
Kediaman Firma...
Setelah acara pernikahan Naisya usai,
seluruh keluarga di gemparkan dengan hilangnya mempelai pria. Meski pernikahan tak dapat di hindarkan namun sikap yang di tunjukkan sang mempelai pria membuat keluarga Firma malu...
"Kemana anak itu?? apa dia tak punya hati, baru saja menikah sudah membuat ulah!!" Firma murka dengan yang terjadi pada anak gadisnya.
"Semua ini bukan salah dia, mungkin saja dia syok dengan pernikahan yang dia sendiri tidak mengetahuinya dan mungkin saja dia belum terbiasa dengan situasi yang seperti sekarang, Naisya gadis cantik, cepat atau lambat Narendra akan mencintai dia...." sahut nyonya Firma.
Tak lama kemudian Naisya keluar dari kamar.
"Sayang, kamu kenapa nak?" Firma menghampiri sang anak.
"Ayah, jahat sekali Narendra itu, mengapa dia meninggalkan aku saat malam pertama??"
__ADS_1
manja Naisya di pelukan Firma.
"Biar ayah yang mengurus dia, kamu jangan khawati, anak ayah sempurna, sebentar lagi pasti dia akan berlutut memohon cinta dari kamu nak." Ucap Firma dengan meyakinkan anak kesayangannya.
Naisya tersenyum girang, dia berhasil membuat sang ayah berpihak pada dirinya. Naisya pun yakin jika menyangkut kebahagiannya maka sang ayah akan segera bertindak karena Firma yang terlalu sayang kepada dirinya.
"Jika saja dia tidak tampan, mana mungkin aku mau menikah dengan dia, seharusnya Viona yang di jodohkan, tapi beruntung sekali aku bisa menggantikan dia, Narendra sangat sempurna dan kaya. Dia lelaki idamanku, meski dia belum bisa menerima aku sebagai istri tapi aku yakin cepat atau lambat Narendra akan mencinta aku, karena aku ini sempurna, lelaki mana yang tak menginginkan diriku?", Gumam Naisya dengan menyombongkan diri.
"Hey....apakah kalian akan berpelukan seperti itu? apa kata menantu kita nanti jika tau istri cantiknya ini masih saja manja-manja dengan ayahnya." jelas nyonya Firma.
"Biar saja aku kan anak kesayangan kalian...."
Mendengar kata ANAK sang ibu teringat
bahwa dirinya juga pernah melahirkan satu anak (Viona), seketika wajah nyonya Firma muram.
__ADS_1
"Bunda kenapa??" Naisya memeluknya.
"Bunda teringat adik mu, dimana dia saat ini??..bunda sangat merindukan dia." sang ibunda menangis dengan ingatan tentang Viona.
"Stop....jangan sebut nama dia lagi di rumah ini, dia sudah menyakiti Naisya, dia sendiri juga yang memilih untuk meninggalkan rumah ini, maka bagiku dia bukan lagi anak ku, bukan darah daging ku, mengerti!" seketika Firma murka dengan ucapan sang Istri.
"Tapi bagaimana pun dia masih anak kita!, dia lahir dari rahim ku dan tumbuh dengan darah mu, apa tidak ada sedikit pun rasa sayang mu kepada nya?." dengan isak tangis sang istri memberanikan diri untuk melawan Firma.
Plak...
Satu tamparan keras mendarat di pipi sang istri...
"Aku pemimpin disini, setiap orang yang melangkah keluar dari keluarga ini, maka tidak ada kaitannya lagi dengan diriku, aku juga menghapus nama Viona dari daftar keluarga, jadi jangan sebut dia lagi di hadapan ku." amarah Firma meluap sampai dirinya hilang kendali.
Naisya acuh dengan perdebatan yang dia saksikan, dia memilih untuk pergi dari sana tanpa ada iba sedikitpun dengan ibundanya.
__ADS_1
Viona dimana kamu nak??...maafkan bunda, karena tidak bisa membela mu sedikitpun,ayah mu terlalu keras untuk di hadapi, bunda harap kamu akan baik-baik saja nak....
kesedihan yang dia rasakan mungkin tidak sebanding dengan apa yang Viona rasakan saat ini. Selama 23 tahun dia di besarkan di keluarga kaya namun dia tak pernah punya tempat di hati sang ayah. Mungkin karena kesempurnaan yang Naisya miliki, hingga menutup semua jalan kehidupan bagi Viona.