PESONA KAKAK IPAR

PESONA KAKAK IPAR
ep 17


__ADS_3

Amel merasa sedih dengan semua hal mengenai Viona, dia tak menyangka jika beban Viona sangatlah berat..


"Sudahlah sekarang kamu pulanglah saja, aku takut jika tuan Narendra merindukan kamu, bisa di penggal kepalaku nanti....." Amel menggoda Viona berusaha membuatnya kembali tersenyum.


"Kamu kira dia algojo, dia itu baik dan lembut tau...." jelas Viona dengan wajah yang merona.


"Mana mungkin tuan Wisnu yang ganas dan dingin itu jadi baik dan lembut...hahaha mimpi kamu vio." Amel tertawa terbahak.


"Ehemmmm...!!" Datanglah seorang lelaki di belakang mereka


Amel dan viona menoleh, betapa terkejutnya Amel saat mendapati Wisnu berada di depan mereka.


"Mati aku, kenapa dia muncul seperti hantu begitu,bagaimana ini...." bisik Amel kepada Viona.


"Biar saja, aku ingin melihat kamu di penggal...hahaha." Viona tertawa geli.


"Bicara apa kalian? kenapa bisik-bisik seperti itu." tatapan Wisnu mengisaratkan kode pada Amel untuk dirinya meninggalkan mereka.


"Maaf tuan Narendra saya mohon undur diri..."ucap Amel dengan tubuh yang gemetaran.


"Vio aku pergi dulu ya, selamat bersenang-senang...." lirih Amel dengan beranjak pergi.


"Sayang apa yang tadi kalian bicarakan? hingga membuat kamu sebahagia ini." tanya Wisnu.


"Tidak ada!" Cetus Viona.


"Kalau begitu sekarang waktunya kamu menemani ku, kita pulang yuk...." Wisnu merangkul pundak Viona.


"Dasar otak mesum..." lirih Viona.


"Bicara apa kamu barusan?."Wisnu memicingkan mata.

__ADS_1


Viona menyunggingkan senyum manis yang membuat hati Wisnu meleleh seketika....


mereka pun kembali ke rumah.


"Kamu tadi mengikutiku?." tanya Viona dengan menghempaskan tubuhnya di atas sofa.


"Iya. siapa tau kamu ketemuan dengan lelaki lain...." cetus Wisnu.


"Dasar penguntit...!" cetus Viona.


"Apa kamu bilang? berani kamu ya..." Wisnu mencubit pipi Viona.


"Sakit tau..." Viona memalingkan wajah.


Wisnu tak kehabisan akal dia membopong tubuh viona dan membawanya ke pulau asmara....


"wisnu, lepaskan...." Viona memukul pelan tubuh Wisnu.


"Jangan wisnu, aku minta maaf...." Viona meronta hendak melepaskan diri.


"Aku menginginkan kamu saat ini juga..." Wisnu mulai menjamah setiap inci tubuh Viona.


membuat Viona melayang tinggi dengan sentuhan demi sentuhan yang dia rasakan


meluluhkan semua rasa yang ada pada dirinya


"Wisnu...." lirih Viona.


Wisnu tak menghiraukan dirinya, dia memilih melanjutkan aksinya kembali...


pertahanan viona pun kalah dengan keindahan yang Wisnu berikan.

__ADS_1


tak lama mereka pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka,


hampir satu jam mereka berada di kamar mandi dan tentunya Wisnu menggoda Viona


lalu kemudian mereka keluar dan berganti pakaian.....


"Bagaimana jika nanti aku hamil? apa kata orang dengan status kita saat ini. membuat aku tak mampu menghadapi orang-orang di luar sana...." jelas Viona.


"Tenang sayang, aku akan segera mengakhiri semua sandiwara yang telah keluargamu lakukan kepada keluarga ku. aku akan membuat mereka menerima akibat dari perbuatan mereka, setelah ini aku dan kamu bisa bersatu " wisnu mencium kening viona


"Sebenarnya sandiwara apa yang mereka lakukan hingga membuat mu murka seperti ini?" Viona menatap mata Wisnu dengan penuh pertanyaan.


Wisnu hanya membalas senyuman dan mengusap kepala Viona.


Viona tak ambil pusing masalah di antara mereka, dia memilih melanjutkan aktifitasnya dengan majalah favoritnya.


sesekali Wisnu menggoda Viona, namun dia tak di hiraukan oleh Viona.


hingga pada akhirnya Wisnu memilih memainkan game di ponselnya.


saat Viona asik dengan majalahnya


wisnu heboh dengan game yang dia mainkan


membuat viona jengkel dan menutup mulut Wisnu dengan telapak tangannya.


sesekali Wisnu melirik wajah Viona yang terlihat kesal dengan dirinya.


hingga membuat Wisnu tersenyum


dan kembali melanjutkan game dengan mulut yang masih di bungkam dengan tangan Viona.

__ADS_1


__ADS_2