
Clarisa mengambil Jepitan rambutnya dari laci. Kemudian dengan cepat menjepitkannya pada jari tangan Jackson.
"Aaaa" teriakan Jackson memenuhi kamar. Dia menarik tangannya dengan cepat dan melepaskan hasil kejahilan istrinya.
"Kamu apa-apa an Ca?" Tanya Jackson sambil memegang tangannya yang terasa begitu perih saat itu. Dia mengibas-ngibaskan tangannya, kemudian meniupnya berharap sakitnya berkurang, tapi tidak bisa. Clarisa pun langsung bangun dan melihat tangan Jackson. Dia meniup tangan Jackson pelan berharap rasa sakitnya berkurang.
Hati Jackson menghangat dengan perlakuan Clarisa. Dia menggenggam tangan Clarisa yang saat itu berada ditangannya. Menarik tangan Clarisa kemudian menciumnya. Clarisa tersentak dengan sikap Jackson. Jackson menarik sudut bibirnya dan menangkup pipi Clarisa.
"Maafkan aku sayang, aku tau kau marah padaku karena foto yang dikirimkan Juli padamu. Tapi tolong percayalah padaku, aku hanya mencintaimu, tidak ada satu wanita lain pun di hati dan pikiranku kecuali kamu. Percayalah" Kata Jackson yang saat itu sudah menenmpelkan dahinya pada dahi Clarisa. Seketika air mata Clarisa mengalir dari celah matanya. Bukti bahwa dia tidak baik-baik saja saat itu.
"Maafkan aku. Aku benar-benar takut kamu meninggalkan aku karena sekarang aku sudah tidak cantik lagi. Aku tidak marah padamu, aku hanya kesal padamu karena foto itu. Aku tidak mau kehilangan kamu. Hiks" Kata Clarisa. Jackson langsung menangkupkan kedua pipi Clarisa. Menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Dia begitu bersyukur karena istrinya tidak benar-benar termakan dengan foto itu. Dia menghapus air mata yang mengalir membasahi pipi Clarisa. Cemudian memberikan ciuman singkat di sana yang langsung membuatnya bersemu merah. Claris memalingkan wajahnya malu.
Jackson merasa gemas dengan tingkah istrinya. Dia menarik pelan kepala Clarisa agar menghadapnya kemudian mendaratkan ciuman singkat dibibirnya.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu, aku tidak mungkin meninggalkanmu. Maafkan aku karena sudah membuatmu kesal hari ini. Apakah kamu mau aku menjelaskan tentang foto itu?" Tanya Jackson.
"Tidak perlu Je, aku percaya padamu" Kata Clarisa kemudian memeluk Jackson. Dia sangat bersyukur akhirnya hubungannya baik-baik saja. Sedari tadi dia membayangkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi pada keluarganya. "Tapi untunglah itu hanya diimajinasiku saja" pikirnya. Dia mempererat pelukannya pada tubuh Jackson seperti seorang anak kecil yang takut kehilangan miliknya.
***
Clarisa terbangun setelah bergelut panjang dengan Jackson. Setelah saling memaafkan, mereka melakukan rutinitas mereka sebagai suami istri. Clarisa menopang kepalanya dengan kedua tangannya. Menatap Jackson yang sedang tidur begitu pulas.
"Aku harus melihat si kembar sayang" Kata Clarisa.
"Tapi ini bagaimana?" Tanya Jackson sambil menunjuk miliknya.
"Hmmm, satu kali saja" Kata Clarisa dan Jackson pun langsung menarik tangan Clarisa dan melakukannya lagi.
__ADS_1
Tok Tok Tok
"Mama Papa, ayo makan" Teriak Aldo dari luar pintu namun tidak ada sautan sama sekali dari kedua orang tuanya.
"Mamaaaaaaa Papaaaaaa" Teriak Aldo lebih keras dari sebelumnya tapi tidak ada sautan. Aldi pun langsung mendekati saudara kembarnya.
"Jangan ganggu Papa dan Mama, ini urusan orang dewasa. Ayo kita makan" Kata Aldi.
"Memang bang Aldi sudah dewasa? sok-sok an bicara begitu. Nanti kalau Papa dan Mama tidak makan, mereka akan sakit." Kata Aldo kemudian mencoba membuka gagang pintu kamar kedua orang tuanya. Aldi pun langsung menghalanginya.
"Jangan dibuka. Ayo kita makan. Nanti kalau Papa dan Mama lapar pasti akak keluar makan. Kamu ini bodoh sekali" Kata Aldi kemudian berlalu meninggalkan saudaranya.
"Bang Aldi tungguin" Kata Aldo kemudian menyusul Aldi
__ADS_1