
"Sayang, sekarang coba ceritakan pada Mama apa yang terjadi?" Kata Clara.
Clarisa mulai mengangkat kepalanya. Mengumpulkan semua keberaniannya. Dia tahu bahwa dia tidak boleh menceritakan masalah keluarganya. Tapi hanya di Clara dia bisa bercerita seperti ini. Dia menarik nafas pelan kemudian mulai menceritakan semuanya pada Clara.
Clara seketika langsung syok mendengar cerita anaknya. Dia juga ingin marah karena anak satu-satunya di sakiti. Tapi dia mencoba berpikir lebih tenang. Karena dia tahu jika dia menghadapinya dengan emosi juga maka masalah tidak akan selesai dan malah akan bertambah besar.
"Sayang, sepertinya kamu salah paham, apa kamu sudah menanyakannya pada Jackson?" Tanya Clara yang langsung dibalas gelengan oleh Clarisa.
"Jika tidak kenapa kamu langsung memutuskan secara sepihak. Siapa tahu itu hanya editan atau setingan orang-orang yang ingin merusak hubungan kalian. Sekarang coba kalian bicarakan baik-baik ya. Jangan sampai gara-gara ini kalian pisah. Ingat Aldo dan Aldi sayang" Kata Clara.
"Iya Ma, tapi saat ini Clarisa hanya ingin sendiri dan menenangkan pikiran Clarisa" Kata Clarisa.
"Iya sayang, tapi setidaknya beritahu Jackson. Dia itu suamimu, jangan sampai kamu menjadi istri durhaka" Kata Clara.
"Hmmm, Iya Ma, aku akan memberitahunya nanti, Clarisa mau ke kamar duluan ya Ma, Clarisa capek" Kata Clarusa
__ADS_1
"Iya sayang, asalkan kamu ingat dengan pesan Mama tadi, hubungi Jackson" Kata Clara yang kemudian dibalas anggukan oleh Clarisa.
***
Drrtt Drttt Drrtt
Clarisa saat itu sibuk bermain dengan Aldo hingga mengabaikan Hpnya yang sudah puluhan kali berdering. Sebenarnya dia tahu kalau sedari tadi Hpnya berbunyi. Tetapi dia sangat enggan sekali mengangkatnya karena dia yakin itu pasti telpon dari Jackson.
-Dari sisi Jackson-
"Mungkin dia sedang di rumah mami Clara, aku coba telpon mami saja" Kata Jackson yang langsung mencari nama Clara dan menelponnya. Panggilan telpon langsung terhubung, Jackson menanyakan keberadaan Clarisa, dan benar saja seperti dugaannya bahwa Clarisa sekarang sedang di rumah mama Clara.
"Lalu kenapa dia tidak mengangkat telponku, bahkan tidak izin terlebih dahulu padaku. Mungkin dia lupa atau mungkin dia sedang asik bermain dengan si kembar. Tapi sesibuk apapun dia, dia pasti mengangkat telponku, lalu dia kenapa? ya sudah lah, nanti saja aku tanyakan" Kata Jackson kemudian menuju mobilnya dan melaju ke rumah mertuanya.
Di perjalanan, Clarisa terus memikirkan alasan yang membuat Clarisa tiba-tiba berubah. Otaknya terus berkeliaran mencari alasan yang mungkin. Hingga sebuah pesan muncul di notifikasi Hp nya, saat membukanya, matanya langsung terbelalak seketika. Dia mengepal kemudi dan berbalik arah, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
-Disisi Clarisa-
"Ca, tadi Jackson menelpon, katanya kamu tidak mau mengangkat telponnya" Kata Clara.
"Owwh" Kata Clarisa namun tetap fokus bermain dengan Aldo.
"Ca, mama tadi sudah bilang, bicaralah dengan Jackson baik-baik" Kata Clara.
"Iya Ma, Caca hanya butuh sendiri saja sekarang" Kata Clarisa.
"Terserah kamu saja Ca, itu urusan rumah tangga kamu, tapi tadi Jackson bilang akan kesini" Kata Clara kemudian berlalu meninggalkan Clarisa pergi.
"Hmmm, aku belum siap bertemu Jackson Ma" Kata Clarisa tertunduk kemudian menatap Aldo yang sedari tadi masih sibuk dengan mainannya dan tidak memperdulikan pembicaraan Oma dan mamanya.
Disisi lain Jackson sudah berada disebuah rumah mewah cat abu-abu, dia pun langsung turun dari mobilnya dan membanting pintu mobil dengan amarah. Di berjalan cepat menuju pintu dan mengetuk pintu dengan keras.
__ADS_1
-Bersambung-