia sudah benar-benar kesal karena Kyler bertingkah seperti orang bisu dan juga seolah tuli.


“Saya mendengarnya,” hanya itu jawaban Kyler. Singkat padat dan tidak jelas. Ya, entah ucapan mana yang dia dengarkan.

__ADS_1


“Sh*it! Kau tidak bisa bicara dengan benar atau paling tidak sedikit banyak dari sekedar ‘aku mendengarnya’, begitu?” Sikap Loretta yang seperti biasanya kambuh lagi.


Kyler masih sama, tampak tenang dan tidak terpengaruh dengan omongan Lore yang mulai menggebu-gebu. “Tidak perlu berterima kasih. Itu memang sudah tugas saya untuk melindungi Anda,” ucap Kyler menjelaskan.


Ah, ternyata ungkapan terima kasih yang diucapkan oleh Lore. Namun, benar hal itu terdengar aneh jika keluar dari bibir Loretta yang identik dengan kata-kata pedas bertajuk kesombongan. Berbeda jika orang lain yang mengucapkan itu terdengar begitu tulus dan indah.


“Kenapa tidak kau katakan seperti itu sejak tadi?” Sejujurnya ada sedikit rasa senang dalam hati Lore karena dia tahu bahwa Kyler tidak begitu mengacuhkannya.


Kenapa juga aku harus merasa senang? Tidak, tidak! Dia tetap pengawal sia*lan.


Loretta kembali memasang wajah angkuh dan memperbaiki gaya duduknya yang sedikit menyamping demi bisa melihat Kyler sejak tadi menjadi lurus ke depan.


Selepas ucapan Kyler itu tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka. Hanya Lore yang kadang menoleh sejenak ke arah pengawalnya. Tidak lama kemudian, mobil pun memasuki gerbang mansion. Dari kejauhan, baik Lore maupun Kyler bisa melihat jika Gilmer tengah menunggu kedatangan mereka di depan sana.


Mobil berhenti dan Kyler hendak turun dan membukakan pintu untuk Lore, tetapi gerakannya terhenti saat Loretta mencekal sebelah tangannya. Kyler menoleh lalu menatap bingung.


“Kau terluka dan kau diam saja?” Baru menyadari luka sayatan di tangan Kyler.


“Hanya luka kecil.” Menepis tangan Lore dengan pelan dan langsung turun dari mobil.

__ADS_1


Lore terpaku melihat luka maupun sikap pengawalnya itu. Dia terlalu dingin dan tidak mudah tersentuh. Entah kenapa sikap itu menjadi sebuah ketertarikan bagi Loretta dan bodohnya dia baru menyadari saat itu. Lore terus menatap hingga pria itu membukakan pintu untuknya.


“Thanks,” ucap Lore.


Pada kesempatan itu Kyler lantas mengangkat kepala dan menatap putri tuannya. Ia merasa ada yang berbeda dari Loretta. Terhitung sudah dua kali dia mengucapkan terima kasih dalam sehari dan itu kedengarannya aneh di telinga Kyler. Pria itu pun yakin bahkan orang lain akan merasakan hal yang sama dengannya jika mendengar itu.


Ada apa dengannya hari ini?


Mengabaikan kejanggalan itu, Kyler mempersilahkan Lore untuk melangkah masuk ke dalam mansion terlebih dahulu. Semua tindak tanduk mereka dipantau langsung oleh Gilmer dan Kyler menyadari itu.


...🌻🌻🌻...


...TBC....


...Jangan lupa like, komen, dan rate ⭐⭐⭐⭐⭐ Ma'aciih 💋...


...Mampir juga di karya teman AG yang satu ini sambil menunggu episode selanjutnya yah …....


__ADS_1


__ADS_2