
Viona melangkah ke arah meja kerja, ia menghubungi seseorang.
"Saya akan mengundurkan diri dari kantor ini. siapkan semua berkas pengunduran diri saya." Ucap Viona.
tak berselang lama datanglah seseorang yang mengantarkan berkas yang diminta.
"Permisi Tuan, maaf telah mengganggu waktu anda. saya hanya ingin menyerahkan surat pengunduran diri saya." Viona menyodoran surat pengunduran diri pada Wisnu.
Wisnu terkejut mendengar kalimat yang baru saja dia dengar.
"Apa kamu bilang?." sembari berjalan mendekati Viona.
"Saya sudah tidak nyaman bekerja disini, jadi saya ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini." Lirih Viona dengan menundukkan kepala.
"Saya tidak mengijinkan kamu keluar dari kantor ini! dan kamu selamanya akan berada di dekat saya." Tegas Wisnu dengan perintah tanpa penolakan.
Hik hik...
"Apa salah saya tuan,sehingga anda memperlakukan saya seperti ini? kenapa semua orang hanya bisa menanam luka di hati saya, kenapa? apa sebegitu buruknya saya sampai semua orang membenci dan dengan seenak hati kalian bisa mengatur kehidupan saya? sampai kapan kehidupan seperti ini akan saya jalani." tangis Viona pecah saat dirinya mulai mengingat masa-masa dimana dirinya merasakan penderitaan yang sangat menyakitkan.
__ADS_1
"Jangan bersedih. maaf jika aku menyakiti kamu, tapi tolong jangan pergi dari hidup ku lagi." Wisnu memeluk Viona dengan erat.
"Lagi? maksud anda apa?." Viona menatap wajah Wisnu dengan heran.
"Tidak ada. hanya saja aku mohon kepadamu jangan menangis, aku tidak ingin melihat mu meneteskan air mata." Wisnu mengusap pipi Viona yang basah karena air matanya.
Di saat bersamaan datanglah Naisya.
"Berani sekali kamu menggoda suami ku. dasar wanita murahan!." kecaman kasar keluar dari mulut Naisya, secara tiba-tiba dia pun menjambak rambut Viona.
Viona terkejut atas perlakuan yang baru saja dia terima.
betapa terkejutnya Naisya saat mengetahui wanita yang dia jambak adalah adiknya sendiri.
"kamu membela dia dari pada aku istrimu sendiri? kamu tau dia itu siapa? dia adalah...."
seketika Naisya bungkam saat melihat Wisnu yang tiba-tiba mencium Viona.
"******...." Naisya hendak melempar tas, akan tetapi Wisnu lebih dulu menghentikan dirinya.
__ADS_1
"Jika sedikit saja kamu melukai wanita ku, maka aku tidak akan segan membuat wajah cantik mu itu berlumuran darah. dan sekali lagi saya tekankan, kamu itu hanya istri di atas kertas, jadi kamu tidak punya hak atas kehidupan saya dan lagi saya sudah menolak perjodohan ini tapi kamu malah nekat bunuh diri. jadi jangan salahkan saya atas semua sikap saya ini. kamu harus ingat kontrak nikah kita hanya berjalan selama 4 bulan saja."jelas Wisnu.
"Kamu lihat saja apa yang bisa ku perbuat setelah ini." Ancam Naisya.
Ada rasa takut di hati Viona, tapi dia tak ingin terus lemah seperti ini, dia pun memberanikan diri untuk melawan kakaknya.
"Saya tidak takut dengan ancaman anda, toh saat ini suami kamu selalu ada di samping ku, iya kan sayang?." viona menyandarkan kepala di bahu Wisnu.
Wisnu sudah tau dengan kode yang Viona berikan kepada dirinya.
"Kamu tenang saja sayang, selama aku hidup tidak akan aku biarkan seekor nyamuk mengganggu dirimu." Wisnu memeluk tubuh Viona.
Naisya semakin terbakar dengan api cemburu, dia berlari dengan air mata yang menetes di pipinya.
semua mata menatap Naisya dengan asumsi mereka masing-masing.
saat semua orang berkasak kusuk sesuka hati mereka
datanglah Wisnu dan mengumumkan bahwa tidak akan ada gaji yang keluar jika di kantornya masih terdengar kata-kata yang menyakiti hati Viona.
__ADS_1
Dengan lantang Wisnu mengumumkan bahwa Viona adalah kekasihnya.
akan tetapi keputusan yang telah di tetapkan Wisnu belum di ketahui oleh Viona.