
Kyler menjelaskan semua yang terjadi hari itu pada Gilmer, meskipun dia tahu bahwa tuannya itu telah mengetahui yang sebenarnya terjadi. Gilmer cukup merasa tenang mendengar hal itu langsung dari mulut Kyler. Ia merasa putrinya berada dalam pengawalan orang yang tepat.
“Kerja bagus, Kyler. Saya percayakan putri saya padamu,” ucap Gilmer sambil menepuk pundak Kyler beberapa kali.
Dalam hati Kyler sedang menertawakan kenaifan pria paruh baya itu yang dengan mudah mempercayainya. Dia bertekad akan melakukan yang terbaik hingga mendapatkan perhatian dan kepercayaan yang lebih agar dia mudah mencapai tujuannya.
“Siap, Tuan. Saya akan berusaha semampu saya,” balas Kyler dengan tegas.
Tidak lama setelah itu dia pun keluar dari ruang kerja Gilmer dan hendak menuju ke kamarnya. Namun, saat melewati dapur di mana ada jalan yang bisa menghubungkan ke villa belakang tempat para pekerja dan bodyguard, Kyler dihentikan oleh seseorang.
“Hei, Nak! Kenapa kau lewat di sini? Di sini wilayah khusus untuk pelayan. Para bodyguard sepertimu silahkan ambil jalan luar di samping sana,” ucap seorang wanita paruh baya sembari menunjuk ke luar. Meskipun dengan kalimat peringatan seperti itu, tetapi bisa Kyler mendengar nada lembut dan sopan serta sedikit lemah di sana.
“Oh, maaf. Saya tidak tahu. Saya pikir jalan mana saja bisa dilewati. Sekali lagi maafkan saya.” Kyler berucap sopan dan hendak berlalu tetapi wanita paruh baya itu lagi-lagi memanggilnya.
“Sebentar.” Kyler pun berhenti dan wanita yang merupakan kepala pelayan itu lebih mendekat kepadanya. “Kau terluka?” Ia mengangkat lengan Kyler demi melihat luka yang tertutup darah segar yang hampir mengering.
“Ah, hanya luka kecil.” Berusaha menutup luka di lengannya.
“Apa yang kau katakan? Luka sebesar ini dan kau bilang luka kecil? Kemarilah!” Menarik tangan Kyler lalu menuntunnya duduk di teras samping area dapur.
__ADS_1
Wanita itu lalu meminta Kyler untuk menunggu sebentar dan ia bergegas mengambil kotak obat. Tidak membutuhkan waktu lama, wanita paruh baya itu segera datang dengan beberapa perlengkapan yang diperlukan untuk membersihkan serta mengobati luka Kyler.
“Sejak kapan kau ada di rumah ini, Anak muda?” tanya wanita itu.
“Belum seminggu ini.” Kyler menjawab apa adanya.
Mendengar jawaban Kyler, wanita itu mengerutkan keningnya. Dia merasakan ada yang aneh dari jawaban itu.
Belum seminggu tapi dia tahu di sini ada jalan ke villa belakang? Sementara bodyguard lain tidak pernah tahu jalan ini.
Pasalnya, area dapur di kediaman besar itu cukup diprivatisasi. Kenapa? Segala penjuru tempat tersebut harus disterilkan baik dari kuman maupun manusia yang mungkin saja berpotensi membawa virus dari luar. Bukan saja itu alasannya, alasan lain adalah mengantisipasi tindak- tindak kriminal dan rencana jahat orang lain terhadap kenyamanan keluarga Collins.
Kepala pelayan itu masih mengira-ngira. Namun, sebelum Kyler masuk ke kediaman itu, dia sudah tahu bahwa Nona Muda Loretta akan mendapat pengawal baru. Oleh karena itu, dia tidak kaget lagi melihat wajah baru di mension Collins.
“Ssshhh.” Kyler meringis saat wanita itu tidak sengaja menekan luka di tangannya.
“Ah, maaf. Tahan sebentar lagi.” Kepala pelayan itu lalu segera menyelesaikan misi pengobatannya.
Setelah selesai dengan itu, dia pun mengajak Kyler untuk makan siang karena sudah lewat waktunya. Wanita paruh baya itu tahu bahwa pengawal sepertinya sangat sulit menyisihkan waktu untuk makan ataupun mengurus diri sendiri. Mereka lalu kembali ke area dapur tepat di ruang makan khusus untuk para pelayan.
__ADS_1
Wanita dengan profesi sebagai kepala pelayan itu masih setia menemani Kyler. Sesekali ia akan menatap wajah Kyler yang dirasanya tidak asing dan sangat familiar. Tiba-tiba saja lamunannya buyar saat telepon di ruangan itu berbunyi.
📲 “Halo–”
📲 “I miss u, Made!”
Seseorang di seberang sana refleks berteriak dengan gembiranya saat panggilan itu tersambung. Hal aneh terjadi kala Kyler tiba-tiba saja menghentikan kegiatan makannya begitu mendengar suara asing itu.
...🌻🌻🌻...
...Haii sayang-sayangku 👋 Maaf yah, otor lagi sibuk banget sampe gak enak badan jadi gak bisa up beberapa hari ini 😣...
...Ini baru bisa kambek lagi. Doain yah biar otor sehat terus 😘...
...Oh iya, jangan lupa ritualnya (Like, komen, dan rate ⭐⭐⭐⭐⭐)...
...And, jangan lupa untuk mampir juga di karya teman otor yang satu ini yah sambil nunggu bab berikutnya ✌️...
__ADS_1