Pesona Wanita Lugu

Pesona Wanita Lugu
Foto


__ADS_3

"Papa" Teriak Aldo kemudian berlari kedalam pelukan Jackson.


"Jagoan Papa, tadi belajar apa saja disekolah?" Tanya Jackson.


"Hitungan Pa, Aldo pusing lihatnya Pa" Kata Aldo.


"Lebay banget" Kata Aldi yang saat itu sedang berdiri di samping Clarisa.


"Aldi, kamu tidak kangen dengan Papa" Tanya Jackson sambil memiringkan kepalanya.


"Tadi pagi kan sudah ketemu" kata Aldi.


"Hmmm, jadi kamu tidak merindukan Papa? oke" Kata Jackson sambil memasang wajah cemberut. Aldi yang melihat itu pun menarik nafasnya pelan. Dia pun berjalan menghampiri Jackson dan memeluknya erat.


"Aku sangat malu melakukan ini" pikirnya.


Jackson pun membalas pelukan anaknya. Dia merasa sangat merindukan kedua putra kembarnya. Padahal baru hanya beberapa jam tidak bertemu. Clarisa yang melihat itu pun hanya menggeleng namun senyuman di wajahnya tidak pudar sedikitpun.


***


"Sayang" Kata Jackson yang saat itu sedang duduk berdua dengan Clarisa di ruang tamu sambil menonton TV.


"Aku ingin memberitahumu satu hal" Kata Jackson yang mulai terlihat serius.


"Katakanlah" Kata Clarisa yang masih terlihat tidak ingin memalingkan wajahnya dari televisi di depannya.


"Sayang" Kata Jackson lagi.


"Hmmm, sebentar ini sedang seru" Kata Clarisa. Jackson pun mulai kesal. Dia pun merebut paksa remot yang ada di tangan Clarisa kemudian mematikan tv yang saat itu sedang menayangkan sebuah sinetron dimana saat itu ada adegan laki-laki dan perempuan sedang bertengkar hebat karena ketahuan selingkuh.


"Je!" Teriak Clarisa.


"Kamu mau jadi istri durhaka" Kata Jackson dengan nada kesal. Clarisa yang melihat wajah suaminya sudah berubah merah pun langsung terdiam.

__ADS_1


"Haduh, aku harus bagaimana sekarang, aku takut jika disumpahi suami seperti ini" Batin Clarisa.


"Sayang. Maafkan aku, tadi adegannya sedang seru sekali. Tadi kamu ingin berbicara apa?" Kata Clarisa.


"Sudah lupakan saja" Kata Jackson kemudian berlalu pergi meninggalkan Clarisa menuju kamarnya.


"Aduh, aku harus bagaimana" Kata Clarisa kemudian mengikuti Jackson dari belakang, karena dia sebenarnya takut menjadi istri durhaka. Azab neraka yang sering dia baca sering membuatnya bergidik ngeri jika membayangkannya.


Saat sampai di depan pintu. Dia melihat Jackson sedang berbaring dengan buku ditangannya. Dia pun mendekati Jackson secara perlahan. Jackson yang saat itu sedang pura-pura membaca buku, tersenyum karena bisa mengerjai istrinya. "Dia sekali-sekali harus diberi pelajaran agar tidak membangkang pada suami" pikirnya.


"Kali ini aku tidak akan luluh dengan rayuannya" Kata Jackson dengan senyum menyeringai.


"Sayang" Panggil Clarisa namun Jackson tidak mengindahkan sama sekali.


"Sayang" Kata Clarisa lagi yang saat ini sedang dipinggir ranjang. Namun Jackson masih terlihat fokus dengan buku bacaannya. Yang terdengar hanya lembaran buku yang dibalik.


"Sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud mengabaikanmu" Kata Clarisa. Jackson mengulum senyumnya, menahan gejolak ingin tertawa.


"Sayang, maafkan aku, aku tidak ingin menjadi istri durhaka. Tolong jangan kutuk aku. Aku berjanji tidak akan mengabaikanmu. Apapun akan aku lakukan agar kamu memaafkanku. Hiks" Kata Clarisa sambil menghapus air matanya yang sudah tidak bisa ia bendung lagi. Jujur, dia sangat takut sekali ketika kata istri durhaka itu keluar dari mulut suaminya. Dia sangat takut dengan azab Allah SWT untuk itulah dia menangis. Jackson yang melihat itu pun mulai tidak tega. Dia melepaskan buku ditangannya. Kemudian berdiri dari posisinya dan memeluk Clarisa.


"Maafkan aku, hiks. Aku tidak akan mengulanginya lagi" Kata Clarisa sambil membalas pelukan Jackson. Jackson pun menangkup pipi Clarisa. Menghapus bekas air mata yang membasahi pipi istrinya. Kemudian mendaratkan ciuman disana.


"Tadi kamu ingin berbicara apa sayang?" Tanya Clarisa.


"Nanti saja, apa anak-anak sudah tidur?" Tanya Jackson yang langsung dibalas anggukan oleh Clarisa. Jackson pun langsung membaringkan Clarisa di kasur. Selanjutnya adegan dilakukan Profesional.


***


"Mama, bang Aldi nakal" Teriak Aldi.


"Kenapa sayang?" Tanya Clarisa sambil membelai pipi anaknya.


"Bang Aldi membuat Ara menangis" Kata Aldo sambil menunjuk Tiara yang sedang duduk bersimpuh sambil memeluk lututnya.

__ADS_1


"Ara kenapa menangis?" Tanya Clarisa sambil berjongkok untuk menyeimbangi posisinya dengan Tiara. Namun hanya dibalas gelengan kepala oleh Tiara. Tiara pun bangkit dan memeluk Clarisa. Dia menangis sejadi-jadinya di pundak Clarisa. Clarisa saat itu pun mencoba untuk menenangkan Tiara dengan mengelus pundaknya.


"Tante, Aldi tidak melakukan apapun pada Ara, Tapi tadi Ara lihat Aldi tersenyum saat melihat perempuan di TV. Padahal kalau sama Ara, Aldi selalu marah-marah. Apa Aldi benci sama Ara tante? Hiks Hiks" Kata Ara sambil mengelap ingusnya dengan tangan sendiri.


Clarisa terkekeh pelan mendengar alasan Tiara menangis. Dia pun mengambilkan tisyu untuk Tiara. Ternyata anak kecil bisa cemburu juga. pikirnya.


"Ra, Aldi tidak mungkin membenci Ara. Tante yakin itu. Ara percayakan sama Tante?" Kata Clarisa sambil mengelap wajah Tiara yang hampir semuanya basah dengan air mata.


"Ara tidak suka Aldi tersenyum pada perempuan lain Tante" Kata Tiara.


"Iya sayang, nanti Tante akan marahin Aldi jika dia tersenyum pada perempuan lain ya" Kata Clarisa mencoba menenangkan Tiara.


"Jangan Tante, jangan marahin Aldi, Ara tidak mau melihat Aldi sedih, Ara tidak apa-apa, Ara sudah berhenti menangis, jadi jangan marahin Aldi ya" Kata Tiara sambil memeluk leher Clarisa. Clarisaa terkekeh pelan. Ternyata ada anak semenggemaskan ini.


"Kamu cepat sekali berubah pikiran, ya sudah kalau begitu Tante tidak jadi marah pada Aldi" Kata Clarisa.


"Janji" Kata Tiara sambil menunjukkan jari kelingkingnya.


"Janji sayang" Kata Clarisa sambil menautkan kelingking tangannya dengan Tiara yang ukurannya sangat kecil jika dibandingkan dengan kelingkingnya.


"Dasar cengeng, manja" Kata Aldi yang tiba-tiba lewat didepan Clarisa sambil membawa buku ditangannya menuju taman.


"Aldi, tidak boleh seperti itu sayang" Kata Clarisa.


Tiara langsung tertunduk, Clarisa yang melihat itu hanya bisa menghela nafas berat karena Aldo berlau begitu saja tanpa mengindahkan perkataannya.


"Tante, Ara pulang saja ya" Kata Tiara kemudian mencium tangan Clarisa.


"Apa perlu Tante antar Ra?" kata Clarisa.


"Tidak Tante, Ara bisa pulang sendiri, Assalammualaikum" Kata Tiara kemudian berlalu pergi.


"Waalaikummussalam, hati-hati sayang" Kata Clarisa sambil melihat kepergian Tira.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, Hp Clarisa berbunyi. Ada sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal masuk di HP nya. Nomor tersebut mengirimkan beberapa foto di akun WA Clarisa. Dia pun membukanya. Saat matanya menatap fokus layar HP di depannya. Sebuah foto orang yang sangat dia kenal bersama seorang wanita membuatnya bungkam seketika.


-Besambung-


__ADS_2