Pesona Wanita Lugu

Pesona Wanita Lugu
Khawatir Ep.10


__ADS_3

Mata Clarisa mengerjap kecil. Menyesuaikan diri dengan lampu yang ada di rumah sakit. Desain interior putih memenuhi sekelilingnya. Kening Clarisa pun berkerut kecil. Sebuh tangan menjadi pusat perhatiannya.


"Je, Aku dimana?" Tanya Clarisa.


"Kamu di rumah sakit Ca" kata Jackson.


"Aku kenapa?" Tanya Clarisa.


"Sepertinya tadi Rosa sengaja ingin mencelakaimu hingga membuat lenganmu berdarah, kamu pingsan lalu aku membawamu ke UKS. Tapi aku tidak terlalu percaya dengan dokter yang ada di UKS kita jadi aku langsung meminta untuk membawamu kesini" Kata Jackson.


"Hmmm, mungkin dia tidak sengaja Je" Kata Clarisa.


"Tidak Ca, jelas sekali dia menabrak secara sengaja" Kata Jackson.


"Hmmm, jangan perbesar masalah ini ya je" Kata Clarisa.


"Hmmm, Tapi aku tidak bisa memaafkan orang yang menyakitimu Ca" Kata Jeje dalam hati.


"Oya Je, tolong jangan kasi tau mama sama papaku tentang kecelakaan ini, aku tidak mau mereka khawatir" Kata Clarisa.


"Iya ca, aku belum memberi tahu mereka. Tapi lukamu pasti akan terlihat ca. sama saja" Kata Jackson.


"Aku bisa memakai lengan panjang Je, tenang saja" Kata Clarisa.


"Tapi pasti akan sakit Ca" kata Jeje.


Drtttt Drttttt


Tiba-tiba HP Clarisa berbunyi. Sehingga mau tidak mau obrolan mereka terhenti.


"Hallo Ma" Kata Clarisa.


"Kamu di mana sekarang Ca?" Tanya Clara dari seberang telepon.


"Di kampus Ma" Kata Clarisa berbohong.


"Jangan bohongi mama Ma, perasaan Mama sungguh tidak enak. Apa terjadi sesuatu denganmu" Tanya Clara.


"Tidak Ma. Caca baik-baik saja. Sekarang lagi sama Jeje ini Ma" Kata Clarisa.


"Mana Jeje, cepat berikan HP ku padanya. Mama mau ngomong" Kata Clara.


"Hallo tan" Kata Jackson setelah Clarisa menyerahkan HPnya.


"Je, jawab jujur. Caca dimana. Tadi pengawalnya mengatakan bahwa dia tidak menemukan Caca di kampus" Kata Clara.


"Hmmmm" Jackson bingung harus menjawab apa. Dia memberikan kode pada Clarisa. Clarisa menggeleng pelan. Tanda bahwa Jackson tidak boleh jujur tentang Dimana Clarisa sekarang.


Jackson menarik nafas berat. Dia tidak ingin berbohong. Tapi dia juga tidak ingin mengecewakan Clarisa.


"sebenarnya Caca lagi di rumah sakit Tan, Tadi ada kecelakaan kecil. Tapi tante tenang saja. Clarisa sudah baik-baik saja." Kata Jackson.


"Je, kenapa kau memberitahu mama" Kata Clarisa setengah berteriak.


"Maaf Ca" Kata Jackson.

__ADS_1


"Je, cepat berikan HP ini pada Caca" Kata Clara, dan Jackson pun langsung menyerahkan Hp tersebut pada Clarisa.


"Iya Ma" kata Clarisa.


"Kamu kenapa tidak jujur saja sayang. Sekarang kamu di rumah sakit mana?" Tanya Clara.


"Rumah Sakit Harapan Ma" kata Clarisa.


Sambungan telpon langsung terputus. Clarisa mendengus kecil.


"Kebiasaan" kata Clarisa.


Beberapa saat sadar, Clarisa menatap Jackson sinis. Terlihat ada perasaan kesal di wajahnya. Jackson hanya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Di tatap seperti itu membuatnya salah tingkah.


"Aku kesel sama kamu Je" kata Clarisa.


"Kesel kok bilang-bilang, hehe" kata Jackson.


"Hmmm, aku semakin kesel sama kamu" kata Clarisa mengalihkan pandangannya pada Jackson.


"Iya ya, aku minta maaf ya Ca" kata Jackson sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada, memasang wajah semanis mungkin.


"Tidak semudah itu" kata Clarisa masih tetap pada pendiriannya.


"Iya sudah terserah" kata Jackson.


"Ihhh. Kamu tidak peka sekali. Tanyain apa, kamu harus seperti apa supaya aku maafin" Kata Clarisa.


"Haha, iya ya. aku harus ngapain supaya kamu maafin aku Caca sayang?" kata Jackson sambil mengacak gemas rambut Clarisa


Deg


"Apaan sih Je" kata Clarisa mengalihkan pandangannya pada Jackson yang terus menatapnya intens.


"Haha, aku suka saat kamu salah tingkah seperti ini. Kamu lucu ca. Jadi aku harus apa supaya kamu maafin aku ca?" kata Jackson.


"Hmmm, aku mau ke pantai je. Aku kangen bermain pasir denganmu dulu" kata Clarisa.


"Astaga. Inget umur ca. Masak kamu ke pantai buat main pasir doang?" kata Jackson.


"Memang kenapa? bermain pasir itu wajar kok. kamu nggk mau? ya udh. Terserah. Kamu keluar gihh. Aku mengantuk mau tidur" Kata Clarisa dan langsung menarik selimutnya untuk tidur.


"Hmmm, kamu ngambek Ca?" kata Jackson dengan raut wajah sedih.


"Sudah tahu nanyak. Sana, aku tidak mau melihat wajahmu" Kata Clarisa.


"Ca, masak kamu tega?" tanya Jackson


"Masa bodoh"


Setelah itu hening. Tidak sautan lagi dari Jackson. Clarisa yang saat itu masih di bawah selimut mencoba mengintip sedikit dari balik selimut. Tapi tidak menemukan siapapun.


"Baaaaaa" Kata Jackson langsung dari samping.


Clarisa yang saat itu berbalik dan Jackson yang tiba-tiba muncul. Membuat wajah mereka sangat dekat. Jackson menatap lekat manik-manik mata Clarisa. Lalu turun melihat bibir ranum Clarisa. Sorot matanya terlihat mendamba. Dia Memegang pipi Clarisa. Detak jantung mereka terdengar jelas. Clarisa pun menutup matanya.

__ADS_1


Jackson tersenyum kecil melihat tingkah Clarisa. Dia pun menjentikkan jarinya di kening Clarisa.


"Aauuu" Kata Clarisa sambil memegang jidatnya.


"Sakit Je" Kata Clarisa


"Biar otakku bener" Kata Jackson


"Isss, memang otakku kenapa?" tanya Clarisa.


"Kamu pasti memikirkan hal aneh tadi, mkanya kamu tutup mata. kamu berharap aku cium ya?" goda Jackson.


"Apaan sih Je, siapa juga yang ngarepin di cium kamu. Bukan aku banget" kata Clarisa.


"Haha. Alasan saja. Tapi aku tadi sempat khilaf dan berniat ingin menciummu ca. Tapi Aku tidak akan melakukannya sebelum kita sah" Kata Jackson.


"Haa? sah? maksudmu?" tanya Clarisa.


"Hmm, tidak ada, sudah lupain ja" kata Jackson.


"tidak bisa begitu Je. Apa kamu menyukaiku?" tanya Clarisa polos.


Kreekkk pintu tiba-tiba terbuka.


"Caca" Clara langsung memeluk Clarisa. kemudian mengamati setiap inci tubuh Clarisa. Membalik tubuh Clarisa untuk mencari luka lainnya.


"Ma, yang luka cuma bahu Caca" kata Clarisa.


"Kamu kenapa bisa seperti ini Ca? Mama khawatir sekali." Kata Clara.


"Tadi hanya kecelakaan kecil ma di kampus. Clarisa saja yang tidak hati-hati makanya luka seperti ini" kata Clarisa.


"Kamu selalu ceroboh Ca, inilah yang membuat papamu selalu menyiapkan pengawal. Tapi karena sikap keras kepala mu ini. Jadi membuatmu seperti sekarang" Kata Clara kemudian memukul lengan Clarisa.


"Auuuu, sakit Ma" Kata Clarisa memegang lengannya yang masih terperban


"Astaga, maaf sayang, mama lupa" Kata Clara sambil mengelus lengan Clarisa.


"Kelihatan kan, sifat cerobohku nular dari siapa" Kata Clarisa


"Haha, iya-iy salah mama" Kata Clara


"Oya, Jackson mana?" Tanya Clara.


"Iya Tante" Kata Jackson yang sedari tadi dibelakang Clara. Bahkan dia sempat terdorong lengan Clara ketika Clara tiba-tiba muncul dan memeluk Clarisa.


"Astaga, maaf Je, Tante tidak melihatmu" Kata Clara salah tingkah


"Haha, Jeje bahkan terpental sampai beberapa meter karena tubuh mama" Kata Clarisa.


"Emang kamu pikir mama Truck Sampai Bisa Segede itu" Kata Clara.


"Haha, 11/12 lah Ma" Kata Clarisa.


"Anak durhaka, kamu mau mama kutuk jadi Kodok" Kata Clara dengan raut wajah kesal.

__ADS_1


"Haha, maaf ma, Mama Cantik deh, apalagi kalau nggk marah" Kata Clarisa kemudian memeluk Clara.


Jackson yang melihat tingkah anak dan ibu itu hanya tersenyum. Seandainya dia bisa seharmonis itu dengan mamanya. Mungkin dia menjadi orang yang sangat bahagia pikirnya. Tapi karena mamanya merupakan wanita karier, dia jarang sekali mempunyai waktu luang untuk Jackson. sejak kecil Jackson hidup seperti itu. dia jarang sekali merasakan kasih sayang seorang ibu. Papa dan mamanya selalu sibuk dengan urusan kantor. mungkin itulah salah satu alasan dia sering menyakiti cewek.


__ADS_2