Pesona Wanita Lugu

Pesona Wanita Lugu
Merayu


__ADS_3

Jackson mengetuk pintu dengan keras sehingga membuat pemilik rumah langsung keluar dengan kesal.


Juli yang sudah mengetahui kedatangan Jackson langsung membuka pintu. Dia tersenyum pada Jackson dan langsung merangkul lengannya. Jackson pun langsung menepis tangan Juli dengan kasar.


"Cukup Jul, apa maksudmu mengirimkan foto ini pada istriku ha?" Tanya Jackson sambil menyodorkan Hpnya di depan wajah Juli. Dia berusaha menahan emosinya mati-matian saat itu. Jika bukan wanita mungkin dia sudah memukul Juli sampai babak belur mengingat Sifat Jackson yang emosian.


"Maksudmu apa sayang. Masuklah dulu, kita bicarakan di dalam" Kata Juli dengan nada menggoda.


"Dasar wanita murahan, Cih, berdekatan denganmu saja aku jijik" Kata Jackson yang langsung mendapatkan tamparan dari Juli.


"Kau berani sekali menamparku setelah berusaha merusak hubungan rumah tanggaku, tangan kotormu ini pun tidak pantas menyentuh pipiku, kesabaranku sudah habis Jul, kalau tidak karena proyek kerja sama kita aku tidak akan mau bertemu denganmu lagi" Kata Jackson yang sudah tidak bisa menahan semua isi pikirannya yang ditahan sejak tadi.


"Aku melakukan ini karena aku mencintaimu Je, apa salah jika aku ingin dekat denganmu" Kata Juli bersamaan dengan air matanya yang berusaha dia tahan sekuat tenaga.


"Salah Jul, aku sudah menikah dan aku sangat mencintai Clarisa. Ini terakhir kali aku memperingatkanmu, jika kamu berani mengusik keluargaku lagi, aku tidak segan-segan merusak keluargamu." Kata Jackson kemudian berlalu meninggalkan Juli yang masih tak henti-hentinya menangis.


"Aku juga tidak ingin mencintai laki-laki yang sudah beristri. Tapi aku benar-benar tidak bisa melepaskanmu Je. Hiks. Aku tidak bisa melepaskanmu. Maafkan aku. Mungkin aku dianggap gila. Ya, aku gila karena mu. Aaaa" teriak Juli memenuhi ruangan saat sudah tidak terlihat lagi mobil Jackson.


-Jackson-

__ADS_1


Jackson tak henti-hentinya mengumpat di dalam mobil. Dia menarik rambutnya frustasi. Dia memikirkan cara bagaimana dia menjelaskan semuanya pada Clarisa nanti. Dia tidak mahir dalam segala hal tentang wanita. Walaupun dia pernah mendapat cap playboy. Tapi dalam menghadapi perempuan yang marah dia bahkan belum terbiasa. Di saat marahpun Clarisa tidak pernah pulang sampai ke rumah orang tuanya seperti ini. Ini adalah pertama kalinya. Jadi Jackson beranggapan bahwa kali ini Clarisa pasti sedang marah besar padanya.


"Aaaaa, aku harus bagaimana? aku tidak pandai merayu, aku jelaskan pun dia tidak akan mendengarkan. Dia sangat keras kepala" Kata Jackson. Jackson pun terus melajukan mobilnya hingga tidak sadar sudah sampai di pekarangan rumahnya. Dia pun membuka mobil kemudian berhenti sejenak untuk mempersiapkan mentalnya bertemu Clarisa.


"Aku sudah punya anak 2, ingat kamu sudah tidak muda lagi Jackson, kamu pasti bisa, semangat" Kata Jackson pada pantulan dirinya sendiri di kaca mobil. Dia pun langsung masuk ke rumah mertuanya dan langsung disambut teriakan Aldo dan berhambur ke pelukannya.


"Anak papa sudah makan? bang Aldi mana?" Tanya Jackson.


"Sudah dong, bang Aldi sedang sibuk main Hp Pa" Kata Aldo bergelayut manja pada Jackson.


"Hmm, mama mana?" Tanya Jackson.


"Sedang dikamar Pa, tadi Aldo lihat Mama nangis Pa" Kata Aldo menunduk sedih karena mengingat kejadian tadi pagi. Jackson menghela nafas pelan kemudian menurunkan Aldo.


Tok Tok Tok


Jackson mengetuk pintu 3 kali kemudian membuka pintu tanpa menunggu perintah dari orang di dalam. Dia bisa melihat tubuh Clarisa yang dibalut selimut dari atas sampai kebawah. Dia pun bergerak pelan menuju ke atas tempat tidur.


Clarisa yang sadar akan kehadiran Jackson langsung menepis tangan Jackson. Jackson tidak tinggal diam. Dia terbaring di samping Clarisa kemudian memeluknya dari belakang. Clarisa yang masih marah saat itu langsung menepis tangan Jackson kemudian mendorong Jackson. Dorongannya pelan namun sanggup membuat Jackson jatuh tersungkur ke lantai.

__ADS_1


Bruuuk


"Aduhhh" Ringis Jackson sampul memegang bokongnya.


Clarisa terkekeh pelan dari balik selimut, Dia ingin membantu Jackson namun dia mengingat foto itu lagi, dan seketika amarahnya kembali lagi, dia mencoba bersikap tidak peduli dengan kembali seperti posisinya yang tadi.


"Sayang, Sakit" Rengek Jackson manja.


"Terserah" Kata Clarisa sambil mempererat selimutnya. Jackson pun bangun kemudian memeluk Clarisa dari belakang. Namun kali ini Clarisa tidak memberontak lagi. Dia takut jika hal yang sama terjadi lagi.


"Sayang, maafkan aku, aku sungguh tidak memiliki hubungan dengan wanita itu" Kata Jackson.


"Stop Je, jangan teruskan lagi. Aku tidak ingin membahas hal itu. Sekarang lepaskan pelukanmu." Kata Clarisa.


"Tidak, aku tidak akan melelpaskanmu sampai kamu memaafkanku" Kata Jackson.


"Oke jika itu yang kamu mau" Kata Clarisa kemudian meraih sesuatu dari laci didekat kasurnya.


Jackson melirik sejenak penasaran apa yang dilakukan istrinya. Kemudian mempererat pelukannya. Tiba-tiba.

__ADS_1


"Aaaaaaaaaa" Teriakan Jackson memenuhi ruangan


-Bersambung-


__ADS_2