
"Ca, kamu dimana?" Tanya jackson setelah terdengar suara Clarisa dari seberang telpon
"Di kantin" kata Clarisa
"OtW, ca" dan sambungan telpon langsung terputus
-di kantin-
"siapa ca?" Tanya Ferdi
"Jackson fer" Kata Clarisa
"Oh, dia mau kesini?" Tanya Ferdi
"Iya, itu dia" Kata Clarisa yang langsung melambaikan tangannya agar Jackson bisa melihatnya.
Jackson yang menemukan sosok Clarisa langsung tersenyum ke arahnya. Namun tatapannya langsung berubah ketika melihat sosok laki-laki yang duduk di depan Clarisa. dia pun langsung menghampiri Clarisa.
"Je, ayo duduk" Pinta Clarisa yang langsung dituruti Jackson. dia duduk di samping Clarisa dan langsung bergelayut manja pada Clarisa.
"Astaga je, kamu ngapain, ada banyak orang. ingat pesan mama" Kata Clarisa sambil berusaha menarik tubuhnya.
"sekali saja, Aku capek banget. Tadi nyari kamu kemana2." Kata Jackson
"Bucin" kata Ferdi yang merasa jengah melihat kemesraan keduanya.
"Biarin, iri ja jomblo" kata Jackson yang masih menyandarkan kepalanya di bahu Clarisa.
Ferdi sudah tahu tentang pertunangan Jackson dan Clarisa. Awalnya dia tidak terima. bahkan sempat baku hantam dengan Jackson untuk melampiaskan kemarahannya. Namun dia sadar, bahwa Clarisa bukan untuknya dan dia tidak ingin hubungan persahabatannya dengan jackson rusak hanya karena wanita untuk itulah dia memilih mengalah. walaupun awalnya sakit. dia yakin akan terbiasa.
"Udah Je, malu tau diliatin orang" Kata Clarisa sambil menngangkat kepala Jackson agar menjauh. Namun bukannya menjauh, Jackson malah memeluk lengan Clarisa manja. Ferdi yang melihat itu hanya bisa menepuk jidatnya akan kelakuan manja Jackson dan Clarisa pun hanya bisa pasrah.
"Kamu mau makan apa?" Tanya Clarisa
__ADS_1
"Hmmm, Aku mau Bakso, minumnya es jeruk" kata Jackson
"Sebentar aku pesankan dulu" Kata Clarisa
"Tidak perlu ca, Kamu diam saja disini. Biar Ferdi yang pesankan" Kata Jackson yang langsung mendapatkan tatapan tajam Ferdi.
"Ogah banget, ca gw ke kelas dulu ya, minta tolong jagain bayi gede ini" Kata Ferdi sambil menunjuk Jackson kemudian berlalu pergi
"Woy Apa Lo bilang? sial, woyyyyyy" Teriak Jackson saat Ferdi sudah berlalu dan mengacuhkan dirinya.
"Udah nggk usah marah-marah, jadi mau aku pesankan makanan?" tanya Clarisa
"Tidak perlu ca, biar aku saja, kamu mau makan apa?" Tanya Jackson
"Tidak perlu je, aku sudh kenyang" Kata Clarisa yang dibalas anggukan oleh Jackson dan kemudian beranjak dari duduknya. Clarisa hanya bisa menggeleng melihat tingkah Jackson yang menurutnya masih kekanakan. Tapi mau bagaimana lagi, dia sudah terlanjur mencintainya.
selang beberapa lama, Jackson pun kembali dengan semangkok bakso dan 2 Gelas es jeruk.
"Buat kamu satu, Temenin aku makan ya, aku nggk enak kalau makan sendiri" Kata Jackson
"Tapi aku udah kenyang je" Kata Clarisa menolak
"Minum saja kok ca" Kata Jackson
"Ya sudah lah" kata Clarisa kemudian menerima minuman yang diberikan Jackson
saat makan mereka diselingi dengan canda dan tawa, cerita Jackson yang konyol sering membuat Clarisa tidak bisa menahan tawanya. beberapa orang dikantin itu menatap iri dengan kebersamaan mereka, tak terkecuali dengan seorang perempuan yang sedang menatap sinis mereka dari jauh. dia mengepal tangannya keras kemudian berlalu pergi dengan kesal.
"udah selesai je? yuk ke kelas" ajak Clarisa
"apa tidak bisa kita membolos saja hari ini?" Tanya Jackson
"dihh, Tidak. Aku tidak mau dimarah Papa lagi, sudah ayoklah" kata Clarisa kemudian diikuti Jackson dengan malas.
__ADS_1
"Cewek ganjen" ucap Clarisa ketika membaca secarik kertas yang ada di mejanya.
siapa yang menulis ini? apakah Rosa? tidak mungkin, dia sudah keluar dari kampus ini. ya sudahlah. mungkin orang iseng. batin Clarisa kemudian membuang kertas itu
kertas itu sudah tidak di tangannya lagi. namun pikirannya masih terganggu dengan tulisan di kertas itu. Kepalanya terus menerka-nerka siapa orang yang mengirimkan surat itu untuknya.
"Woy" Kata Jackson yang mengagetkan Clarisa
"Melamun saja ca, pulang yuk, dosen hari ini tidak masuk katanya" Kata Jackson
"kata siapa?" Tanya Clarisa tidak percaya
"Kata teman-teman, itu liat pesan group" Kata Jackson
Clarisa pun mengecek group WA angkatannya. Ada banyak sekali pesan yang belum dibaca, sampai Clarisa kewalahan. Dia memang jarang sekali membuka Group angkatan. menurutnya percuma karena isinya pasti membahas hal-hal yang tidak penting
"Ohh iya, Ayo" Kata Clarisa kemudian mengambil tasnya kemudian menggandeng tangan Jackson ke parkiran
"ca, kamu mikirin apa? dari tadi aku lihat, tingkahmu aneh" Kata Jackson yang sudah menjalankan mobilnya.
"Hmm,.Tidak ada kok je" kata Clarisa mencoba tersenyum namun terkesan dipaksa.
"Aku mengenalmu dari kecil ca, Kamu tida bisa membohongiku. jika kamu ada masalah, ceritalah. Sebentar lagi kita akan menjadi suami istri ca. Aku ingin kita terbuka mulai dari sekarang" Kata Jackson.
"Hmm, Nanti saja aku cerita ya je, sekarang aku tidak ingin memikirkannya dulu" Kata Clarisa
"ya sudah, kamu mau kita makan dulu atau langsung pulang ca?" Tanya Jackson
"Langsung pulang saja ya je" Kata Clarisa
"ya sudah, Kamu jangan murung terus, kalau ada masalah ceritakan padaku ya, jangan sampai ada yang ditutupi" kata Jackson sambil mengelus kepala Clarisa dan langsung dibalas anggukan oleh Clarisa.
-Bersambung-
__ADS_1