PESONA KAKAK IPAR

PESONA KAKAK IPAR
eps 13


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, viona semakin hari semakin jatuh dalam pelukan sang kakak ipar.


"Sayang hari ini temani aku ke suatu tempat." ajak Wisnu.


Viona hanya mengangguk, dia pun kembali melanjutkan membaca majalah kesukaan dia,


dengan wisnu yang tiduran di sampingnya.


"Sayang, aku mau ke mini market kamu mau nitip apa? biar aku belikan untuk mu." Wisnu duduk di tepian ranjang dengan menggapai kunci mobil.


"Aku tidak menginginkan apa pun, memangnya kamu mau membeli apa?." Tanya Viona.


"Mau membeli beberapa makanan ringan dan minuman sayang, aku pergi dulu ya...." Wisnu melangkah pergi.


Tok tok....


"Bukankah dia baru saja keluar? kenapa sudah kembali secepat itu."gumam Viona,


dia pun membuka pintu dan betapa terkejutnya dia saat mendapati ayah dan kakaknya berada tepat di depan mata.


"Anak durhaka kamu, berani sekali merebut suami kakak mu sendiri." Firma menampar Viona dengan sangat kasar.

__ADS_1


seketika viona merasa pusing, serasa dunia berputar-putar. namun dirinya berusaha kokoh dan menguatkan hati untuk menghadapi ayah dan kakaknya.


"Berani sekali kamu menggoda suami ku, aku akan membuat hidup mu menderita." ancaman yang naisya lontarkan membuat hati Viona merasa sakit.


emosi yang berkobar di diri Viona yang membuatnya tidak tahan untuk menghukum balik Naisya.


plak...


Viona menampar sang kakak tanpa gentar sedikit pun.


"Kurang ajar, kamu berani sekali melukai anak kesayangan ku..." Firma hendak memukul Viona, namun dengan sigap Wisnu menahan tangan Firma dari belakang.


"Siapa yang mengijinkan kalian menyakiti kekasihku? sedikit saja kalian menyakiti wanitaku maka kalian akan tau akibatnya." cetus Wisnu.


"Sayang, kenapa kamu tidak pernah pulang, aku merindukan kamu?." Naisya memeluk manja Wisnu.


"Enyah kamu dari hadapan ku! aku tidak sudi berada di dekat wanita kotor seperti kamu." maki Wisnu dengan mendorong Naisya hingga terjatuh.


"Wisnu cukup. jangan sakiti dia lagi." Viona meraih baju Wisnu dari belakang dan seketika membuat hati wisnu luluh.


amarah yang memuncak seketika dapat dia padamkan dengan melihat senyuman di wajah Viona.

__ADS_1


"Berani sekali kamu memanggil suamiku dengan sebutan Wisnu, hanya keluarganya yang boleh memanggilnya seperti itu!!" teriak anaisya dengan lantang.


"Viona adalah kekasihku dan aku mengijinkan dia menyebutku sesuka hatinya. karena aku sangat mencintainya." Wisnu mencium kening Viona di hadapan mereka.


Naisya menangis sesenggukan mendapat penolakan dan penghinaan dari suaminya sendiri.


"Kamu benar-benar anak dan adik durhaka.." maki Firma.


Mendengar kata yang membuat Wisnu seolah tersengat aliran listrik tegangan tinggi.


Wisnu menatap wajah Viona dengan penuh tanda tanya.


Viona tau saat ini Wisnu pasti dapat menyimpulkan semua yang dia lihat dan dia dengar.


"Maaf Tuan, siapa orang yang anda sebut sebagai anak dan adik durhaka?.bukankah anda hanya mempunyai satu anak. dan bukankah anda yang bilang bahwa tidak ada tempat lagi bagiku di keluarga Firma yang terhormat ini.maaf jadi anda mengatai orang yang salah, dan sekarang bawa anak anda pergi dari hadapan saya. dan jangan lagi sebut saya sebagai anak Anda, itu hanya akan membuat Anda malu karena saat ini saya adalah kekasih dari menantu Anda." jelas Viona dengan mengepalkan tangan menahan rasa sakit dan emosi yang coba dia redam .


"Kamu mengusir kami? lihat saja nanti, aku akan membalas kalian." maki Naisya.


"Hahaha...anda lucu sekali nona, pembalasan yang seperti apa yang anda maksud? bukankah ini adalah karma bagi anda, ingat nona pembalasan lebih kejam dari perbuatan." Viona menatap Naisya dengan tatapan mematikan.


"Sayang, sudah jangan perdulikan mereka, mari kita masuk."Wisnu meraih tubuh Viona dan membawanya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Firma geram melihat anak kesayangannya di perlakukan seperti sampah.


dia pun membawa Naisya pulang dengan amarah di hatinya.


__ADS_2