
kring
"Ca, Nanti aku jemput ya, kita ke kampus bareng" kata Jackson.
"Oke" kata Clarisa.
"Pagi Ma Oa" kata Clarisa kemudian mencium pipi Arya dan Clara bergantian.
Hari ini Clarisa menggunakan dress abu selutut. rambutnya dibiarkan tergerai dengan make up natural tanpa polesan lipstik. Namun karena bibirnya yang sudah merah secara alami membuatnya tetap terlihat cantik.
"Ca, hari ini kamu mau mama buatkan bekal atau tidak" Tanya Clara
"Tidak perlu Ma, nanti Caca mau makan bareng Jeje di cafe" kata Clarisa
"Oke, yang penting jangan makan sembarang ya" kata Clara.
"Dan jangan membolos pelajaran, walaupun Jackson yang mengajakmu aku tidak segan-segan menghukumnya" kata Arya.
"Siap Ma Pa" Kata Clarisa.
"Non, ada temen nona di luar" kata Bik Ati.
"Suruh masuk saja bik" kata Clara.
Bik ati pun pergi meninggalkan ruang makan untuk memanggil Jackson masuk. Setelah selang beberapa menit, Jackson masuk dengan wajah canggung.
"Om Tante" kata Jackson kemudian mencium tangan Arya dan Clara bergantian.
"Je sarapan dulu ya, mumpung Tante masak lumayan banyak ini" Kata Clara.
"Khh iya Tan" kata Jackson kemudian duduk di samping Clarisa.
"Aku ambilkan ya Je" Kata Clarisa kemudian mengambilkan nasi goreng untuk Jackson lengkap dengan air minum juga. Seketika hati Jackson menghangat. dia tidak pernah di perlakukan seperti ini oleh wanita selain mamanya.
"Terima kasih Ca" kata Jackson.
"Sama-sama je" kata Clarisa sambil tersenyum pada Jackson.
Mereka pun sarapan bersama dengan sesekali berbincang kecil menanyakan perihal bagaimana kuliah Jackson dan Clarisa. Setelah selesai sarapan mereka berpamitan untuk ke kampus.
"Mereka cocok banget ya Pa?" kata Clara.
"Hmmm" balas Arya.
"Bagaimana kalau kita menjodohkan mereka saja Pa?" kata Clara
"Aku tergantung mereka Ma, aku tidak mau memaksakan kehendakku pada Caca lagi" Kata Arya.
"Duhh, suamiku bijak banget sih, makin sayang aku" kata Clara manja
"Kalau begitu sini cium" kata Arya sambil memonyongkan bibirnya
__ADS_1
"Apaan sih mas, udah tua juga masih ja genit" Kata Clara.
"Genit sama istri kan tidak apa-apa, daripada aku genit sama perempuan lain bagaimana?" kata Arya.
"Amit-amit. Kamu berani selingkuh. Siap-siap golok di depanmu mas" kata Clara.
"Haha, mana bisa aku selingkuh. Jauh dari kamu saja aku tak sanggup" Kata Arya.
"Ihhh Gombal, udah ihh aku mau beres-beres meja makan dulu" kata Clara.
"Biar Bik Ati saja, kita ke kamar saja ayo" Kata Arya.
"Bukannya hari ini kamu ada meeting mas" Kata Clara.
"Oya, astaga jam berapa ini? Aku sudah telat, aku pergi dulu ya, bye sayang" Kata Arya kemudian memanggil asisten nya untuk berangkat ke kantor. Namun dia tidak lupa untuk memberikan kecupan singkat di kening Clara.
"Dasar" Kata Clara sambil terkekeh pelan.
***
Sesampainya Clarisa Dan Jackson di kampus banyak pasang mata yang melihat mereka. Ada tatapan iri sampai kagum. Clarisa yang mengetahui itu merasa risih. namun berbeda dengan Jackson yang bertingkah biasa saja.
"Je, aku ke kelas duluan ya" kata Clarisa
"Tunggu aku Ca, kita kan sekelas" Kata Jackson.
"Ogah je, itu liat sendiri, orang-orang liatin kita. Aku tidak nyaman" Kata Clarisa.
"Je, kamu apaan sih. Nanti kalau orang berpikir aneh tentang kita bagaimana?" Kata Clarisa.
"Biarin saja. Itu yang aku mau Ca. Supaya tidak ada lagi cowok yang berani dekatin kamu" Kata Jackson.
"Perasaan yang benari dekatin aku kan cuma kamu Je" Kata Clarisa.
"Kamu tidak tahu saja Ca, di kampus ini tidak terhitung cowok yang naksir sama kamu. Tapi mereka tidak berani saja dekatin kamu" kata Jackson.
"Kok kamu tau Je? jadi selama ini kamu perhatiin aku je?" kata Clarisa dengan nada mengejek.
"Hmmm, ti-tidak. KePD an kamu. Ayo cepat, sebelum dosen ganas itu masuk kelas" kata Jackson.
"Dihhh mengalihkan pembicaraan. Tapi ayo lah" Kata Clarisa.
Mereka pun berjalan ke kelas dengan bergandengan tangan hingga membuat satu kampus heboh.
Brukkkk
Tiba-tiba badan Clarisa oleng karena seseorang dengan sengaja manabraknya. Namun Jackson dengan sigap menangkapnya.
"Kamu tidak apa-apa Ca?" Tanya Jackson sambil memegang pinggang Clarisa.
"Iya Je, terima kasih ya" Kata Clarisa sambil memegang bahunya yang sakit.
__ADS_1
"Wah wah, so sweet banget sih. Buat mata orang sakit saja" kata Rosa.
"Kamu apa-apa an sih Ros, aku sudah memperingatkan mu. Kamu masih Inget kan, atau otak kecilmu itu tidak bisa mencerna dengan baik?" kata Jackson mulai emosi.
"Kamu yang apa-apa an jac. Kamu itu milikku. Aku tidakk suka melihatmu deket-deket sama cewek lain. Terutama cewek kecentilan kayak dia" Kata Rosa dan menunjuk Clarisa
"Udah lah je. Jangan ladenin dia. Kita masuk kelas saja yuk. Aku tidajk apa-apa kok" Kata Clarisa lalu menarik tangan Jackson untuk mengikutinya.
Merekapun pergi ke kelas. Meninggalkan Rosa yang masih mengumpat tidak jelas. Mengabsen setiap binatang di kepalanya. Clarisa terus mencoba menenangkan Jackson. Karena Jackson gampang sekali emosi. Apalagi ini menyangkut orang yang dia sayang.
"Aku harus bales kamu Ros. Tunggu saja pembalasanku" Kata Jackson dalam hati dengan tangan mengepal.
Clarisa terus mengelus bahunya. Jackson yang melihat itu semakin emosi. Tapi karena melihat Clarisa yang menahan sakit. Dia mencoba untuk menahan emosinya karena saat ini dia pikir Clarisa lebih penting.
"Ca apa masih sakit?" Tanya Jackson.
"Dikit Je. Kenapa bahuku sensitif banget ya. Apa mungkin karena..." Kata Clarisa.
"Karena apa ca?" Tanya Jackson.
"Hmmm, tidak ada. Lupakan saja" Kata Clarisa.
"Guys, Ini darah siapa?" Tanya salah seorang mahasiswa. Sehingga membuat satu kelas itu pun heboh. Jackson yang menyadari itu langsung melihat lengan Clarisa.
"Astaga Ca, Bahumu berdarah?" Kata Jackson.
"Ha?" kata Clarisa dan langsung pingsan di tempat.
Semua orang yang ada di kelas itu semakin heboh. Begitupun dengan Jackson. dia sangat panik. Dengan Cepat dia membopong Clarisa menuju UKS. Dia setengah berlari hingga kemudia sampai di UKS yang disambut dengan Dokter yang ada disana.
"Dia kenapa?" Tanya dokter.
"Lengan nya berdarah Dok. Cepat obati dia" Kata Jackson.
"Tunggu sebentar, saya periksa dulu" kata Dokter.
Dokter pun memeriksa dan kemudian mengobati bahu Clarisa. Selang beberapa lama. Bahu Clarisa selesai diobati namun Clarisa tidak kunjung sadar.
"Dok bagaimana dengan teman saya?" tanya Jackson.
"Temanmu tidak apa2. Mungkin efek kaget jadi dia pingsan. Hanya goresan luka kecil. Nanti setelah beberapa hari juga sembuh." kata Dokter Li.
"Terima kasih Dok" kata Jackson.
Jackson pun menghampiri tempat di mana Clarisa sedang terbaring.
"Ca, maafin aku. Aku nggk bisa jaga kamu seperti dulu. Aku tidak bisa disebut pahlawanmu lagi" kata Jackson. Hingga setetes bulir bening membasahi pipinya.
Tiba-tiba Jackson teringat satu hal. Dia pun mengambil Hp nya dan berniat menelpon seseorang.
"Hallo. Aku mau kamu kasih pelajaran buat si Rosa. Aku tidak mau dia sakiti Clarisa aku lagi. Kamu usahakan dia semenyesal-nyesalnya sudah melakukan ini" Kata Jackson kemudian mematikan sambungan telpon.
__ADS_1
"Ca, dulu aku udh janji buat jaga kmu. Tapi karena jarak memisahkan kita. Aku tidak bisa memenuhi janjiku. Sekarang aku bakal menebus semuanya. Aku tidak akan membiarkan orang yang menyakitimu hidup nyaman. Aku sayang kamu Ca" Kata Jackson kemudian mencium tangan Clarisa.