
Saat Viona dan Wisnu tenggelam dalam tawa canda anak panti tiba-tiba pundak Viona di sentuh oleh seseorang hingga membuatnya berbalik seketika.
"Ibu panti." Viona mencium tangan wanita tua yang berdiri di depannya
"Lama kamu tidak berkunjung kemari nak,apa kabar sayang?." ibu panti memeluk Viona seolah mereka sudah terbiasa dan saling menyayangi.
"Baik bu, bagaimana dengan ibu?." ucap Viona.
"Ibu baik nak. lalu dia siapa?." ibu panti menunjuk ke arah Wisnu.
"Salam kenal bu, saya pacar Viona." Wisnu mencium tangan ibu panti sebagai salam hormat.
"Ihhhh,apaan sih." cetus Viona dengan berpaling muka.
"Oh syukurlah nak, sekarang kamu sudah mendapat kebahagiaan kamu. semoga tuhan selalu menyertai kalian." ucap ibu panti.
"Viona bolehkah ibu berbicara dengan mu nak?."
Viona pun menatap wisnu, dia pun mendapat ijin dari Wisnu.
__ADS_1
"Sayang, jangan lama-lama, malam mulai larut, takut kemalaman." jelas Wisnu.
"Baik tuan pengatur,wekk." Viona menjulurkan lidah, dia pun menggandeng ibu panti untuk berjalan ke sebuah taman kecil di samping panti.
"Ibu mau membicarakan apa,sepertinya serius sekali?." tanya Viona heran.
Viona sedikit bertanya-tanya dalam hatinya.
setau dia selama ini jika ibu panti sedang gelisah wajah nya tidak dapat membohongi dirinya.
"Nak, ibu sudah dengar semua masalah di keluarga kamu. ibu sangat sedih. sejak kamu di usir dari rumah ibu mu menghubungi aku dan memintaku untuk mencari dirimu, tapi ibu sudah mencari kamu dan ibu tak kunjung menemukanmu. ibumu sangat mengkhawatirkan dirimu nak." jelas ibu panti
"Khawatir?hahaha, ibu jangan bercanda. bahkan saat aku di lempar dari rumah itu nyonya firma hanya melihatku tanpa reaksi sedikitpun. itu sungguh menggelikan untukku." Viona tertawa namun dalam tawanya dia menyimpan luka yang dalam.
"Entahlah bu, rasa sakit hatiku membuat hatiku membatu seperti saat ini, aku belum bisa menerima semua perlakuan mereka terhadap ku bu...hik hik hik" Viona menangis di bahu ibu panti.
"Pelan-pelan saja nak, kamu pasti bisa memaafkan orang tuamu dan lagi saat ini ibumu juga di usir dari kediaman Firma...."
Seketika hati Viona sesak, ada rasa sakit di hatinya yang membuat dia seolah berhenti bernafas. ...
__ADS_1
"Kenapa bisa sampai seperti itu?? lagi pula itu bukan urusanku." Viona berusaha tidak peduli
namun semua itu tidak menutupi kenyataan bahwa dirinya masih perduli dengan sang ibunda.
"Baiklah, ibu ini sudah larut. aku pamit pulang dulu." Viona mencium tangan ibu panti dan pergi begitu saja.
"Sayang, ada apa dengan dirimu?." Wisnu mendekati Viona dan memeluknya
"Bawa aku pergi dari sini aku ingin pulang." Pinta Viona.
"Kakak baik kenapa kakak cantik menangis?apakah kami berbuat salah?." kata salah satu dari anak-anak yatim piatu
"Sayang, kakak tidak apa-apa, hanya saja kakak sedikit lelah, kakak pulang dulu ya...kapan-kapan kakak datang lagi." jawab Viona dengan mengusap kepala anak itu.
Wisnu pun membawa Viona masuk kedalam mobil
mereka tak lupa melambaikan tangan kepada para anak yatim piatu.
sepanjang perjalanan Biona hanya terdiam membisu dengan pandangan kosong.
__ADS_1
Wisnu tau hati Viona saat ini sedang tidak baik
dia memilih untuk tidak mencari tau penyebab Biona berubah menjadi murung seperti saat ini.