Pesona Wanita Lugu

Pesona Wanita Lugu
Accident


__ADS_3

"Sayang" Kata Clarisa yang saat itu tengah berbaring di samping Jackson.


"Hmmm" Jawab Jackson yang saat itu masih terlelap sambil memeluk lenggang Clarisa.


"Aku mau tau, kenapa kamu bisa berfoto seperti itu dengan Juli" Kata Clarisa sambil memainkan tangan Jackson yang ada di pinggangnya. Mata Jackson yang terpejam terbuka sejara perlahan kemudian memeluk Clarisa lebih erat.


"Lepaskan Je, ceritakan aku dulu" Kata Clarisa.


"Kemarin kamu bilang tidak perlu, sekarang tidurlah lagi" Kata Jackson.


"Aku tidak bisa tidur sebelum kamu menceritakan aku semuanya" Kata Clarisa.


"Iya, besok aku ceritakan. Sekarang tidurlah" Kata Jackson.


"Tidak, aku maunya sekarang" Kata Clarisa sambil menarik pipi Jackson agar tidak tidur.

__ADS_1


"Oke, aku ceritakan semuanya" Kata Jackson kemudian bangun dari tidurnya. Clarisa langsung bangun dan menyimak dengan antusias.


#Flashback#


"Apa agendaku hari ini Des?" Tanya Jackson pada sekretaris barunya itu.


"Meeting bersama klien dari angkasa group pukul 10.00 di cafe pempaka pak" Kata Desi.


"Oke siapkan semuanya, aku tidak ingin ada kesalahan karena mereka klien penting" Kata Jacksom.


Saat di cafe, Jackson langsung menuju tempat yang sudah diberitahukan Desi sebelumnya. Dia melihat 2 orang wanita sedang duduk berdua yang dia yakini sebagai klien dan asistennya.


"Buk, mohon maaf karena membuat anda berdua menunggu" Kata Jackson saat sudah sampai di depan meja tempat meeting akan berlangsung.


Saat mendongakkan wajahnya, Jackson begitu terkesiap melihat siapa yang di depannya. Dia tidak lain adalah Juli, mantan kekasihnya dulu. Mereka bertatapan cukup lama hingga akhirnya Jackson memutuskan kontak mata mereka dan duduk tepat di depan Juli.

__ADS_1


"Selamat pagi Ibu Juli" Sapa Jackson mencoba bersikap seperti seprofesional mungkin.


Juli masih terdiam menatap Jackson. Dia sudah tahu bahwa rekan bisnisnya adalah Jackson. Tapi melihatnya seperti saat ini membuat perasaannya tidak karuan. Dia mencoba mengontrol dirinya sebisa mungkin.


"Selamat pagi juga pak" Kata Juli.


Saat meeting sudah selesai, Jackson langsung berniat berpamitan terlebih dahulu karena dia memiliki agenda lainnya hari itu. Namun saat ingin bangun, Jackson tidak sengaja menyenggol gelas di depannya dan membasahi jas nya. Julu langsung bergerak cepat untuk membersihkan jas Jackson dengan tisyu. Jackson beberapa kali menolak, Namun Juli bersikeras untuk membersihkan baju Jackson. Karena menghargainya sebagai rekan bisnis, Jackson tidak enak hati untuk menolak lagi.


"Sepertinya ini tidak akan hilang, biar nanti aku ganti baju saja. Terima kasih" Kata Jackson langsung menjauhkan tubuhnya karena merasa risih dengan sikap Juli. Dia dulu pernah mempunyai masa lalu pahit dengan Juli, tapi dia sudah melupakan itu, karena memang dia tidak pernah mencintai Juli. Tapi Juli terus mendekatinya lagi, hingga Jackson mengganti nomer dan pindah universitas. Dia begitu kaget karena Juli di depannya. Tapi dia harus bersikap profesional apalagi Juli termasuk rekan bisnis yang penting untuk proyek barunya.


Juli tersenyum melihat Jackson, dia sangat merindukan Jackson. Dia ingin sekali memeluk Jackson saat itu juga, namun dia punya cara lain untuk mendapatkan Jackson lagi. Dia berharap rencananya kali ini akan berhasil, dia tidak ingin membuat Jackson ilfeel sebelum rencananya berhasil.


"Saya permisi" Kata Jackson karena tidak mendapatkan respon dari Juli.


Saat di dalam mobil, Jackson mengumpat sejadi-jadinya. "Kenapa aku harus bertemu perempuan gila itu lagi, Jika bukan karena proyek ini, aku tidak ingin melihat mukanya itu" Kata Jackson.

__ADS_1


#Flashback Off#


__ADS_2