
Viona memberanikan diri berkunjung ke rumah ibunya.
saat tiba di depan rumah, Viona merasa bimbang dengan apa yang ingin dia sampaikan nantinya.
"Sepertinya aku belum siapa, kita pulang lagi saja....." ucap Viona.
"Sayang, kita sudah sampai di depan rumah. ayolah sayang, aku bersama mu. kamu pasti bisa mengendalikan rasa sakit hati kamu terhadap ibu kandungmu, kamu harus yakin..."
Wisnu menggenggam tangan Viona, berusaha menguatkan dan meyakinkan diri Viona.
Viona terdiam sejenak, hingga pada akhirnya dia mengangguk.
dia pun mengetuk pintu
tak berapa lama keluarlah seorang wanita...
"Viona anak ku...!!!." sang ibu memeluknya dengan erat
penuh rasa bersalah juga rasa rindu yang mendalam....
__ADS_1
"Ini benar kamu viona??..ya tuhan ini nyata! aku tidak sedang bermimpi....." Karena terlampau senang sang ibu pun meraih tangan Viona dengan air mata haru.
"Iya ini aku bunda..." lirih Viona.
"Mari nak kita masuk,kita bicara di dalam saja...." ajak ibunda dengan menggandeng lengan putrinya.
"Bunda, tujuanku kesini untuk meminta maaf atas semua kata-kata yang sudah menyakiti bunda, aku sudah mendengar semua penjelasan dari ibu panti...terima kasih telah memperdulikan aku!!" Viona menunduk dengan mata yang berkaca-kaca.
"Semua ini salah bunda...jika saja bunda berani melawan ayah mu, maka kamu tidak akan terluka seperti ini nak...bukan nya bunda pilih kasih, tapi ayah mu sudah banyak di hasut oleh kata-kata dari kakak mu...ibu tidak mungkin melawan ayah mu, semakin di lawan ayah mu akan semakin menggila...bunda tidak ingin melihat kamu di sakiti lagi dan lagi oleh ayah mu...ibu membiarkan mu pergi waktu itu, karna ibu senang kamu bisa terbebas dari penderitaan ini nak. bukan nya ibu tidak menyayangi mu, hanya saja ibu tidak mampu melawan amarah dari ayah mu...tapi sekarang kita bebas nak, kita bisa hidup berdua tanpa lelaki jahat itu...kita pasti bisa nak!!" air mata ibunda viona pun pecah seketika.
"Iya bun! aku senang bisa kembali kepelukan bunda lagi, aku sangat menyayangi bunda" viona memeluk ibunda nya dengan tangisan haru.
"Ehemmm.." Wisnu berdehem melihat mereka secara tidak langsung mengabaikan dirinya.
"Ibu merestui kalian nak! toh sekarang Wisnu sudah bukan suami kakakmu lagi, jadi kalian berhak bahagia. bunda turut bahagia..." Ucap sang ibunda.
"Oh iya tante, saya dan keluarga besar Narendra meminta anda secara khusus untuk menemani kami di pelaminan nanti..." ucap wisnu
"Pasti nak!...bunda akan menemani kalian dengan senang hati...nak wisnu tolong jagakan viona untuk ku, dan tolong sayangi dan cinta dia sepenuh hati...bunda yakin bersama mu dia bahagia, bersama dengan mu dia juga akan merasakan semua hal yang belum pernah dia dapat di keluarga nya!!!" pinta ibunda viona.
__ADS_1
Wisnu hanya mengangguk
dia melihat viona tersenyum tulus kepada ibundanya.....
"Bunda kami pamit dulu, masih banyak yang harus kita selesaikan di rumah..." ujar Viona.
mereka pun berpamitan dan pergi meninggalkan ibunda viona
"Sayang, kakek dan nenek mu kemana??" tanya Wisnu heran.
"Mereka sudah lama tiada sejak aku masih berusia 12 tahun kalau tidak salah..."
viona menatap wisnu, dia benar-benar tidak menyangka bisa mendapatkan seorang lelaki yang mampu membuat dia keluar dari penderitaan...
"Aku mencintai kamu sayang..." bisik viona.
"Apa??...coba katakan sekali lagi " wisnu tak menyangka viona mengatakan hal seromantis itu kepada diriny.a
"Aku mencintai kamu wisnu...sangat-sangat mencintai kamu" viona memeluk lengan wisnu yang sedang mengemudi.
__ADS_1
"Kalau begitu cium aku sebagai bukti tanda cinta mu" wisnu menyodorkan pipi.
"Emuahhhh..." viona mencium pipi wisnu.