Petualangan 7 Member BTS Di Pulau Tak Berpenghuni

Petualangan 7 Member BTS Di Pulau Tak Berpenghuni
Part 1. Perjalanan Ditengah Samudera


__ADS_3

Setelah melakukan tour konsernya di beberapa negara di Eropa, Big Hit Entertainment akhirnya merilis sebuah artikel yang menyebutkan bahwa BTS akan rehat selama beberapa bulan.


Selama mereka rehat dari panggung hiburan, Ke 7 member BTS ini berencana untuk pergi berlibur menggunakan kapal pesiar yang disewa oleh Big Hit Entertainment.



Setelah melakukan persiapan, kini mereka pun siap-siap pergi menuju pelabuhan. Mereka pergi dengan style mereka masing-masing.


Sang leader Nam joon yang selalu berpenampilan cool dan kece yang menyilaukan mata kaum hawa saat melihatnya.



Sementara Jin yang selalu merasa nyaman dengan kaos warna pink favourite nya.


Dan J hope tampil sederhana dengan kaos dan celana pendeknya, namun tetap imut dan menggemaskan.



Jimin yang memilih tampil casual, meski dengan wajah yang cukup lesu tapi tetap imut dan menggemaskan.



V juga tampil sederhana dan apa adanya, yang penting nyaman.




Jungkook juga tampil sederhana tapi tetap tampan.


Sedangkan Suga, selalu setia dengan masker hitamnya.



Setelah beberapa waktu, mereka pun akhirnya tiba di pelabuhan dan masuk ke dalam kapal mewah itu.


Mereka sangat bahagia karena ini adalah liburan pertama mereka menggunakan kapal pesiar.


Mereka pun siap memulai petualangan liburan mereka.


Kapal itu begitu mewah sampai-sampai membuat mereka semua merasa sangat nyaman dan lupa diri.


Apa yang mereka butuhkan sudah disiapkan di dalam kapal.


Lengkap dengan pelayan-pelayan yang siap menghidangkan makan lezat untuk ke-7 pria tampan ini.


Kini mereka pun akhirnya berangkat meninggalkan Korea dan mengarungi luasnya samudera. Mereka begitu bahagia, saling bercanda, bernyanyi, dan terkadang bermain game. Mereka sangat menikmati liburan mereka.



Tapi setelah berlayar beberapa hari, tiba-tiba saja badai yang sangat kuat datang dan mengombang-ambingkan kapal mereka.



Badai itu begitu kuat hingga membuat siapa pun yang di dalamnya bisa saja kehilangan harapan atau terkena serangan jantung.


Mereka semua pun berteriak sekencang-kencangnya meminta pertolongan.


Sementara, sang kapten terus berjuang melawan badai yang kuat itu dan berusaha menyelamatkan semua penumpang kapal.


Mereka saling berteriak dan menunjukkan ekspresi ketakutan mereka masing-masing.









"Tolong!"

__ADS_1


"Tolong....! ( Teriak mereka masing-masing )


Sedangkan J hope orang yang sangat penakut hanya bisa menangis histeris di dalam kapal yang terombang-ambing.


Kemudian salah seorang dari mereka berteriak,


"Tidak...!"


"Aku belum mau mati.... "


"Aku belum menikah...."


Member yang lainnya juga berteriak mengungkapkan ketakutan mereka masing-masing.


"Tolong selamatkan kami!"


"Aku belum mau mati"


"Aku belum membeli lahan pertanian beberapa hektar untuk masa tua ku nanti." (Teriak V dengan keras)


Teriakan mereka terdengar seperti bersahut-sahutan.


J hope kemudian membalas teriakan V. Dia berseru,


"Tolong!"


"Aku belum mau mati."


"Aku belum punya perpustakaan pribadi."


"Kapten! Kemudikan kapalnya dengan baik!"


"Selamatkan kami!"


Mereka berteriak sekeras-kerasnya.


Tapi hempasan ombak itu semakin besar dan mengguncang dan menghempaskan kapal mereka.


Mempermainkan kapal mereka kesana-kemari.


Sampai-sampai mereka semua yang berada di dalam kapal terhempas juga beserta semua yang mereka miliki. Semuanya terhempas dan jatuh berserakan di lantai kapal.


Hingga akhirnya sang kapten menyerah dan pasrah. Maka dia berlutut dan berdoa untuk terakhir kalinya memasrahkan diri pada Yang Kuasa.


Tapi baru beberapa kalimat doa yang dia sampaikan,


"Burrrrrrrrrrrr........"


Seketika itu terdengarlah suara benturan yang begitu keras.


Kapal yang mereka tumpangi terhempas dan terdampar di sebuah pulau yang tak berpenghuni.






Kejadian itu membuat Ke-7 pria tampan itu tak sadarkan diri, pakaian mereka robek-robek dan tubuh mereka luka-luka. Sedangkan sang kapten dan para pelayan lainnya tak tahu kemana rimbanya.


Lalu beberapa saat kemudian, Sang leader Nam joon sadar setelah pingsan semalaman. Kepalanya masih terasa berat dan pusing. Dia batuk-batuk karena telah meminum banyak air saat berupaya menyelamatkan diri.



Kemudian dia melihat ke sekitarnya dan melihat member lain masih tak sadarkan diri.



Dia pun terkejut dan memegangi wajahnya dengan kedua tangannya, lalu dia berbicara pada dirinya sendiri,


"Apa aku sudah mati?"


"Atau ,,, Apa roh ku yang bicara?"


"Atau apa aku hanya bermimpi?"

__ADS_1


Dia pun semakin bingung dengan semua hal yang dia lihat.


Maka dia pergi ke salah satu member yang terbaring tak sadarkan diri lalu mencubit wajah Jimin.


Lalu tak sadar dia berkata,


"Eh... salah cubit." ( Ungkapnya sambil mengkerutkan keningnya )


Dalam kondisi yang sulit pun Nam joon masih sempat bercanda.


Kemudian dia menampar pipinya dengan keras. Dan berkata,


"Aduh.. sakit!" ( Teriaknya sambil mengusap-usap pipinya )


"Jadi aku masih hidup?"


"Aku masih hidup?"


"Yeah ..... aku masih hidup."


Nam joon pun sangat kegirangan mengetahui dirinya masih hidup sehingga dia berlari kesana kemari dan melompat kegirangan.



Belakangan dia pun merasa lelah dan terdiam sejenak. Lalu berkata lagi,


"Tunggu dulu!"


"Kenapa aku lari-lari?


"Ah... dasar payah" ( Ungkapnya sambil memukul jidatnya )


"Seharusnya aku pergi dan membangunkan yang lain."


Maka dia pun pergi dan menghampiri member yang lain satu-persatu dan berusaha membangunkannya. Dia mulai dari Jimin. Dia berkata,


"Jimin!"


"Bangunlah! Bangunlah!" ( Ungkapnya sambil menepuk-nepuk wajah Jimin )


Tapi Jimin tak kunjung bangun.


Dia lalu menekan-nekan dada Jimin berharap agar dia memuntahkan air yang di minumnya saat terhempas ombak. Tapi Jimin masih tak sadarkan diri.


Namun sang leader tidak menyerah. Dia lalu pindah ke member yang lainnya dan melakukan hal yang sama berulang kali tapi tak seorang pun diantara mereka yang sadar. Tak ada seorang pun yang bangun.



Maka dia pun mulai menyerah dengan keadaan yang dia hadapi. Lalu berteriak dengan keras,


"Tidak.... tidak....!"


"Sekarang aku tinggal sendiri."


"Hanya aku sendiri di pulau ini."



Nam joon pun menangis sejadi-jadinya melihat nasib teman-temannya. Dia berpikir bahwa mereka semua sudah tiada. Dan hanya dia yang akan tinggal di pulau itu seorang diri.


Lalu hari pun mulai gelap. Nam joon tidak punya satu alat pun untuk menerangi dirinya di pulau terpencil dan tidak berpenghuni itu.


Maka dia mulai khawatir dan ketakutan.


Dia sangat kegelapan berada di pulau itu.


Selain itu dia tidak bisa tidur karena banyaknya nyamuk yang menyerangnya dan menggigitnya.


"Pak... puk.... " ( Nam joon sangat sibuk memukuli nyamuk yang menyerangnya)


Perutnya pun mulai terasa lapar bergejolak, karena sejak pagi dia belum makan apa pun.


Dia hanya bisa menahan rasa laparnya itu semalaman dan berusaha untuk tidur.


Malam pun semakin larut dan Nam joon tak kuasa lagi untuk menahan kantuk di matanya. Maka sambil memegangi perutnya yang keroncongan dia pun akhirnya tertidur sambil meringkuk karena hembusan angin malam yang dingin. Dia juga tak peduli lagi dengan nyamuk yang datang menyerang dan menghisap darahnya.


Seperti apa yah keadaan esok pagi?

__ADS_1


Apakah dia bisa bertahan menghadapi situasi sulit itu? Atau apakah teman-temannya sungguh tiada dan meninggalkannya seorang diri di pulau itu?


__ADS_2