Pesona Wanita Lugu

Pesona Wanita Lugu
Marahan Ep.13


__ADS_3

"Kita mau kemana Ca?" kata Jackson yang masih pura-pura terlihat lemah sesaat setelah mobil berbelok ke arah berbeda dari jalan menuju rumahnya


"Ke rumah sakit Je. Aku khawatir kamu sakit parah. Jadi kita periksa ke rumah sakit saja dulu" kata Clarisa pura-pura khawatir


"Haa? Ti-tidak Ca, aku hanya perlu istirahat saja, tolong bawa aku kerumah saja ya" kata Jackson dengan suara lemah.


"Tapi Je, aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu. Kita ke rumah sakit saja, tidak akan lama kok. Palingan disuntik sedikit" kata Clarisa mengulum senyum.


"Haaaa? disuntik, tidak Ca. Aku sudah sembuh. Ini lihat" kata Jackson seraya merentangkan tangannya. Menggerakkan badannya ke kiri dan ke kanan. Menggeleng-gelengkan kepalanya.


Clarisa yang melihat itu langsung tertawa keras. Dia sangat tahu sekali kelemahan Jackson. Dari kecil dia memang takut jarum suntik. Bahkan sampai sekarang dia sangat takut ketika melihat jarum suntik. Untuk itulah dia sangat menjaga kesehatannya agar tidak berurusan dengan benda satu itu.


"Hahaha, ternyata kamu memang benar-benar sedang membohongiku Je" kata Clarisa sambil menatap Jackson kesal.


"Duh, mati aku, aku harus bagaimana sekarang" batin Jackson.


"Kau tega sekali membohongiku Je. Aku sudah sangat khawatir padamu tadi. Aku benci sama kamu" kata Clarisa mengalihkan pandangannya.


"Ca, maaf. Aku sungguh tidak bermaksud membohongimu. Aku hanya tidak suka kau dekat-dekat dengan Ferdi" karya Jackson.


"Kenapa?" Clarisa menatap Jackson lekat berharap mendapatkan jawaban


"Karena, aku sahabat Ferdi, aku tau dia seperti apa" kata Jackson berkilah.


"Ohhhh" Balas Clarisa.


"Ohh saja? jadi bagaimana? apakah kàamu memaafkan ku?" tanya Jackson sambil menangkupkan kedua tangannya memasang wajah memelas.


"Hmmm, tidak. Pembohong tetap pembohong. Sekarang antar aku pulang" kata Clarisa.

__ADS_1


"Tapi Ca. Aku sudah memberikan alasannya. Kenapa kamu tidak bisa memafkanku? ini bukanlah masalah yang besar Ca" kata Jackson.


"Bukan masalah besar? ha? kamu membohongiku Je, untung saja aku tidak mempunyai riwayat penyakit jantung. K-alau iya, mungkin kamu sudah tidak bersamaku sekarang" kata Clarisa kesal.


"Tapi aku sungguh minta maaf Ca. Aku janji aku tidak akan mengulanginya lagi" kata Jackson. Namun Clarisa tak merespon. Dia menatap keluar jendela. Dia merasa sangat kesal pada Jackson. Bukan karena dia dibohongi. Tapi karena alasan Jackson membohonginya.


"Ya sudah. Terserah kamu Ca. Sekarang aku akan mengantarmu pulang" kata Jackson kemudian melajukan mobilnya menuju rumah Clarisa. Selama perjalanan hanya keheningan yang menyelimuti mereka. Hingga akhirnya mereka sampai di rumah Clarisa. Clarisa pun turun tanpa basa basi. Meninggalkan Jackson yang merasa kesal. Bukan kesal pada Clarisa. Namun kesal pada dirinya sendiri karena telah bersikap bodoh.


"Aaaaaa" teriak Jackson sambil memukul setir mobilnya.


"Bodoh bodoh bodoh" umpat Jackson sambil memukul kepalanya disetir mobil.


Setelah puas melampiaskan kekesalannya. Dia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah Ferdi.


-Clarisa-


"Aaaaa" teriak Clarisa. Dadanya sesak sekali. Dia tidak tau kenapa dia sangat tidak menyukai alasan Jackson tadi. "Apa sebenarnya yang aku harapkan. Ingat Ca, dia hanya seorang sahabat. Jangan berharap lebih" kata Clarisa sambil menarik dalam nafasnya kemudian menghembuskan nya agar merasa lebih tenang.


"Ca, kamu baik-baik saja?" Tanya Clara yang saat itu melihat anaknya terlihat begitu acak-acakan. dia pun mendekati anaknya. Clarisa pun langsung berhambur memeluk Clara. Air matanya yang sudah dia tahan sedari tadi keluar begitu saja hingga membasahi baju Clara.


"Ca, kamu kenapa?" Tanya Clara sambil menepuk pelan bahu Clarisa untuk menenangkannya.


"Jeje Ma, hikss" kata Clarisa yang sudah mulai tidak bisa menahan tangisnya. Clara terus menepuk pelan punggung Clarisa menunggu anaknya tenang untuk bercerita.


Setelah tenang, Clarisa pun menceritakan semuanya pada Clara mulai dari Jackson yang membohonginya sampai alasan dia menangis.


Clara tersenyum mendengar cerita anaknya. Dia pernah muda. Jadi setidaknya dia tau apa yang yang dialami Clarisa.


"Kamu harus memaafkan Jackson sayang. Ingat masa-masa kalian dulu. Jangan hanya gara-gara ini hubungan kalian putus. Jangan sampai kamu menyesal dikemudian hari" kata Clara

__ADS_1


Clarisa hanya membalas perkataan Clara dengan anggukan. Perasaannya lebih tenang sekarang setelah bercerita pada Clara. Dia pun menyesali perbuatannya karena sudah bersikap buruk pada Jackson.


"Ya sudah, sekarang kamu hubungi Jackson dan minta maaf lah, mama pikir kamu terluka. Ternyata anak mama sedang jatuh cinta. Mama tinggal dulu ya. Mama mau bantuin bibi masak" kata Clara lalu meninggalkan Clarisa yang masih mencerna kata-kata mamanya.


-Jackson-


"Aku tidak tenang sebelum Caca maafin aku. Tapi aku harus bagaimana?" kata Jackson sambil mondar mandir di depan Ferdi.


"Woy, bukannya tadi kamu sakit ya haha" ejek Ferdi.


"Ya, aku lagi sakit. Hatiku yang sakit" kata Jackson sambil memegang dadanya.


"Hmmm, kamu beneran ada perasaan pada Clarisa?" Tanya Ferdi menatap Jackson dengan tatapan tak terbaca.


"Dia hanya sahabatku fer. Aku hanya menganggap dia sahabat, dan aku sudah menganggap dia seperti adek sendiri" kata Jackson namun Ferdi tak mempercayainya.


"Lalu kenapa kamu harus ribet-ribet pura-pura sakit tadi, dan gagalin kencanku sama Clarisa" kata Ferdi tak mau terima.


"Karena aku tahu kamu tidak mungkin bisa suka pada cewek secepat itu, aku tidak mau kamu nyakitin Clarisa" kata jackson berkilah.


"Terserah kamu saja Je. Tapi asal kamu tahu saja. Clarisa itu cewek yang aku cari selama ini, tapi kamu malah gagalin kesempatanku buat deketin dia, dan alasan kamu sungguh tidak rasional. kamu pulang saja deh Je. Aku males lihat wajah kamu. Aku tidak mau kalau nanti aku tidak bisa ngendaliin emosiku" kata Ferdi namun Jackson tak menghiraukan.


"Ok. ok. Aku minta maaf untuk masalah itu. Aku akan bantu kamu buat Deket sama Caca. Tapi kalau sampai kamu nyakitin dia. Kamu berhadapan denganku" kata Jackson sambil mengepalkan tangannya di depan wajah Ferdi.


"Kamu serius? tanpa kamu suruh pun. Aku pasti akan menjaga Clarisa dan menyayangi dia dengan sepenuh hatiku" kata Ferdi sambil memeluk Jackson, dan dibalas senyuman oleh Jackson. Tapi ntah kenapa ada perasaan tidak rela dihatinya. Tapi dia mencoba untuk mengabaikannya.


"Sekarang kamu bantu aku bagaimana caranya supaya aku bisa baikan lagi sama Clarisa" kata Jackson saat Ferdi melepaskan pelukannya.


"Hmmm, untuk masalah itu, kamu tenang saja. Sepertinya aku ada ide" kata Ferdi kemudian membisikkan idenya pada Jackson. Senyum Jackson pun langsung mengembang.

__ADS_1


"Kamu pinter juga Fer" kata Jackson sambil menepuk bahu ferdi.


__ADS_2