Pesona Wanita Lugu

Pesona Wanita Lugu
Salah paham


__ADS_3

"Je" Kata Clarisa, Tapi tidak membuat Jackson menoleh sama sekali, karena dia sedang sibuk Bermain games di HPnya.


"Je" Kata Clarisa lagi


"Hmmm" Kata Jackson yang terus fokus dengan HPnya


"Sayang" Kata Clarisa dan Jackson pun langsung menatapnya.


"Kamu bilang apa tadi?" Tanya jackson


"Hmmm, tidak ada" Kata Clarisa mengelak


"Ya sudah" Kata Jackson yang langsung pura-pura bermain games lagi


"Ihhh, Je, Aku ingin pipis, Kamar mandi dimana?" Kata Clarisa merengek seperti anak kecil. Karena sekarang mereka sedang dirumah Jackson. Tidak ada orang lain disana kecuali pembantu rumah tangga. Namun sepertinya Bik Marni sedang memasak di dapur.


"Haha, Panggil aku dulu kayak yang tadi dulu" Kata Jackson tersenyum jahil


"Sayang, kamar mandi dimana?" Tanya Clarisa menuruti kemauan Jackson karena dia sudah tidak tahan lagi.


"Kamu pakai kamar mandi di kamar ku saja, di lantai dua paling pojok, tidak dikunci kok. Kamu berani sendiri kan sayang" Kata Jackson melirik Clarisa singkat kemudian fokus lagi memandang HP nya.


"Iya, aku pinjam kamar mandimu sebentar ya" Kata Clarisa kemudian berlalu pergi


"Iya sayang, Hati-hati" Kata Jackson


-di kamar jackson-


"Wah, rapi banget kamarnya" Kata Clarisa Kemudian ke kamar mandi setengah berlari karena sudah tidak tahan lagi.


setelah keluar dari kamar mandi, Dia berkeliling sebentar melihat desain kamar Jackson yang memang tidak biasa. Disana terlihat beberapa foto Jackson sewaktu kecil yang dipajang berderetan. Ada Foto Clarisa semasa kecil juga. Hingga matanya terhenti pada satu foto perempuan yang sedang merangkul Jackson. Jackson terlihat sangat bahagia di foto itu.


Apa ini foto sepupunya? atau temannya? tapi dia tidak pernah menceritakan perempuan ini sebelumnya. batin Clarisa


*Aku mencintaimu


Vera*


Clarisa langsung terbelalak membaca tulisan itu. Bibirnya terasa kelu. Hatinya seperti ditimpa belati tajam. Tiba-tiba air matanya jatuh membasahi pipinya. Tangannya gemetar dan Bingkai itu pun jatuh. Kacanya pecah dan tak berbentuk lagi. Saat ingin mundur. Suara pintu terbuka mengalihkan perhatiannya.


"Ca, Kamu tidak apa2? tadi aku mendengar suara sesuatu jatuh dari sini, Apa...." Belum sempat dia menyelesaikan perkataannya dia sangat kaget ketika melihat foto Vera bersama dirinya sudah jatuh kelantai.


Clarisa yang sadar, kemudian berlari keluar, meninggalkan Jackson yang masih mematung. Air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi. Dia berlari meninggalkan rumah Jackson. Dia terus berlari dengan berderai air mata. Hingga tiba di sebuah halte bus. dia duduk disana sambil memegangi dadanya. Dia menangis sesegukan. Setiap tetesan air mata yang keluar seperti bukti rasa sakit yang dia alami saat ini.


Ternyata dia tidak berubah sama sekali. Dia masih playboy. Batin Clarisa.


Hingga sebuah mobil terhenti di depannya. Seorang laki-laki seusianya yang tak lain adalah Ferdi keluar dari mobil itu dan langsung mendekatinya.

__ADS_1


"Ca, Kamu kenapa?" Tanya Ferdi.


"Hikss, Aku tidak apa-apa fer. Apakah boleh aku nebeng pulang" Kata Clarisa sambil menghapus air matanya dan mencoba ternyum walaupun terkesan dipaksa.


"Tentu saja boleh, Ayo" Kata Ferdi tanpa bertanya lagi.


saat dimobil Clarisa terus menatap keluar jendela. dipikirannya terus terngiang kejadian tadi. Jackson bahkan tidak mengejar ku. batin Clarisa yang membuat air matanya jatuh lagi.


"Ca" kata Ferdi memecah keheningan


"iya" kata Clarisa


"Kalian sedang ada masalah ya?" Tanya Ferdi yang sudah tidak tahan lagi ingin bertanya


Namun hening, tidak ada jawaban dari Clarisa, sehingga Ferdi memilih fokus lagi dengan kemudinya. Dia tidak ingin memaksa Clarisa untuk bercerita. karena dia sadar bahwa dirinya bukan siapa-siapa.


"Makasi ya Fer, Maaf ya Aku tidak bisa menawarkan mu untuk masuk" Kata Clarisa sesaat setelah mobil Ferdi masuk ke arena rumah Clarisa.


"Iya, tidak apa2. Aku sangat mengerti. Semoga kalian cepat menyelesaikan masalah kalian ya. Kamu jangan sedih terus nanti cantiknya hilang Lo. Aku pergi dulu ca" Kata Ferdi yang dibalas anggukan dan senyuman oleh Clarisa.


-jackson-


"haaaaaa" Teriak Jackson sambil menarik rambutnya


"Kenapa aku harus lupa membuang foto itu, pasti sekarang Caca salah paham, lalu aku harus bagaimana" Kata Jackson yang sekarang berada di mobilnya melihat Clarisa dari kejauhan. Sedari tadi dia mengikuti Clarisa. Namun karena dia mengambil mobil terlebih dahulu dia menjadi kalah cepat dari Ferdi.


Hatinya terasa remuk melihat kedekatan Ferdi dan Clarisa. Namun hatinya lebih sakit ketika melihat Clarisa menangis dan itu karena dirinya.


"Aku bahkan tidak punya keberanian untuk menemuimu ca. Tapi aku harus menyelesaikan kesalahpahaman ini. Aku tidak ingin kehilangan orang yang aku cintai lagi" Kata Jackson kemudian mengemudikan mobilnya menuju pekarangan rumah Clarisa.


tok tok


"siang bik"


"siang, ehh tuan muda, silahkan masuk" kata Bik Ati dan mempersilahkan Jackson duduk


"je" Kata Clara yang langsung duduk di depan Jackson


"Ma" Kata Jackson dan mencium tangan Clara


"Kalian sedang bertengkar ya? Tadi Caca pulang-pulang matanya sembab begitu dan langsung mengunci kamar" Kata Clara


"Hanya sedikit Kesalahpahaman, Apa boleh saya bertemu Caca ma?" Tanya Jackson


"Boleh, dia sedang dikamarnya. Tapi jangan macem-macem kalian belum resmi menikah" Kata Clara


"Iya ma, Jeje tidak akan berani melakukan itu" Kata Jackson

__ADS_1


"iya sudah, kamar Clarisa di lantai dua, yang pintunya berwarna biru ya je" Kata Clara


"Iya ma, Jeje izin ke atas ya ma" Kata Jackson


"iya, semoga masalah kalian cepat selesai" Kata Clara


"Aamiin" dan Jeje pun pergi ke kamar Clarisa. saat sudah di depan pintu kamar Clarisa, jackson mendengar suara tangisan dari dalam.


ca maafin gw. batin Jackson


Tok tok


sayup-sayup suara tangisan berhenti tergantikan dengan keheningan.


"Ca, ini gw, please buka pintunya" Kata Jackson, Namun tidak ada sautan sama sekali.


"Ca, please, aku mau jelasin semuanya" Kata Jackson.


"yang terjadi tidak seperti yang kamu pikirkan ca, Tolong bukakan pintunya, kasi aku kesempatan untuk menjelaskan" Kata Jackson lagi, Namun tidak kunjung ada tanda-tanda pintu terbuka


"Ca, Aku sayang banget sama aku, please buka pintunya" Kata Jackson.


"Aku mau sendiri je, please. Aku mau tenangin diri dulu" Kata Clarisa dari seberang pintu.


"Tapi ca, tolong bukakan pintu dulu, aku ingin melihatmu, aku ingin memastikan keadaanmu" kata Jackson yang sudah mulai putus asa.


"ca please" kata Jackson yang saat itu sudah duduk lesu bersender di pintu kamar Clarisa. selang berapa lama tidak ada sautan atau tanda pintu terbuka.


saat Jackson akan berdiri dari duduknya.


Ceklek. pintu kamar Clarisa terbuka. Hampir saja Jackson kehilangan keseimbangannya dan tersungkur ke lantai kalau tidak dengan sigap dia menahan tubuhnya sendiri untuk bangun.


"Je" Kata Clarisa dan langsung memeluk Jackson kemudian memukul dada Jackson untuk melampiaskan kemarahannya.


"Maafin aku ca, Maaf" Kata Jackson yang mempererat pelukannya.


"Tidak, seharusnya aku yang minta maaf, Aku bertindak sangat kekanakan sekali" Kata Clarisa


"Tidak, Aku yang salah, Seharusnya aku sudah membuang foto itu sejak dulu. Maafin aku ya" Kata Jackson sambil menangkup pipi Clarisa mengusap air mata yang jatuh di pipi Clarisa.


"Aku mencintaimu ca, Hatiku sakit saat melihat air mata ini" Kata Jackson yang dibalas anggukan Clarisa


"Bisakah kamu menceritakanku tentang perempuan itu. Aku tidak ingin salah paham lagi" Kata Clarisa


"Tentu bisa, Ayo" Kata Jackson menarik tangan Clarisa


"Kemana?" Tanya Clarisa

__ADS_1


"Kita jalan-jalan, Tidak mungkin kita berduaan di kamar itu. Aku takut khilaf" Kata Jackson yang dibalas anggukan oleh Clarisa


__ADS_2