Pesona Wanita Lugu

Pesona Wanita Lugu
Kejujuran


__ADS_3

"Hmmm" Clarisa menggeliat kecil.


Jackson yang melihat Clarisa pun tersenyum gemas.


"Auuu" keluh Clarisa saat tidak sengaja menggerakkan kakinya. Rasa nyeri di kakinya masih terasa sisa dari pergelutan semalam.


"Apakah masih sakit sayang?" Tanya Jackson mulai khawatir.


"Hmmm" Kata Clarisa kemudian beranjak bangun ingin ke kamar mandi. Namun karena rasa nyilu di kakinya membuat langkahnya tertahan.


"Ayo kita mandi bersama" Kata Jackson kemudian menggendong Clarisa.


"Haa? tidak Je, kita mandi bergantian saja ya, tolong turunkan aku, aku bisa jalan sendiri" kata Clarisa menyembunyikan pipinya yang sudah mulai merona karena tidak sengaja terlintas kenangan tadi malam.


"Kamu tenang saja sayang, aku tidak akan melakukannya dikamar mandi. Aku tau pasti itu masih sakit" Kata Jackson sambil melirik bagian bawah Clarisa.


"Tapi..." kata Clarisa


"Tidak ada tapi-tapi sayang, aku tidak akan kuat jika melihatmu berjalan pincang seperti tadi" Kata Jackson kemudian membawa Clarisa ke kamar mandi yang masih terbalut selimut.


"Je, tolong keluar, aku tidak mungkin mandi dengan selimut ini" kata Clarisa sesaat setelah Jackson menurunkannya.


"Kamu malu?" Tanya Jackson yang langsung dibalas anggukan oleh Clarisa.

__ADS_1


"Haha, astaga. Aku tadi malam sudah melihat semuanya bahkan aku sudah hafal semua bagian tubuhmu. Apa yang harus kamu malukan sayang. Kita sudah suami istri" Kata Jackson.


"Tapi..." Kata Clarisa namun ucapannya terpotong karena Jackson lebih dulu menciumnya.


"Hmmmm... Je" Kata Clarisa disela ciuman Jackson yang mulai terkesan menuntut. Jackson pun langsung melepas ciumannya.


"Kamu gemesin banget sayang. Ya sudah aku tidak akan memaksamu. Kamu mandi saja disini. Aku mandi di kamar mandi di luar" Kata Jackson kemudian pergi meninggalkan Clarisa.


"Terima kasih Je" Kata Clarisa pelan hampir tidak terdengar oleh Jackson.


***


"Sayang, kalau kita pindah rumah kamu keberatan tidak?" Tanya Jackson.


"Kerumah baru kita, aku sudah menyiapkan rumah untuk aku tempati dengan istriku sedari dulu" kata Jackson.


"Ha? kenapa bisa?" Tanya Clarisa.


"Wah ternyata istriku meremehkan suaminya" Kata Jackson sambil mengacak rambut Clarisa.


"Sayang, maaf, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya tidak menyangka saja kamu bisa mempunyai rumah disaat usaimu semuda ini" kata Clarisa.


Cup. sebuah kecupan mendarat di bibir Clarisa yang langsung membuat pemiliknya kaget.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang. Aku belum cerita semuanya tentang diriku. Aku sengaja menyembunyikan jati diriku pada beberapa orang, karena aku tidak ingin perempuan-perempuan diluar sana tergila-gila padaku karena harta, walaupun tanpa harta pun mereka tetap tergila-gila karena ketampananku, hehe" kata Jackson yang kemudian mendapat cubitan di pinggangnya.


"Aw, sakit sayang" Kata Jackson


"Masak? yang mana yang sakit?" Kata Clarisa yang tiba-tiba terlihat khawatir sambil menyentuh bagian pinggang Jackson. Jackson pun melanjutkan permainannya. Dia berpura-pura mengeluh sakit dipinggangnya. Namun tiba-tiba raut wajahnya berubah ketika telapak tangan Clarisa menyentuh kulitnya.


"Sebentar, kamu membohongiku Je?" Kata Clarisa saat melihat gelagat aneh dari Jackson kemudian melepaskan sentuhannya.


"Haha, iya iya lah. Kamu polos sekali. Tidak mungkin aku kesakitan hanya karena cubitanmu sayang. Tapi seperti nya yang sakit sekarang berbeda" Kata Jackson sambil menatap Clarisa penuh damba.


"Maksudmu?" Tanya Clarisa bingung.


Jacksonpun tiba-tiba menarik Clarisa dan menindihnya.


"Je, kamu belum selesai cerita tadi?" Tanya Clarisa yang mulai mengerti dengan tingkah Jackson.


"Nanti kita lanjutkan itu sayang, sekarang ini lebih penting" Kata Jackson yang mulai mendaratkan bibirnya di bibir Clarisa. Clarisa tidak mampu menolak. Dia larut dalam permainan Jackson.


Selanjutnya adegan dilakukan Profesional ya.


-Bersambung-


Maaf, Saya tidak bisa menjabarkannya terlalu jauh. Takutnya ada yang baca dibawah umur.

__ADS_1


__ADS_2