
Mereka tampak asyik berenang di air terjun yang indah itu hingga mereka lupa diri kembali ke kemah.
Hari pun sudah sore, dan seperti kebiasaan suku pedalaman itu, mereka harus berkumpul sebelum hari mulai gelap.
Ketika salah seorang suku dalam yang ditugaskan menjaga ke- 7 anggota BTS itu melihat mereka tak ada di kemah, dia pun panik dan berteriak. Karena nyawanya bisa saja terancam jika ke- 7 anggota BTS itu menghilang lagi. Kepala suku sangat menyayangi mereka melebihi istri dan para gundiknya.
Maka tanpa memberitahukan yang lainnya, dia pergi ke sekeliling pemukiman untuk mencari mereka, tapi mereka tak ada disana.
Lalu salah seorang wanita disana memperhatikan suku dalam yang ketakutan dan panik itu. Maka dia pergi menghampirinya dan bertanya,
"Hei, ada apa? Apa yang terjadi? Kenapa kamu kesana kemari seperti orang gila?"
"Dimana ke- 7 pria payah itu? Mereka selalu membuat ku susah? Mereka menghilang, tidak ada di kemah."
"Apa? Gawat! Jika kepala suku sampai tahu, maka tamatlah riwayat kita. Kita harus pergi mencarinya. Oh iya, terakhir aku melihat mereka di air terjun, tempat kita biasa mandi."
"Baiklah kita kesana sekarang. Ajak juga yang lainnya."
Maka mereka segera pergi berbondong-bondong. Ibu-ibu dan anak-anak juga ikut mencari mereka. Mereka pergi lengkap dengan senjata mereka dan pergi diam-diam tanpa diketahui oleh pemimpin suku itu.
Akhirnya mereka pun tiba di air terjun itu dan melihat ke- 7 anggota BTS itu tengah berenang kesana kemari seperti ikan.
Maka salah seorang dari suku dalam itu pun marah dan berteriak.
"Hei! Apa yang kalian lakukan disini?"
Tapi mereka hanya diam saja sambil memandangi suku dalam yang marah itu.
Lalu suku dalam itu melanjutkan perkataannya,
"Apa kalian mau lari lagi? Jika kalian pergi, kalian bisa membuat nyawa kami semua disini terancam. Sekarang cepat naik dari dalam air." ( Perintahnya keras )
__ADS_1
Maka sementara mereka memakai baju, suku pedalaman itu duduk di kejauhan mengawasi mereka.
Mereka memandangi kulit mereka dan ketampanan ke- 7 anggota BTS itu. Entah apa yang ada di benak mereka masing-masing.
**********
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya mereka pun tiba di kemah tepat pada waktunya sebelum kepala suku itu memanggil mereka untuk berkumpul makan bersama.
Tak lama setelah itu, kepala suku bangkit dari kursi kerajaannya, dan memerintahkan salah seorang hambanya pergi memanggil ke- 7 anggota BTS itu. Kepala suku itu telah menghidangkan daging burung unta yang di bakar di atas batu-batu panas untuk mereka santap sebagai makan malam.
Begitu ke- 7 anggota BTS itu tiba, para dayang-dayang wanita segera menyambut dan melayani mereka. para wanita itu membawa mereka duduk di atas batu yang sudah persiapkan. Lalu kepala suku itu memanggil seorang pelayan wanita yang lain untuk melayani mereka.
Tapi ke- 7 anggota BTS itu hanya tertunduk dan diam terpaku. Mereka tak berani menatap beberapa wanita yang berdiri disana. Karena para wanita itu berdiri tanpa baju seperti suku pedalaman lainnya.
"Hei! Kenapa kalian diam saja?"
Lalu salah seorang dari ke- 7 anggota BTS itu mencoba menjelaskan sambil menggerak-gerakkan tangannya. Dia berkata,
"Tuan, suru saja pelayan mu pria yang akan melayani kami. Kami tidak kuat melihat pelayan-pelayan wanita mu. Kami takut kalau kami akan berpikiran kotor, mereka tidak menutupi dadanya." ( Ujar V sambil menyentuh dadanya sendiri )
Beruntung kepala suku itu bisa memahami perkataan V. Maka dia menyuruh semua pelayan wanita itu keluar dan memerintahkan mereka menunggu di luar, sementara dia memanggil beberapa pelayan pria.
Setelah semuanya beres, mereka pun berusaha menikmati makanan yang dihidangkan secara tradisional itu.
Maka sambil memandangi si kepala suku yang makan dengan lahapnya, Nam joon berbisik pada Suga. Dia berkata,
"Aduh,,, aku ingin mati rasanya. Sampai kapan kita harus hidup bersama mereka. Lihat! Dia makan dengan sangat rakus. Apa enaknya makanan ini? Dagingnya sangat keras. Lihat saja, daging ini tidak dibakar sampai matang, masih ada noda darahnya." ( Ujarnya sambil mengerutkan wajahnya )
__ADS_1
"Iya, aku setuju. Aku sendiri ingin muntah. Tapi aku takut dia akan marah dan mencekik ku."
Lalu tiba-tiba si kepala suku itu memperhatikan Nam joon dan Suga. Maka dia pun menghentikan makannya dan bangkit berdiri.
Sambil melempar tulang-tulang di tangannya, dia berteriak,
"Hei! Kenapa kalian tidak menghargai ku? Tidak ada seorangpun yang berani berbicara saat aku sedang makan. Tapi kalian malah berbicara."
Mereka semua pun ketakutan dan gemetar melihat mata si kepala suku yang melotot tajam. Tapi dengan mengerahkan seluruh kekuatan dan keberaniannya, V berbicara menenangkan si kepala suku. Sambil menyatukan kedua telapak tangannya, dia memohon ampun pada kepala suku.
Si kepala suku pun iba melihat V yang meneteskan airmatanya. Maka dia kembali duduk dan melanjutkan makannya, sementara yang lainnya hanya diam sambil menelan air liur mereka.
**********
Setelah acara makan selesai, ke- 7 anggota BTS itu pun kembali ke kemah mereka. Sambil berbaring, mereka saling menghibur satu sama lain. Jin berkata,
"Aku sangat merindukan ibu ku. Kira-kira dia sedang apa yah?"
"Ahgh,,, aku juga. terakhir aku menghubungi ayah ku, dia bilang: Jimin jaga kesehatan mu yah. Jangan terlalu lelah. Ayah menyayangi mu. Coba pikir, bagaimana aku bisa menjaga kesehatan ku disini? ( Balas Jimin )
"Hei, sudahlah! Kalian harus yakin, kita pasti akan keluar dari sini. Aku akan mencari caranya. Percayalah! ( Ujar Jongkook )
"Agh,,, usaha mu gagal. Buktinya kita tertangkap lagi." ( Balas Suga )
"Hei, jangan bicara sembarangan. Aku berhasil menipu suku dalam itu. dan kita sudah berlari cukup jauh. Yang membuat kita tertangkap kembali kan Jimin. Dia berteriak kencang saat dia melihat suku dalam itu dari kejauhan. Bahkan dia yang ingin kembali. Coba kalian tanya padanya." ( Balas Jungkook )
"Iya benar. Aku sudah melarangnya. Tapi dia berteriak lebih dulu sebelum aku menutup mulutnya." ( Balas Jin )
"Sudah! Sudahlah. Ini sudah malam. Lebih baik kita tidur, kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kita harus jaga kesehatan kita agar kita bisa hidup disini sampai suatu saat kita bisa keluar." ( Ujar Nam joon )
"Iya betul. Bisa saja suku dalam yang sombong itu akan menyuruh kita kerja paksa." ( Balas J hope )
"Setuju. Sudahlah! Mulai sekarang kita harus membiasakan diri hidup di tempat terpencil seperti ini. Kita harus berusaha berbaur dengan mereka. Dan membiasakan diri dengan cara hidup mereka. ( Balas V sambil bebicara manyun )
__ADS_1