
Penampilan suku pedalaman itu pun terlihat lebih baik dan layak untuk tinggal di kota Soul tanpa membuat orang lain takut dan heran lagi.
Kemudian mereka ke asrama. Lalu pergi ke kamarnya masing-masing.
Namjoon sekamar dengan V
Jin sekamar dengan Suga
J Hope sekamar dengan Jimin
Dan Jungkook mau tak mau harus sekamar dengan suku dalam itu.
Di kamar Jungkook terdapat banyak sekali kosmetik dan perawatan kulit dan wajah.
Seperti kebiasaan member lainnya yang rutin menggunakan masker untuk merawat wajah agar tetap sehat, Jungkook juga punya kebiasaan memakai masker sebelum tidur agar wajah tampannya selalu terlihat cerah dan tidak kusam.
Ketika Jungkook mencuci wajahnya, tiba-tiba pikiran kotor merasuki otaknya dengan cepat. Dia ingin menakut-nakuti suku pedalaman itu dengan memakai masker.
Maka dia membersihkan wajahnya cepat-cepat, agar bisa menjalankan aksinya sebelum suku pedalaman itu tertidur.
Setelah itu dia mengoleskan masker di wajahnya dengan tebal. Lalu pergi diam-diam mendekati suku pedalaman itu dari belakang dan mengejutkannya,
"Brrrrrrrrrrrrrrrr." (Teriaknya keras sambil memegang bahu suku dalam itu)
Dan sontak saja karena begitu kaget, tangan suku dalam itu otomatis meninju wajah jungkook. Dia begitu kaget melihat wajah Jungkook yang penuh dengan olesan masker wajah.
Pukulan mendadak itu begitu keras hingga membuat bibirnya berdarah. Maka sambil memegangi wajahnya yang terluka dan merintih kesakitan dia berkata,
"Apa kau tidak bisa mengurangi kekuatan tangan mu?
Gigi ku bisa saja rontok karena pukulanmu.
Dasar sial! Niat mau menakut-nakuti, tapi justru aku yang celaka."
Mengetahui bahwa itu adalah Jungkook, suku pedalaman itu pun berlutut padanya meminta maaf. Dia berkata,
"Tolong maaf kan aku!
Aku pikir kamu hantu atau mayat hidup.
Apa itu yang ada di wajah mu?"
(Tanya suku dalam itu sambil mencolek-colek wajah Jungkook)
"Ini masker.
Ini akan membuat kulit mu halus dan cerah seperti ku.
Kamu mau terlihat putih kan?
Aku akan memberikan rahasianya untuk mu.
Kali ini aku serius. Tapi dengan 1 syarat."
(Ungkapnya dengan kesal)
Mendengar itu suku dalam itu pun bangkit dan berkata,
"Apa syaratnya?
Awas kalo kau menipu ku lagi. Aku akan mencekikmu.
Kali ini aku tidak main-main. Kesabaran ku sudah habis.
Kau sudah sering menipu dan mempermain ku."
"Yah aku serius. Percayalah!
Tapi kau harus jadi pelayan ku. Dan menuruti semua yang ku perintahkan.
Hahahahahha.....
Dan tugas mu adalah membersihkan kamar ku, dan memijat punggung ku.
__ADS_1
Kau setuju?
(Balas Jungkook dengan tengil)
Lalu suku dalam itu membalas perkataan Jungkook dengan penuh semangat dan percaya diri. Sambil mengepal tangannya dia berkata,
"Baiklah! Aku setuju. Tapi jika ada yang rusak, jangan salahkan aku yah!"
"Tenang! Tidak akan ada yang rusak. Karena aku akan memantau mu 24 jam penuh. Hahahaha....
Tapi tugas itu berlaku mulai besok pegi.
Dan sekarang aku mau tidur. Aku sudah capek berurusan dengan mu seharian.
Sekarang menjauhlah dari hadapan ku!"
(Balas Jungkook lalu pergi ke tempat tidurnya )
Suku pedalaman itu pun pergi menjauh dan duduk di sofa. Dia diam seperti orang bodoh tak tahu harus melakukan apa.
Perlahan-lahan mata Jungkook pun akhirnya terlelap.
Ketika suku pedalaman itu melihat Jungkook sudah tertidur pulas, diam-diam dia mulai beraksi. Dia memanfaatkan moment indah dan langka itu untuk memuaskan rasa ingin tahunya dengan semua barang-barang pribadi Jungkook. Khususnya peralatan make up yang tersusun dengan rapi di meja rias.
Maka dia berjalan mengendap-endap menuju meja rias, lalu dia mengoleskan berbagai lotion dan cream ke tangan dan kakinya.
Dia juga mengambil tas kosmetik Jungkook dan mengeluarkan seluruh isinya.
Dia membuka salah satu produk kosmetik itu, lalu menuangkannya ke telapak tangannya dengan sangat banyak. Kemudian mengoleskannya di wajahnya.
Produk itu adalah foundation favourite Jungkook.
Suku dalam itu mengoleskannya dengan sangat tebal dan tak merata di wajahnya.
Belum juga puas, dia juga menuangkan banyak concelear di tangannya, dan melumurinya di wajahnya. Dan terakhir dia mengambil lipstick pink yang biasa di pakai Jungkook. Saat dia melihat benda mungil itu dia mulai berpikir dan berbicara sendiri,
"Benda apa ini yah? Bentuknya kecil sekali. Dan warnanya seperti warna merah.
Mungkin ini untuk muka juga.
Baiklah akan aku pakai juga di muka ku.
Maka suku dalam itu pun mengoleskan lipstick itu pada seluruh wajah dan lingkar matanya dengan sangat banyak hingga lipstik itu patah.
Wajahnya pun kini berubah menjadi sangat menyeramkan seperti hantu, tidak hanya putih tapi bahkan pucat karena tebalnya foundation. Dan seram, karena lingkar merah yang dia oleskan pada matanya.
Setelah itu dia pergi berbaring di samping Jungkook dan memeluknya dengan erat. Dia tidur dengan sangat nyenyak karena sudah lelah berdandan selama berjam-jam.
**********
Lalu ke esokan paginya saat alarm jam berbunyi membangunkan mereka dari tidur, Jungkook pun bangun dan membuka mata besarnya itu perlahan-lahan.
Dan saat matanya mulai terbuka lebar, dia langsung berteriak kencang karena kaget dan takut melihat sosok menyeramkan di hadapannya yang tengah memeluknya dengan erat.
Suara Jungkook yang kencang itu pun terdengar hingga ke luar dan berhasil membangunkan orang disampingnya itu.
Lalu sambil berusaha melepaskan pelukan orang itu, Jungkook bertanya,
"Kau siapa?"
"Hei, ini aku. Teman mu.
Kenapa kau takut?"
(Balas suku dalam itu sambil memegang kedua pundak Jungkook)
"Jadi kau TEMBER?"
"Hei! Apa itu 'TEMBER'?
"TEMBER adalah Teman Beracun. Dan mulai sekarang itulah nama mu. Aku memberi mu nama itu, karena kau selalu membuat aku, dan kami semua susah. Dan kejadian itu dimulai sejak bulan September. Kau paham?
Dan apa yang sudah kau lakukan?
Kenapa wajah mu jadi seram begini?"
"Kemarin malam aku memakai cairan itu."
(Balas Tember sambil menunjuk ke meja rias Jungkook )
__ADS_1
Lalu Jungkook pun melihat ke arah meja riasnya dan berteriak kencang,
"TIDAK!!!!
Kenapa kau hancurkan semua milik ku?
TIDAK!!!!"
Setelah itu dia menangis dan pergi mengurung diri di kamar mandi. Lalu suku pedalaman yang sekarang diberi nama Tember itu pergi menyusul Jungkook ke kamar mandi, dia memukul-mukul pintu kamar mandi itu sambil berteriak minta maaf.
Tapi Jungkook malah memperkuat tangisannya.
Hingga ke- 6 member pergi ke kamar Jungkook dan mencari tahu apa yang sudah terjadi.
Lalu beberapa dari mereka pun membujuk Jungkook agar menghentikan tangisannya dan segera keluar dari kamar mandi.
Setelah mendengarkan bujuk rayu dari abang-abangnya, Jungkook pun akhirnya keluar dari kamar mandi. Dan memandang meja rias yang tadinya tertata rapi kini hancur berantakan. Seluruh foundation, concelear dan lipsticknya semuanya hancur, bahkan botol parfume kesayangannya juga pecah. Dan berserakan di lantai. Jungkook hanya bisa menangis di depan meja riasnya melihat semua itu hancur dalam semalam. Lalu dia duduk dan berkata,
"Aku bahkan tidak mengizinkan lain memakai semua kosmetik ku ini.
Bahkan kemarin Jimin datang meminta pembersih wajah, tidak ku berikan.
Tapi orang ini malah menghancurkan semuanya.
Apa ini akibatnya karena aku pelit sama teman ku sendiri?
Aku tidak bisa membiarkan ini terus-menerus terjadi.
Aku akan membalas perbuatannya.
Lihat saja nanti!
Aku akan menghajarmu sampai berkeping-keping."
Kemudian Jungkook bangun dan segera merapikan kamarnya dan pergi keluar. Dan member yang lainnya juga pergi. Jungkook juga membawa sarung tinju dan pergi ke taman untuk latihan disana.
Jungkook sangat serius dalam berlatih, dia mengumpulkan seluruh tenaganya untuk membalas perbuatan suku dalam yang dinamai Tember itu.
J hope yang sudah berada di taman lebih dulu menikmati angin segar sambil menghayal, tiba-tiba saja terganggu karena mendengar suara pukulan dan teriakan yang cukup keras berkali-kali.
Lalu dengan tatapan yang penuh tanda tanya dia berkata,
"Siapa yang sedang bertinju seperti orang gila itu?
Mengganggu saja.
Pagi-pagi sudah tidak waras. DASAR!!!"
Maka setelah memperhatikan cukup lama, J hope pun akhirnya sadar bahwa orang gila yang dia maksud itu adalah Jungkook. Maka dia pergi menghampirinya dan bertanya,
"Hei!
Apa yang terjadi padamu?
Kenapa kau berlatih seperti orang yang tidak waras?"
Sambil terus meninju Jungkook menjawab,
"Itu! Suku dalam yang aneh dan menyebalkan itu sudah menghancurkan seluruh kosmetik ku. Karena itu aku menjadi gila seperti ini.
Aku berlatih agar aku bisa memukulannya dengan keras."
Mendengar itu J hope bukannya prihati tapi malah tertawa bahagia. Dan berkata,
"Makanya jadi orang jangan pelit."
Mendengar ucapan J hope, Jungkook pun semakin kesal lalu berkata dalam hati,
"Awas saja! Akan ku balas.
Belum tahu dia rasanya kosmetiknya diacak-acak."
__ADS_1
Setelah itu dia pergi meninggalkan J hope sendiri, dan menyusun rencana untuk balas dendam pada suku dalam itu.