
Kenyataan yang mengharukan....
Wisnu duduk di tepi ranjang dengan semua pertanyaan di kepalanya...
"Tidakkah kamu menjelaskan semua ini kepada ku??.." Wisnu menatap mata Viona.
"Seharusnya kamu sudah dapat menyimpulkan dengan apa yang kamu lihat dan juga yang kamu dengar, jika kamu ingin meninggalkan aku, maka aku tidak akan menghentikan langkah mu. sudah saatnya kita mengakhiri semua kebodohan ini, aku tau saat ini pasti kamu jijik terhadap ku." Lirih Viona.
Dirinya tak mampu memandang wisnu.
ada perasaan takut kehilangan, tapi dia sadar jika semua hal yang saat ini dia tutupi akan semakin membuat dirinya tertekan.
semua kebohongan yang coba dia sembunyikan kini terungkap sudah.
viona hanya mampu menerima semua keputusan yang nantinya akan Wisnu ambil....
"Siapa yang mengijinkan kamu untuk melepaskan aku?kamu ingat aku tidak peduli kamu berasal dari keluarga mana, jika aku sudah merasa nyaman dengan kamu, maka tidak akan ku biarkan kamu meninggalkan aku lagi!." jelas Wisnu dengan meraih tangan Viona.
"lagi? sudah dua kali kamu mengucapkan itu, sebenarnya apa maksud dari kalimat itu?" Viona menatap Wisnu dengan penuh pertanyaan.
"Aku akan mengakuinya sekarang, apakah luka di punggung mu di sebab kan oleh kecelakaan di danau kecil di sebuah rumah tua yang berada di ujung sekolah darma kenanga???(taman kanak-kanak)" Tanya Wisnu sembari menggenggam tangan Viona.
Viona terkejut saat luka di punggungnya di bahas oleh wisnu....
baginya luka itu adalah kesakitan yang luar biasa, karena luka itu bermula saat Viona dengan tidak sengaja menumpahkan minuman ke baju Naisya. tanpa pikir panjang sang Ayah mengusirnya dari rumah, Viona berlari menyusuri jalan dan mengikuti langkah kaki hingga dia menemukan sebuah danau. dia pun memilih untuk duduk di sebuah kursi yang berada di sana.
__ADS_1
tiba-tiba punggungnya di pukul oleh seseorang hingga membuat Viona tidak sadarkan diri.
"Kenapa kamu bisa tau masa lalu ku??" tanya Viona heran.
"Ingatkah kamu dengan lelaki kecil yang menolongmu saat kamu pingsan? dan ingatkan kamu saat itu hampir dua hari kamu tidak sadarkan diri? sebelum aku melihatmu bangun dari rumah nenek ku, kamu sudah menghilang begitu saja. aku selalu mencari gadis dengan luka di punggungnya, akan tetapi aku tidak mendapatkannya, sampai akhirnya aku mendapat info tentang keberadaanmu. tapi sungguh aku tidak menyangka jika kamu adalah anak dari keluarga Firma...." jelas Wisnu dengan memeluk Viona.
"Jadi malaikat kecilku itu kamu? terima kasih sudah menolongku waktu itu." Viona menangis mengingat betapa sakitnya dia dulu.
perlakuan sang ayah yang membuat fisik dan mentalnya terluka
berulang kali viona di hadapkan dengan kerasnya sifat Firma dengan semua tuduhan dari Naisya yang membuat dirinya semakin di benci oleh sang Ayah.
"Jngan menangis, aku akan melindungi kamu. dulu sekarang dan waktu yang akan datang...." Wisnu mencium kepala Viona.
"Dengan statusku sekarang apakah kamu masih akan melindungi ku?." Viona mencoba meyakinkan Wisnu.
"Oh iya, jika Naisya anak ke dua dari keluarga Firma maka kamu anak ke tiga keluarga Firma??" tanya Wisnu penasaran.
"Kata siapa Naisya anak kedua? dia itu anak pertama dari keluarga firma, kami hanya dua bersaudara." jelas Viona.
mendengar penjelasan Viona membuat Wisnu terkejut. karena pada dasarnya surat wasiat itu Wisnu di haruskan menikahi anak ke dua keluarga Firma yang berarti Viona yang seharusnya menikah dengan dirinya....
"Jadi mereka membohongi keluarga ku?tapi aku bersyukur..."Wisnu tersenyum dengan kembali memeluk erat tubuh Viona dengan penuh rasa bahagia.
"Kamu aneh sekali di bohongi malah bersyukur." Viona menggelengkan kepala heran dengan tingkah wWsnu saat ini.
__ADS_1
Wisnu akhirnya mendapat sebuah kenyataan yang sempurna dirinya sungguh bahagia karna sesungguhnya yang harus menjadi istrinya adalah Viona.
"Tak apa hanya saja aku senang melihat mu memakai pakaian ini...hehehe" Wisnu menatap viona dengan menyunggingkan senyum nakal di wajahnya.
"Dasar mesum!! jauh-jauh sana...." Viona melepaskan pelukan Wisnu.
dengan sigap Wisnu meraih tubuh Viona hingga posisi Viona berada di atas tubuhnya.
"Lepaskan.....Emm." suara Viona tertahan dengan Wisnu yang tiba-tiba menciumnya.
mereka pun melakukan keindahan dunia yang membuat keduanya melayang tinggi....
"Kamu milikku dengan semua yang melekat di tubuhmu sayang. aku mencintaimu Viona...!" bisik Wisnu.
Viona hanya mengangguk dan tersenyum.
beberapa menit pun berlalu
mereka menyudahi keindahan itu.
"Aku ingin selalu bersama kamu!!" lirih Viona dengan memeluk tubuh Wisnu yang masih telanjang dada.
"Pasti sayang, aku tak akan pernah meninggalkan kamu. karena kamu wajib aku perjuangkan dan hanya kamu yang membuat ku luluh seperti sekarang." Wisnu mencium kening Viona.
mereka pun terlelap dengan tubuh yang lengket dengan keringat
__ADS_1
tapi mereka tak pedulikan dengan itu semua
karena terlalu lelah dengan adegan yang baru saja mereka mainkan.