
4 tahun berlalu
Clarisa dan Jackson telah wisuda. Jackson sedang sibuk-sibuknya mengurus pekerjaannya. Saat itu Clarisa sedang mengajak bermain Aldo di taman depan rumahnya yang saat itu berumur 3 tahun.
"Ma, Itu Apa?" Tanya Aldo yang saat itu sudah bisa berbicara walaupun terdengar belum terlalu jelas. Dia mewarisi kecerdasan kedua orang tuanya. Dia begitu aktif dan banyak bertanya diusianya.
"Itu kupu-kupu sayang" Kata Clarisa gemas sambil memgang pipi gembul Aldo.
"Kup-pu kup-pu?" Tanya Aldo sambil memiringkan kepalanya mencoba berpikir.
"Iya sayang" Kata Clarisa kemudian mengangkat Aldo agar duduk di pangkuannya.
"Turun ma" Pinta Aldo yang kemudian dituruti Clarisa. Dia pun langsung berlari mengejar kupu-kupu yang ada di taman.
"Aldi, tidak ikut bermain dengan Aldo" Tanya Clarisa pada Aldi yang saat itu sedang duduk di samping Clarisa. Sibuk dengan buku-buku ditangannya.
Aldi dan Aldo adalah saudara kembar. Kepribadian Mereka sangat jauh berbeda. Aldo yang namanya sama dengan kakak Clarisa memiliki watak yang hampir sama dengan Jackson. sedangkan Aldi mewarisi watak ibunya. Bahkan kesukaan merekapun berbeda sekali. Hal itulah yang membuat mereka tidak jarang mempertengkarkan hal-hal kecil seperti baju atau mainan yang sering di belikan kembar oleh Jackson.
#FLASBACK
"Papa pulang" Teriak Jackson yang sudah di ambang pintu.
Aldo yang sedang duduk di sofa bersama Clarisa langsung berlari menuju Jackson dan memeluknya.
"Pap, Aldo Kangen" Kata Aldo
"Papa juga, jagoan papa sudah makan?" Tanya Jackson
"Cudah pa" Kata Aldo
"Bang Aldi mana?" Tanya Jackson.
"Lagi baca buku di kamar" Kata Aldo sambil menunjuk kamarnya.
"Ma, tolong panggilkan Aldi" Kata Jackson.
"Kamu istirahat saja dulu mas, sepertinya anak kita yang satu itu sedang tidak ingin diganggu" Kata Clarisa.
"Dia sedang membaca apa sayang?" Tanya Jackson pada Clarisa.
"Sepertinya terakhir aku lihat buku kedokteran" kata Clarisa
"Ha? kamu memberikannya buku kedokteran? anak kita masih 3 tahun sayang. Jangan biarkan dia terlalu banyak berpikir dengan membaca buku yang bukan untuk anak seusianya" Kata Jackson.
"Dia yang merengek ingin buku itu. Aku tidak tega jika tidak membelikannya" Kata Clarisa.
__ADS_1
"Papa mama, ngomongin apa?" Tanya Aldo.
"Tidak ada sayang, ini ada oleh-oleh dari papa buat Aldo sama bang Aldi" Kata Jackson sambil menyerahkan kantong plastik besar.
"Acikk, Makasi papa" Kata Aldo kemudian mencium Jackson dan mengambil kresek itu lalu menariknya menuju kamar untuk diperlihatkan pada Aldi.
Clarisa hanya menggeleng pelan melihat tingkah anaknya yang 11/12 dengan Jackson dulu.
"Kamu sudah makan?" Tanya Clarisa
"Belum sayang" Kata Jackson sambil bergelayut manja pada Clarisa.
"Ya sudah, Aku siapkan kamu makanan dulu. Kamu mandi dulu sana. Badanmu bau" Kata Clarisa saat gerakan tangan Jackson sudah menuntut lebih jauh.
"Nanti malam ya sayang" Kata Jackson dengan mata menggoda.
"Iya sayang, sana mandi" Kata Clarisa.
"Siap bos" Kata Jackson dan mencium pipi Clarisa kemudian berlalu pergi.
"Anak dan bapak tidak jauh berbeda" Kata Clarisa menggeleng pelan.
Disisi lain
"Abaaang" Kata Aldo
"Papa bawa hadiah nih buat kita" Kata Aldo. Namun tidak ditanggapi oleh Aldi. Dia masih terlihat fokus membaca bukunya. Aldo yang mulai kesal karena diabaikanpun langsung menarik buku digenggaman Aldi.
"Aldo, kembalikan" Kata Aldi
"Tidak, Aldo tidak mau kembalikan sebelum abang mau buka kadonya sama-sama" Kata Aldo.
"Ya sudah, ayo" Kata Aldi. Aldo pun langsung bersorak. Dia mulai membuka bungkus demi bungkus hadiah yang diberikan Jackson.
"Wah ada mainan baru bang, warnanya bagus ya?, Ini buat abang yang biru, buat aku yang kuning" Kata Aldo
"Tidak, abang tidak suka mobil-mobilan, buat kamu saja" Kata Aldi
"Aldo sudah punya banyak cekali. Abang selalu kasi Aldo, buat kakak cmsaja" Kata Aldo.
"Ya sudah. Abang mau buang saja" kata Aldi.
"Papaaaa, Abang mau buang mobil-mobilan yang dikasi papa" Teriak Aldo yang kemudian langsung mendapatkan pelototan dari Aldi.
"Iya sayang, tadi kamu berbicara apa?" Tanya Clarisa yang baru tiba di kamar kedua anaknya.
__ADS_1
"In..." mulut Aldo langsung dibungkam Aldi.
"Anak mama kenapa? Ayo ceritakan ke mama" Tanya Clarisa yang sudah di depan kedua anaknya
"Abang mau buang mainan yang dikasi papa" Kata Aldo langsung berlari ke Clarisa dan bersembunyi dibelakangnya. Aldi langsung melotot pada Aldo, tidak terima dengan aduannya.
"Aldi, apa benar yang dikatakan Aldo?" Tanya Clarisa.
"Tidak Ma, Aldi hanya tidak suka dengan mainan itu, jadi Aldi mau kasi Aldo, tapi dia tidak mau. Jadi Aldi bilang saja mau buang itu" Kata Aldi. Clarisa menggeleng pelan. Bingung dengan tingkah anaknya yang memiliki watak yang sangat berbeda.
"Ya sudah, tidak apa-apa, padahal Papamu membelikan ini dengan susah payah. Hmmm, mainannya biar Mama kasi Papa lagi saja, nanti kalau Papamu kecewa jangan salahkan Mama ya" Kata Clarisa dengan wajah sedih.
"Jangan Ma, biar Aldi saja yang simpan" Kata Aldi dan merebut mainan itu dari Aldo.
Senyum Clarisa langsung merekah, rencananya berhasil.
FLASHBACK OFF
"Ma, besok Aldi tidak masuk sekolah ya" Kata Aldi sambil bersender di Pangkuan Clarisa
"Kenapa sayang?" Tanya Clarisa.
"Abang takut ketemu sama Ara ya?" Goda Aldo yang langsung mendapatkan tatapan mencekam dari Aldi.
"Ma, bang Aldo selem" Kata Aldi kemudia memeluk tangan Clarisa.
"Ara? siapa?" Tanya Clarisa.
"Ara pacarnya bang Aldi Ma?" Kata Aldo.
"Tidak Ma" Kata Aldo.
"Anak Mama masih kecil, tidak boleh pacar-pacaran dulu ya" Kata Clarisa.
"Dia bukan pacar Aldo Ma, dia ajak Aldi ngomong terus. Aldi tidak suka sama dia" Kata Aldi yang langsung dibalas senyuman oleh Clarisa.
"Jangan begitu sayang, Ara niatnya mungkin ingin berteman denganmu. Ingat kita seburuk-buruk apapun orang itu, kita tidak boleh bersikap buruk padanya sayang" Kata Clarisa.
"Tapi Aldi tidak suka Ma" Kata Aldi masih dengan argumentasinya.
"Hmmm. Ya sudah. Tapi jangan bersikap jahat ya sama dia." Kata Clarisa mengalah. Karena akan sangat sulit untuk merubah keputusan Aldi.
"Tidak, apa besok Aldi boleh tidak masuk sekolah Ma?" Tanya Aldi.
"Aldo juga" Kata Aldo.
__ADS_1
"Tidak" Kata Clarisa tegas yang membuat keduanya tertunduk lesu.