
Sesampainya di rumah, wisnu menatap Viona dengan penuh pertanyaan.
Namun dia bisa apa, jika viona memilih untuk bungkam.
"Viona, kenapa kamu pura-pura kuat di hadapan ku? luapkan semua isi hatimu dengan cara kamu sendiri." Wisnu meraih lengan Viona dan memeluk erat tubuhnya.
tak terasa viona pun tenggelam dalam kehangatan yang wisnu berikan.
"Maafkan saya atas kejadian tadi, ampuni saya Tuan Wisnu." lirih Viona dengan rasa bersalah.
"Mulai saat ini jangan panggil aku dengan sebutan Tuan, kamu cukup panggil aku Wisnu. dan aku akan mengabulkan apa yang tadi kamu katakan." Wisnu menyeringai girang.
Seketika Viona terkejut mendengar perkataan yang membuat jantungnya berdetak begitu cepat.
"Bicara apa anda ini? ingat status anda adalah suami orang." Viona mendorong tubuh Wisnu.
senyuman mengembang di bibir manisnya.
"Aku hanya mengikuti kemauan kamu, jadi ini semua kamu yang memulai dan aku yang akan mengabulkan nya. hahaha." jelas Wisnu.
Wajah Viona memerah, karena baru kali ini dia merasa terpojok dengan ucapannya sendiri.
Apa *aku benar-benar sudah segila ini karena pesona kakak Iparku***?
pikiran jahat mulai menjamah tiap inci otakku
membuatku lupa akan statusku.
tapi bersamanya aku bahagia, bersamanya aku menemukan kehidupan baru, dan bersamanya juga aku bisa seberani ini.
__ADS_1
Viona berpaling muka, dia sangat malu dengan tatapan Wisnu yang menggoda imannya.
saat Viona hendak melangkah, tiba-tiba dengan sigap Wisnu memeluk viona dan menciumnya.
"Emttt...emttt..."
Viona memberontak
namun saat lidah wisnu menyapu bersih tiap-tiap ruang yang berada di dalamnya
membuat viona melayang, dia tak lagi menolak melainkan mengimbangi perlakuan wisnu.
saat emosi, rasa, dan hasrat menjadi satu
mereka lupa akan dinding tebal yang berada di tengah-tengah mereka.
Semua keindahan terjadi begitu saja
Entah berapa lama keindahan itu berlangsung,
hingga tubuh mereka terkulai di atas ranjang.
tangan Wisnu memeluk manja tubuh Viona.
di dalam hati Wisnu, dia bersorak karena dirinya mendapatkan Viona yang ternyata dia belum pernah melakukan hal seindah itu dengan orang lain.
"Jadi aku yang pertama?."bisik Wisnu.
Viona menatap sendu wajah Wisnu, ia hanya mampu tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
akan tetapi dia juga merasa kotor, karena dirinya telah mengkhianati kakak kandungnya dan bermain cinta bersama kakak iparnya.
viona terdiam beberapa saat, dia coba mengingat rasa sakitnya saat sang kakak dengan teganya merebut kekasihnya yang saat itu berstatus sebagai tunangan Viona.
dia mulai kehilangan akal sehat, sehingga dirinya ingin membalas dendam dengan apa yang dulu pernah dia rasakan sebelumnya.
"Tuan, bagaimana jika...." Viona berhenti berkata saat telunjuk Wisnu mendarat di bibirnya.
"Jangan panggil aku Tuan, panggil aku Wisnu atau sayang, karena sekarang kamu milikku dan aku milikmu." jelas Wisnu dengan mencium kening Viona.
"Baiklah Tuan, ehh wisnu." Viona menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangan.
"Bagaimana jika istri kamu tau tentang ini?."Tanya Viona.
"Istri dari mana? aku sudah bilang padamu sayang. dia itu hanyalah istri di atas kertas.
ibarat masakan dia itu hanya hiasan saja jadi tidak berpengaruh apapun untuk diriku."Jelas Wisnu.
Viona tak mengerti dengan apa yang Wisnu katakan, dia memilih untuk tidak ingin tau lebih jauh lagi tentang perjanjian antar keluarga tersebut.
dia pun bergegas membersihkan diri.
"Kamu mau kemana sayang?." tanya Wisnu.
"Aku mau bersih-bersih dulu."
"Akan aku temani sayang." Wisnu membopong tubuh Viona.
"Wisnu lepaskan, aku bisa mandi sendiri." Viona memberontak, tapi Wisnu tak perduli dengan semua rontaan Viona.
__ADS_1
mereka pun mandi bersama.