
"Jadi bagaimana? apa Katty tidak bisa bekerja disini lebih lama lagi, setidaknya berikan waktu sampai...." Tanya Jackson.
"Mohon maaf pak, saya sangat menyayangi istri saya, dan sekarang dia sedang mengandung, saya tidak ingin jika terjadi suatu hal buruk pada keduanya nantinya" Kata Andra mantap.
"Sebenarnya saya sedikit tersinggung ketika kamu menyela ucapan saya. Tapi saya sangat kagum padamu, karena kamu sangat mencintai istrimu dan calon anakmu. Saya akan menerima surat pengunduran diri Katty tapi setelah saya menemukan penggantinya. Katty tolong urus open recruitment untuk mencari penggantimu. Dan aku ingin kamu yang menyeleksinya. Aku tidak mau ada bantahan lagi. Bagaimana pak Andra?" Kata Jackson.
Sesaat Andra tertegun. Dia masih mencoba mencerna perkataannya atasannya barusan.
"Bapak serius?" Tanya Andra karena tidak percaya.
"Iya, apa kamu ingin saya berubah pikiran?" Kata Jackson yang terlihat mulai kesal.
"Ti-tidak pak, saya sangat berterima kasih. Kalau begitu apakah boleh saya izin permisi pak" Kata Andra. Dia berusaha untuk secepat mungkin pergi dari hadapan Jackson. Dia sangat takut jika Jackson berubah pikiran.
"Tenang saja, saya tidak akan mengkhianati apa yang sudah saya katakan. Silahkan jika memang sudah tidak ada yang dibicarakan lagi. Kamu juga Katty, silahkan kembali bekerja. Ingat pesan saya tadi. Urus semuanya secepat mungkin jika kamu ingin segera pergi dari kantor ini" Kata Jackson.
"Apa bapak mengusir saya secara halus" Kata Katty sambil tertunduk sedih karena sudah hampir 5 tahun dia menjadi sekretaris Jackson. Sebenarnya dia juga tidak ingin berhenti bekerja, karena dia sudah menganggap Jackson seperti adiknya sendiri. Umur mereka yang terpaut 2 tahun dan Katty yang merupakan anak bungsu di keluarganya sangat menginginkan sosok adik. Dan ketika pertama kali bertemu dengan Jackson, dia merasa ada ikatan batin dengan Jackson sehingga dia merasa Jackson adalah sosok adik yang cocok baginya.
"Tidak Kat, aku hanya menyuruhmu kembali bekerja. Ingat jangan terlalu lelah. Aku tidak ingin melihat suamimu itu menemuiku dan memasang wajah seperti itu lagi, Haha" Kata Jackson sambil mengingat wajah Andra yang sejak tadi terlihat seperti orang menahan hajat. Wajahnya seperti tidak dialiri darah dan kakinya tak berhenti bergetar.
"Hehe, saya sebenarnya tadi cukup kaget ketika dia berani berbicara selantang itu di depan bapak, saya jadi makin sayang sama dia" Kata Katty sambil tersenyum malu.
__ADS_1
"Sudah sana kembali bekerja" Kata Jackson yang mulai malas dengan sikap sok romantis keduanya.
"Hehe, siap pak" Kata Katty dan kemudian berlalu pergi.
"Kenapa aku tiba-tiba merindukan Caca ya? dia sedang apa" Kata Jackson kemudian mengambil HPnya.
Tuttt Tuttt
"Hallo" Kata Clarisa dari seberang telpon
"Sayang, kamu sedang apa?" Tanya Jackson
"Tentu saja sedang menemani Aldo dan Aldi di sekolah, kamu menelponku hanya ingin menanyakan itu?" Tanya Clarisa.
"Aku juga merindukanmu, mereka sedang di kelas sayang, tidak mungkin aku membawanya kesana" Kata Clarisa.
"Hmmm, suruh bolos saja mereka" Kata Jackson.
"Apa? jangan ajarkan yang tidak-tidak pada anak kita ya, cukup kamu saja yang suka bolos dulu" Kata Clarisa.
"Hehe, aku hanya memberikan saran sayang, jangan berteriak begitu dong, ini suamimu loh, kalau aku serangan jantung bagaimana?" Kata Jackson sambil menggosok telinga.
__ADS_1
"Jangan bilang begitu, aku tidak ingin kehilanganmu" Kata Clarisa dengan suara manja.
"So sweet banget sih istri aku, sini aku cium" Kata Jackson yang membuat Clarisa saat itu ingin terpingkal-pingkal menahan tawa.
"Kamu menertawakanku ya?" Tanya Jackson mulai kesal.
"Tidak sayang, sini-sini cepat aku berikan ciuman" Kata Clarisa.
"Tidak mau, aku yakin kamu sedang menertawakanku" Kata Jackson.
"Apa dia punya Indra ke 6 ya? peka sekali seperti perempuan" Gumam Clarisa.
"Sayang" Kata Jackson yang sudah kesal
"Iya sayang, Aldo dan Aldi sepertinya sudah keluar kelas. Aku menelponmu lagi nanti ya. Nanti sehabis dari sini aku akan kesana. Tunggu aku, Muuacch" Kata Clarisa kemudian panggilan terputus.
"Dasar, kenapa dia mematikan telponnya secara sepihak. Tapi tidak apa-apa lah, yang penting mereka akan kesini sebentar lagi." Kata Jackson dengan senyum bahagia di wajahnya. Sudah 5 tahun usia pernikahan mereka, tapi rasa cinta mereka tidak berubah sedikitpun. Bahkan sifat bucin Jackson semakin bertambah. Semoga sifat bucinnya itu tidak diturunkan pada kedua anaknya.
-Bersambung-
Kisah Aldi dan Tiara ketika dewasa bisa disimak di novel "Meluluhkan Manusia Es" ya. Novel tersebut menceritakan tentang kisah cinta segitiga antara Aldi, Tiara, dan Aldo. Kisah cinta rumit saudara kembar. Apakah berakhir bahagia atau tidak? Bisa langsung mampir saja ya.
__ADS_1
Terima kasih dan Happy reading