
Tuk
"Aw, siapa sih yang ngelempar" Kata Clarisa setelah melihat sebuah kertas terjatuh di depannya. Dia pun mengambil gulungan kertas tersebut dan membaca isinya.
"Ke taman sekarang"
Jackson
"Apaan sih" kata Clarisa lalu membuang sembarang kertas itu
Drttttt Drttt
Nama Jackson terlihat di tampilan Hp Clarisa. Namun Clarisa mengabaikannya. Mtah kenapa hatinya masih kesal, walaupun dia memang sudah memaafkan Jackson.
Hp nya terus berbunyi. Hingga mau tidak mau dia harus menerimanya.
"Ada apa" kata Clarisa ketus.
"Ke taman sekarang Ca" kata Jackson.
"Apaan sih, aku di taman ni" kata Clarisa.
__ADS_1
"Maksudnya ke dekat air mancur" kata Jackson.
"Males" balas Clarisa.
"Please ca, sekali saja" kata Jackson.
"Aku sedang tidak ingin bertemu siapapun Je" Kata Clarisa.
"Please Ca" Kata Jackson.
Setelah berdebat lama. Clarisapun mengiyakan. Saat sampai di pancuran seperti yang dimaksud Jackson. Dia tidak menemukan siapapun disana.
"Apa dia mengerjaiku lagi" kata Clarisa kemudian berniat pergi. Namun langkahnya terhenti ketika petikan gitar mulai menyatu dengar suara kicauan burung di taman. Clarisa menoleh ke arah suara. Ternyata Ferdi yang memainkannya, disampingnya ada Jackson yang sedang memegang bunga. Adegan yang sungguh romantis.
Namun Clarisa masih terperangah. dia sangat kaget dengan semua ini. dia tidak akan menyangka jika Jackson meminta maaf seromantis ini. jantungnya berpacu sangat keras. "Apa dia mencintaiku?" batin Clarisa.
"Ca" panggil Jackson yang menyadarkan lamunannya.
"Ha, ohh ya, kamu lebay banget sih Je. Malu tahu dilihat banyak orang. Tapi terima kasih je, aku sudah memafkanku dari kemarin, tapi aku hanya sedikit masih kesal padamu" kata Clarisa kemudian memeluk Jackson..
Jackson sangat kaget dengan tindakan mendadak Clarisa memeluknya. Ada perasaan nyaman ketika memeluk Clarisa. dia pun membalas pelukan Clarisa. Mereka bisa merasakan jelas jantung masing-masing yang terus beradu seperti ingin keluar dari tempatnya.
__ADS_1
Ferdi yang melihat itu mulai kesal. Dia pun melepas paksa pelukan mereka berdua.
"Woy, Jangan pelukan disembarang tempat. Ini tempat umum" kata Ferdi sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Hehe, sorry bro, kami kelepasan" kata Jackson yang dibalas senyum kikuk Clarisa.
"Ya sudah, karena kalian sudah baikan. Traktir aku makan, oke" kata Ferdi kemudian menggandeng Clarisa untuk pergi. Namun Jackson dengan cepat menepis tangan Ferdi. Ferdi yang merasa jengkel, menarik tangan Clarisa lagi. Namun Jackson tak tinggal diam. Dia pun mencoba melepaskan genggaman tangan Ferdi.
"Stop" teriak Clarisa kesal.
"Kalian apa-apan, aku bisa jalan sendiri" tambah Clarisa dan berlalu pergi mendahului mereka berdua.
"Kamu sih" kata Jackson.
"Kamu yang apa-apaan, bukannya kamu udah janji mau comblangin aku sama Clarisa, sekarang kamu malah begini" kata Jackson tak mau kalah.
"Hee, Cepet" Teriak Clarisa dari kejauhan dan dibalas teriakan Iya oleh keduanya.
"Oya, aku lupa. Tenang saja, Clarisa itu sahabatku. kamu doain saja semoga aku tidak khilaf bro" kata Jackson dan menepuk pundak ferdi kemudian pergi menyusul Clarisa.
"Sial, jangan bilang dia mau meelanggar janjinya, awas saja kamu je kalau kamu berani melanggar janjimu" umpat Ferdi kemudian menyusul mereka.
__ADS_1
-Bersambung-
Maaf ya up nya sedikit, semoga suka, happy reading