
"Sayang" Panggil Jackson yang saat itu sedang menonton tv berdua dengan Clarisa.
"Iya" Jawab Clarisa.
"Hp mu dari tadi berdering terus" Kata Jackson.
"Ohh ya?" Kata Clarisa kemudian mengambil Hpnya yang terletak di meja.
"Nomor tidak dikenal" Kata Clarisa.
"Angkat saja siapa tau penting" Kata Jackson.
"Hallo" Kata Clarisa
"Mohon maaf ini siapa?" Tanya Clarisa
"Beni?" Tanya Clarisa
"Beni teman masa kecilku?" Tanya Clarisa lagi terlihat begitu antusias.
Jackson yang saat itu menonton TV langsung merebut HP Clarisa.
"Hallo mohon maaf. Ini suami Clarisa. Jadi jangan hubungi dia lagi" Kata Jackson kemudian mematikan telpon secara sepihak
"Astaga Je" kata Clarisa dan langsung cemberut.
"Apa ha?" Kata Jackson
"Tidak ada, kenapa kamu mematikannya. Dia kan teman masa kecil kita juga" Kata Clarisa.
"Aku tidak suka jika ada laki-laki lain yang membuatmu tersenyum seperti tadi. Kamu milikku Ca" Kata Jackson kemudian mencium Clarisa. Awalnya ciuman biasa. Namun semakin lama ciuman itu menuntut. Rasa cemburu yang dirasakan Jackson tadi tersalurkan semua melalui ciuman itu yang semakin lama semakin membuat keduanya kesulitan bernafas.
"Hmmm, Je" Kata Clarisa disela ciumannya.
"Hmmm" Kata Jackson dan menghentikan kegiatannya.
"Nanti dilihat anak-anak" Kata Clarisa
"Ayo ke kamar" Kata Jackson kemudian menggendong Clarisa.
-Disisi lain-
"Bang Aldi, Aldo bosen" Kata Aldo, Namun tidak digubris Aldi.
__ADS_1
"Bang" rengek Aldo namun tidak juga dihiraukan Aldi.
"Ya sudah kalau abang tidak mau nemenin Aldo, Aldo mau main bola sendiri saja" Kata Aldo kemudian berlalu pergi meninggalkan Aldi yang masih sibuk dengan buku bacaannya.
"Tunggu" Kata Aldi kemudian membereskan bukunya.
"Yeay, Aldo tidak jadi main sendiri" Teriak Aldo senang.
Merekapun menuju halaman depan sesaat setelah Aldi mengambil bola di rak berwarna biru yang merupakan tempat biasanya Clarisa menyimpan mainan anak-anaknya.
Aldo terlihat antusias saat menerima bola dari Aldi. Dia pun mengoper bola nya ke Aldi lagi. Namun karena terlampau semangat. Bola tersebut menggelinding jauh menuju luar gerbang rumah.
"Bang bagaimana ini? Mama melarang kita keluar rumah tanpa mama atau papa" Kata Aldo.
"Sebentar biar Abang yang ambilkan" Kata Aldo. Namun baru ingin melangkah seorang gadis kecil terlihat berlari kearahnya sambil memegang bola.
"Ini bola kalian" Tanya gadis yang terlihat seusia mereka.
"Ara? kenapa kamu bisa disini?" Tanya Aldo.
"Ara hari ini pindah kesini bersama papa mama aku" Kata Tiara kemudian menyerahkan bola tersebut pada Aldi.
"Terima kasih" Kata Aldi kemudian berlalu meninggalkan Tiara dan mulai mengajak Aldo bermain lagi.
"Ra, ayo ikut bermain bersama kami" Kata Aldo. Tiara menatap Aldi, namun yang dia lihat hanya tatapan tidak bersahabat. Dia menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa nanti bang Aldi yang ajarin, bang Aldi jago sekali bermain bola, iya kan bang?" Kata Aldo namun Aldi hanya diam saja.
"Bang Aldi, Ara boleh ikut bermain kan?" tanya Aldo lagi.
"Hmmm, ayo cepat, menyusahkan saja" kata Aldi.
"Yeay, ayo Ra" kata Aldo kemudian menarik tangan Tiara.
Mereka pun bermain bersama. Saling mengoper bola bergantian. Selang beberapa lama Aldi tampak bosan. Dia pun memilih untuk berhenti. Sisa Aldo dan Tiara yang saling mengoper bola satu sama lain. Aldo terlihat bersemangat sekali, dan untuk kesekian kalinya, bolanya menggelinding jauh. Sebelumnya selalu Aldi yang mengambil bola, namun karena Aldi sedang duduk untuk berististirahat. Mau tidak mau, Ara yang mengambilnya.
"Ra, tolong ambilkan bolanya" Kata Aldo.
"Tapi Aldo yang melempar" Kata Tiara.
"Aku takut, bolanya kesemak-semak itu" Kata Aldo.
"Hmmm, ya sudah, biar Ara ambilkan" Kata Tiara kemudian pergi menuju arah letaknya bola.
__ADS_1
Tiba-tiba
"Haaaaaaaaaa" teriak Ara sangat kencang. Aldi dan Aldo yang mendengar itu langsung berlari menuju Tiara.
"Ada apa Ra?" Tanya Aldi dan Aldo bersamaan.
"A-ada ulat bulu, Hikss" Kata Ara sambil terus menangis
"A-ra takut u-ulat bu-lu" Kata Ara yang mulai sesegukan.
"Bang, Aldo juga tidak berani ulat bulu" Kata Aldo yang langsung sembunyi di belakang Aldi.
"Sebentar" Kata Aldi kemudian mengambil ranting pohon untuk membuang ulat bulu tersebut. Dia tampak tidak takut sama sekali. Dengan telaten dia mengangkat ulat bulu tersebut dan membuangnya jauh.
"Sudah" Kata Aldi kemudian mencoba menenangkan Tiara.
"Makasi" Kata Tiara.
Sejak saat itu, Tiara menganggap Aldi sebagai pahlawannya. Dia sering datang kerumah Aldi untuk mencarinya. Mengajak untuk bermain bersama dan menarik perhatian Aldi. Namun Aldi tidak memperdulikannya bahkan sering sekali mengabaikan Tiara. Jadi saat dirumah Aldi, Tiara hanya bisa bermain dengan Aldo.
"Bang Aldi, ayo bermain bersama" Kata Aldo.
"Kalian saja" Kata Aldi kemudian berlalu meninggalkan mereka.
"Hiks hiks" Tiba-tiba Tiara menangis.
"Kamu kenapa Ra?" Tanya Aldo.
"Aldi membenciku dan tidak mau bermain dengan ada lagi, apa karena Ara jelek? Hikss" Kata Tiara disela tangisnya.
"Bang Aldi tidak seperti itu Ra. Dia mungkin sedang PMS" Kata Aldo.
"PMS? apa itu PMS? hiks hiks" Tanya Tiara.
"Aldo juga tidak tahu, tapi papa sering berkata seperti itu jika mama marah" Kata Aldo.
"Hmmm, tapi Aldi benar-benar tidak membenci Ara kan?" Kata Tiara
"Tidak, berhenti menangis, perempuan sangat jelek jika menangis, lap ingusmu" Kata Aldi yang tiba-tiba datang dan menyerahkan tisyu untuk Tiara.
"Ara tidak menangis tuh, Ara tidak jelek" Kata Ara yang sudah mengelap air matanya dan tersenyum lagi saat Aldi tiba-tiba datang.
Aldo yang melihat itu hanya menggeleng pelan.
__ADS_1
"Aldo bingung dengan wanita, tadi nangis sekarang bilang tidak" batin Aldo.
Bersambung