
"Ca ayo cepat" Teriak Clara
"Iya ma" balas Clarisa dari kamar
Hari ini adalah pertemuan perdana Clarisa dengan lelaki yang dijodohkan dengannya. Sebenarnya dia malas untuk pergi. Tapi Malam ini dia punya rencana bagus untuk menggagalkan perjodohan ini. Dia akan berpura-pura sedang hamil sehingga lelaki yang akan dijodohkan dengannya akan membatalkan perjodohan ini. Bibir Clarisa mengembang sempurna ketika membayangkan semuanya.
Dia mengambil tasnya kemudian beranjak pergi menemui kedua orang tuanya. Malam ini, Clarisa menggunakan gaun berwarna putih, dengan rambut yang terurai. Make up yang digunakanpun terkesan natural namun elegan. sehingga siapapun yang melihat nya saat ini akan terkagum karena kecantikannya. walaupun Clarisa ini adalah dandanan yang sangat biasa untuk makan malam keluarga.
"Wah, anak mama cantik sekali" goda Clara
"Makasi ma" Kata Clarisa tersenyum malas
"Ayo sayang, kita sudah terlambat ni" kata Arya sambil melihat jam ditangannya.
Merekapun berangkat menuju kediaman Rudy. Clarisa yang sedari tadi bermain dengan ponselnya langsung meletakkan ponselnya ketika mobil Yang ditumpanginya berhenti di sebuah Cafe.
Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam Cafe. Cafe itu terlihat begitu sepi. Mungkin papa sengaja memesan cafe ini khusus untuk perjodohan ini. huhhh. batin Clarisa
"Ja-Jackson " Kata Clarisa yang langsung menutup mulutnya. Dia sungguh tidak percaya ketika melihat sosok laki-laki yang sekarang duduk dan tersenyum ke arahnya.
Ja-jadi yang dijodohkan denganku adalah Jackson. ini tidak mungkin. batin Clarisa yang langsung mencubit tangannya sendiri
"Aww" Keluh Clarisa.
__ADS_1
"Ca, kamu kenapa?" Tanya Clara khawatir
"Tidak ma, Caca pikir tadi sedang berhalusinasi ketika melihat Jackson disana. Jackson ngapain disini ma?" bisik Clarisa. Namun tidak dibalas oleh Clara karena diaa sudah sampai tepat di depan keluarga Jackson
"Sudah nunggu lama bro, sorry ya. Caca tadi dandannya lama banget. Biasa lah anak gadis" Kata Arya yang langsung dibalas protes oleh anaknya.
Semua orang yang disana pun langsung tertawa. Tidak terkecuali Jackson yang sedari tadi menatap Clarisa kagum karena kecantikannya malam ini.
"Haha, tidak apa bro, ya sudah silahkan duduk" kata Rudy. Mereka pun memesan makanan.
Sedari tadi, Jackson tak henti-hentinya memandang Clarisa yang membuat Clarisa salah tingkah. Bahkan saat makanpun, sesekali Jackson melirik Clarisa hingga membuat Clarisa tersedak.
"Ca, kamu tidak apa-apa?" Kata Jackson kemudian menyodorkan air minum untuk Clarisa.
"Sepertinya anak kita sudah saling suka Rud" Kata Arya Tiba-tiba.
"Iya, aku tidak sabar berbesan denganmu bro" Balas Rudy.
Clarisa yang mendengar itu hanya tersenyum kikuk. pipinya sudah merona karena diperlakukan Jackson seperti itu didepan kedua orang tuanya. Dia bahkan melupakan rencananya yang sudah dia susun sangat matang sebelum acara ini.
Kenapa harus Jeje. kalau seperti ini aku tidak mungkin menolak. Batin clarisa.
Jackson melihat Clarisa dan tersenyum padanya. Seperti mengetahui isi pikiran Clarisa.
__ADS_1
Saat Makan malam selesai kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu membicarakan tentang perjodohan mereka berdua.
"sepertinya kami sudah tahu maksud dari makan malam ini bro, Kami disini tidak hanya ingin membicarakan perjodohan Jackson dengan Clarisa. Tapi disini jackson berniat untuk melamar Clarisa. Bagaimana je?"kata Rudy melihat Jackson agar meneruskan kata-katanya.
"Saya mohon maaf sebelumnya om Tante. Saya lancang berniat ingin melamar Clarisa. Tapi sungguh, saya benar-benar mencintai Clarisa. Saya hanya takut jika nanti saya didahulukan laki-laki lain. Untuk itulah saya ingin segera melamarnya" kata Jackson mantap
Deg
Hati Clarisa berpacu lebih cepat dari biasanya. Dia bingung antara bahagia atau sedih. Karena sebenarnya dia juga mempunyai perasaan yang sama pada Jackson. Tapi disisi lain dia belum menyelesaikan kuliahnya.
"Haha, saya suka dengan keberanian nak Jackson. Kalau saya sih terima-terima saja. Tapi yang menjalaninya kan Clarisa. Jadi saya serahkan keputusannya pada Clarisa. Iya kan ma?" Kata Arya yang dibalas anggukan oleh Clara.
Semua mata pun tertuju pada Clarisa. Clarisa gugup dan bingung harus menjawab apa. Bibirnya terasa kelu untuk berucap. Selang beberapa lama. Orang-orang masih menunggunya.
"A. Aku... "
-Bersambung-
Bagaimanakah kisah selanjutnya, apakah Clarisa menerima lamaran Jackson atau tidak?
Terus pantengin ya.
happy reading
__ADS_1