
Pada esok harinya kepala suku itu meniup sebuah terompet yang terbuat dari tanduk hewan. Maka seluruh rakyat segera berlari dan berkumpul di halaman untuk mendengarkan perintah dari kepala suku.
Mereka semua berbaris dengan rapi, lengkap dengan senjata di tangannya masing-masing. Kemudian si kepala suku mulai berbicara, dia berseru dengan nyaring,
"Hai rakyat ku! Kalian semua dengarlah!
Hari ini aku akan mengangkat seorang pangeran yang akan meneruskan posisi ku kelak. Tapi orang itu bukanlah bagian dari suku kita. Orang itu adalah orang asing yang sekarang tinggal di pulau kita ini."
Para rakyatnya pun berbisik-bisik satu sama lain, mengatakan,
"Siapa orang itu?
Siapa pria beruntung itu?."
"Hei! Kalian semua tenanglah!" (Teriak salah seorang suku dalam yang berdiri disamping kepala suku)
Maka mereka semua pun diam. Lalu dia bertanya pada kepala suku itu, dia berbisik,
"Tuan, siapakah orang yang tuan maksud?"
"Dia adalah orang yang paling tampan dari ke- 7 orang asing itu."
"Siapa Tuan? Mereka semua tampan."
"Yah, kamu benar. Tapi ada seseorang yang memancarkan pesona tampannya dengan sempurna pada ku kemarin.
Seorang anak kecil menaruh anak buaya di pangkuannya. Dan kau tahu artinya apa?"
"Tidak Tuan."
"Itu artinya dia akan menjadi 'Pecinta Wanita', sama seperti diri ku hahahaha. Nanti kalau aku mati, dia yang akan menggantikan ku mencintai semua istri dan gundik ku ini."
"Tapi, dimana orang itu Tuan? Mereka tidak ada disini."
"Apa? Bukannya mereka tadi ada disini?"
"Tidak Tuan." (Balasnya dengan gemetar)
"Cepat panggil mereka ber- 7 kemari! Aku akan segera mengangkat salah seorang dari mereka menjadi pangeran."
Maka suku dalam itu pun segera berlari ke kemah anggota BTS itu. Dia melihat mereka semua masih tertidur lelap. Maka dia segera berteriak keras membangunkan mereka bertujuh.
Teriakan yang kencang seperti sirene ambulans itu, membuat mereka segera membuka mata kecuali Suga. Lalu dengan panik dan takut, mereka segera bangkit dan berlarian kesana-kemari. Sedangkan Suga, dia masih tidur nyenyak meski mendengar suara yang keras seperti badai.
Maka suku dalam itu berteriak lagi,
"DIAM....!"
Lalu dia mendekati J hope dan menyuruhnya membangunkan Suga. Dia menodongkan tombaknya pada J hope agar dia segera membangunkan Suga. Dia berkata,
"Hei! Cepat kau bangunkan teman mu itu! Atau kalau tidak, akan ku hujamkan tombak ini ke leher mu."
__ADS_1
Dengan kaki gemetar dan wajah yang tertekan, dia segera pergi membangunkan Suga. Dia berkata,
"Suga, cepat bangun! Buka mata mu! Apa mata mu sengaja kau tempel lem sehingga susah terbuka?
Cepat bangunlah! Aku bisa mati kalau kau tidak bangun."
Namun Suga tak kunjung bangun, sementara suku dalam itu telah menyuruh member yang lain pergi ke halaman lebih dulu. Hanya mereka bertiga yang masih di kemah, Suga, J hope, dan suku dalam itu.
Maka suku dalam itu melotot tajam pada J hope. Tatapannya sangat menakutkan. Membuat siapa pun yang memandangnya akan menjerit ketakutan.
Maka J hope sekali lagi berteriak. Dia berteriak dengan sekuat tenaga karena tatapan mengerikan itu.
Karena terikan J hope yang memekakkan telinga itu, Suga pun akhirnya bangun. Lalu suku dalam itu segera memerintahkan mereka untuk berkumpul di halaman dan berbaris.
**********
Maka melihat ke- 7 anggota BTS itu sudah berkumpul dan berbaris. Kepala suku itu segera memerintahkan agar terompet yang terbuat dari tanduk hewan itu segera ditiup.
Setelah itu dia berkata,
"Aku akan mengangkat seorang pangeran yang akan meneruskan takhta ku ini nanti. Dan mulai sekarang, kalian harus patuh pada semua perkataannya.
Jika ada yang tidak setuju dengan keputusan ini, maka aku akan memenggal kepalanya dan akan ku jadikan santapan buaya."
Maka si kepala suku pun meminta salah seorang pria untuk menjelaskan maksud perkataannya kepada ke- 7 anggota BTS itu.
Dengan berbagai gerakan tubuh, pria itu menjelaskan apa maksud perkataan si kepala suku.
Maka setelah mengamati setiap gerakan dengan seksama, V pun akhirnya bisa mengerti, dan dia segera maju dan berdiri disamping beberapa pria perkasa.
"Mulai sekarang. Kalian harus melayaninya sama seperti kalian melayani ku. Siapa pun yang berani menyakitinya, maka orang itu akan di hukum mati.
Paham!" (Seru si kepala suku)
"Paham Tuan!" (Balas mereka dengan keras)
Kemudian sebagai pertanda, si kepala suku memberikan salah seorang istrinya untuk menjadi pendamping hidupnya.
Wanita itu segera berdiri di samping V dan memegang tangannya.
Kemudian si kepala suku memberikan kalung bunga untuk mereka berdua dan memberikan tanda yang sah bahwa mereka sudah menjadi pasangan.
Melihat itu, Jimin pun berkata dalam hatinya,
"Akhirnya kamu mendapatkan pasangan juga sob. Aku jadi iri. Kapan yah aku punya pasangan." (Ungkapnya sambil menitikan airmata)
Maka Jungkook yang berdiri di sampingnya berkata,
__ADS_1
"Hei, kenapa kau menangis?"
"Aku menangis karena akhirnya V menemukan tambatan hatinya. Dan coba lihat! Dia diangkat menjadi pengeran. Ternyata masa depannya lebih cerah daripada kita."
"Iya min, kamu benar. Aku jadi terharu menyaksikan pernikahan yang dramatis ini." (Balasnya sambil menangis)
Begitulah akhirnya ke -6 member BTS ini menyaksikan pernikahan V. Semua member sangat terharu dan sedih. Lalu sebuah ruangan disiapkan untuk mereka berdua. Ruangan itu sudah ditata dengan baik dan dihiasi bunga-bunga.
Kemudian mereka berdua dibawa dan dikawal ke ruangan itu dan dikurung selama sehari semalam.
Sedangkan ke- 6 member kembali ke kemahnya.
**********
Lalu saat malam tiba, Jungkook yang matanya tidak bisa terpejam, pergi ke luar.
Dia memandang ke langit.
Malam itu tampak indah, bermandikan cahaya bulan dan bintang. Sambil memandangi langit malam, dia teringat pada kehidupannya di Soul. Kehidupan yang menyenangkan dan nyaman. Dia merindukan para fansnya dan terlebih lagi dia merindukan keluarganya. Maka dia pun mulai menangis dan berkata,
"Ibu, Ayah. Aku merindukan kalian semua.
Mungkin aku tidak akan pernah kembali pada kalian.
Jaga diri kalian dengan baik. Aku sangat menyayangi kalian.
Di kehidupan ku yang kedua, aku ingin tetap menjadi anak ayah dan ibu.
Para army,,, apa kalian juga merindukan ku disana?
Aku menyayangi kalian semua dan merindukan kalian semua.
Tetaplah bersama ku meski aku tiada nanti."
Dan tak berapa lama, dia melihat ada bintang jatuh.
Maka dia menghapus air matanya, dan membuat permohonan. Dia berkata,
"Ada bintang jatuh. Aku akan buat permohonan.
Semoga suatu saat nanti kami bisa keluar dari pulau ini.
Semoga nanti ada bantuan datang dan menyelamatkan kami."
Setelah mengatakan itu, dia duduk termenung sambil memandangi luasnya lautan yang bermandikan cahaya bintang dan bulan.
Dia memikirkan bagaimana nasibnya esok hari.
Belakangan dia mulai merasa lelah dan akhirnya tertidur di bawah pohon.
__ADS_1