
Malam pertama...
viona merasa sangat lelah dia pun membersihkan diri dan berganti pakaian
"sayang!!!...kamu tidak mandi dulu" viona berjalan ke arah wisnu yang berbaring di ranjang
betapa terkejutnya viona saat di melihat sang suami sudah tertidur dia terlihat sangat kelelahan
pernikahan mereka terbilang sangat cepat tanpa tunangan atau lamaran..
persiapan pernikahan yang sangat megah dan mewah itu hanya di persiapkan dalam waktu satu minggu..
sehingga dalam satu minggu itu, mereka sibuk untuk mengurus ini dan itu
mereka pun sampai tidur tengah malam.
"biarkan dia istirahat dulu..kelihatannya dia lelah sekali" gumam viona
dia pun berbaring di samping wisnu, dengan menatap wajah tampan wisnu yang sedang terlelap di sampingnya.
"kamu adalah matahari yang tuhan kirimkan untuk menerangi jalan ku, kamu juga adalah angin yang memberi ku nafas untuk bertahan hidup, tulang rusuk yang selama ini kamu cari kini sudah ada bersama mu...
kamu memberi ku kenyamanan, ketulusan cinta mu membuat aku lupa akan rasa sakit di hidup ku...
kamu lah cinta di atas cinta
hadir mu adakah sebuah anugrah terbesar.
terima kasih sayang untuk status yang saat ini kamu berikan kepada ku, jadilah suami ku sekarang nanti dan selamanya.... !!!"lirih viona dengan mengembangkan senyum di bibirnya
Viona terus menatap wajah wisnu
dan tiba-tiba Wisnu membuka mata...
__ADS_1
"aku tau aku tampan!!!..jadi jangan memandangku seperti itu, bisa jatuh nanti wajahku..." wisnu mengusap pipi viona
"memang kenapa aku kan istri mu, aku berhak atas dirimu dan semua yang melekat di tubuh mu" Viona tersenyum dan membelakangi wisnu
Viona merasa merinding saat nafas wisnu berhembus di lehernya, tangannya mulai menjalar tiap-tiap bagian tubuh viona yang tersembunyi...
"sayang kamu belum mandi...aku tidak mau jika kamu belum mandi" viona menepis tangan wisnu yang nakal
"nanti saja setelah ini ...."wisnu menyeringai
"sekarang atau tidak....??" viona menatap wisnu dengan tatapan yang mengerikan
"baik tuan putri hamba akan segera mandi...lalu kita mulai acara ritual pembuatan debay..." wisnu mencubit hidung viona dan bergegas mandi
tak berapa lama wisnu keluar dari kamar mandi
dia hanya mengenakan handuk dan bertelanjang dada
tubuh wisnu yang indah dengan aroma tubuh yang khas..
namun dia merasa ada desiran angin di paha nya
jantung viona serasa mau copot
tangan halus wisnu mulai menjalar di sekitar paha nya
sedikit demi sedikit wisnu menyingkap baju tidur yang viona kenakan..
saat yang seperti ini mana mungkin viona akan memertahankan pondasinya dan akhirnya pertahanan viona mampu di runtuhkan oleh sang suami
desahan pelan mulai keluar dari mulut viona
"jangan pura-pura tidur...akan ku hukum kamu malam ini, akan ku buat kamu merasakan indah nya surga dunia..." bisik wisnu
__ADS_1
viona membuka mata dengan wajah yang memerah
detak jantung nya begitu cepat hingga wisnu dapat merasakan detak jantung viona saat ini
"ini bukan yang pertama sayang...kenapa harus malu"
"tapi ini yang pertama kalinya aku melakukan ini tanpa beban apa pun...aku mencintaimu Narendra wisnu aji..." viona mencium bibir wisnu
wisnu hanya mampu mengimbangi gempuran demi gempuran dari viona
baru kali ini viona benar-benar liar di atas ranjang
membuat wisnu ketagihan
mereka pun melakukan nya lagi dan lagi
hingga mereka melupakan masih ada banyak keluarga narendra yang berkumpul di bawah..
tak terasa malam mulai larut...
mereka pun berbaring di ranjang yang sama dengan memadu kasih dan sayang
kata-kata mesra dan pujian yang wisnu lontarkan membuat viona semakin tak dapat jauh dari dirinya...
"viona sayang!!!..tetaplah di sisiku seperti saat ini, genggam tangan ku jika kamu merasa takut, peluk aku jika hati rapuh, panggil aku saat kamu merindukan diriku..
aku akan selalu ada di setiap kamu membutuhkan aku....percayalah kamu adalah hal terindah yang tuhan kirimkan kepada diriku!!!...emuahh" wisnu mendekap tubuh viona dan mencium kening nya
viona pun tak mampu berkata apapun
saat ini dia benar-benar bahagia
akhirnya dia bisa merasakan pelukan dari seorang lelaki yang mau berjuang demi dirinya
__ADS_1
dan membawa dia dalam ikatan yang sakral.